Archive for Januari 2021
Video + Cerita Sex GARA-GARA DI TILANG POLWAN
0
INIDEWA - Gara-Gara Ditilang Polwan Pada saat itu, aku sedang mengendarai motor di jalan soekarno-hatta. Aku tidak memakai helm karena aku terburu-buru pergi ke tempat pacarku. Apesnya, aku dicegat sama polisi.
Polisi itu naik mobil, tiba-tiba memotong jalanku, aku kaget hampir saja kutabrak mobil polisi itu.
Aku rem motorku, karena terjadi hentakkan, jadi tubuhku hilang keseimbangan lalu aku jatuh dari motorku. Aku terguling-guling di jalan. Tapi syukurlah hanya lecet biasa.
Pada saat aku masih dalam keadaan telungkup, aku lihat pintu mobil polisi itu terbuka. Tapi anehnya, aku sepertinya kok melihat kaki seorang wanita. Kakinya yang putih mulus dan indah itu kini berada tepat di wajahku, kutegakkan kepalaku. Betapa kagetnya aku, mataku seperti melihat “hutan belantara” di antara kedua kaki yang jenjang itu. Setelah kuperhatikan baik-baik, ternyata dia seorang polisi wanita, pangkatnya letnan dua dan di dada kirinya tertulis namanya, lilis. Dia sangat cantik dan ohh.., Body-nya mirip gitar spanyol. Cersex Polwan
Aku jadi bengong, dan, “plaakk..!” Sebuah tamparan mendarat di pipiku.
“Hei, apa yang kamu lihat..? Ayo sekarang serahkan sim dan stnk cepet..!” Bentaknya.
Aku jadi kaget dan segera kuambil dompetku, lalu kuambil sim dan stnk, lalu kuserahkan padanya. Sementara dia melihat suratku, aku pandangi lagi dia ohh.., Betapa cantik polisi cewek ini.
Aku duga umurnya paling masih sekitar 25 tahun, seumur dengan kakakku. Samar-samar di dalam mobil ada cewek satu lagi, dia seumur dengannya tetapi pangkatnya lebih rendah, kalau tidak salah sersan dua. Kakinya putih tetapi tidak semulus polwan yang tadi.
Lalu tanpa kusadari, letnan lilis mengambil sesuatu dari dalam mobil, dia berjalan menuju hidung mobil, lalu dia membungkukkan badannya untuk menulis sesuatu. Pada posisi nungging, aku lihat lagi body-nya yang wuih selangit deh.. Tanpa kusadari, “adik kecilku” membengkak perlahan.
Setelah itu dia tegakkan badannya, terus berkata, “eee.. Saudara sony, anda kami tilang karena anda tidak memakai helm dan ngebut. Sidang akan dilaksanakan besok lusa. Jangan lupa anda harus hadir di persidangan besok. Oke..?”
“Tapi bu, besok lusa saya tidak bisa hadir, soalnya pada hari itu saya harus mengantar pacar yang akan diwisuda. Jadi saya minta tolong sama ibu, bagaimana dech baiknya agar persoalan ini selesai..?”
Lalu dia bilang, “do you have some money..?”
“Aduh, maaf sekali bu, saya sama sekali tidak membawa uang sepeser pun.” Jawabku.
“Baiklah, kalau gitu sim-mu aku tahan untuk sementara, tapi nanti malam kamu harus pergi ke rumah saya. Dan ingat..! Kamu harus datang sendiri. Oke..? Ini alamatku. Jangan lupa lho, aku tunggu jam 19:00.”
Dia pergi sambil mengerdipkan matanya kepadaku. Aku kaget, tetapi happy banget, pokoknya senang dech.
Aku sampai di rumahnya sekitar jam 19:00 dan langsung mengetuk pintu pagarnya yang sudah terkunci. Tidak lama kemudian, ibu lilis muncul dari dalam dan sudah tahu aku akan datang malam itu.
“Ayo son.., Masuk. Aku sudah lama nunggu lho, sampai basah dan bau keringat pantatku duduk terus dari tadi..” Sapanya.
“Akkhh.. Ibu bisa saja..” Jawabku. Cersex Polwan
“Sorry.., Pintunya sudah digembok, soalnya aku tinggal sendiri, jadi harus hati-hati.” Sambutnya.
“Oh.., Jadi ibu belum menikah too..? Sayang lho..! Wanita secantik ibu ini belum menikah..” Kataku merayu.
“Aaa.. Kamu merayu ya..?” Tanyanya.
“Enggak kok bu, saya berkata begitu karena memang kenyataannya begitu. Coba ibu pikir, ibu sudah mapan hidupnya, cantik luar-dalam, dan sebagainya dech..” Jelasku.
“Ehhkk.. Aku cantik luar-dalam, apa maksud kamu, aku cantik luar-dalam..?” Tanyanya lagi.
“Waduh.., Gimana ya, malu aku jadinya..?” Jawabku.
“Kamu nggak perlu malu-malu mengatakannya, kamu ingin sim kamu kembali nggak..?”
Ancamnya.”Eee.. Sekarang gini aja, kamu udah punya pacar khan..? Sekarang saya tanya, kenapa kamu memilih dia jadi pacar kamu..?” Tanyanya lagi.
“Eee.. Jujur aja bu, dia itu orangnya cantik, baik, setia dan cinta sama saya, that’s all..”
“Kalau seumpama kamu disuruh milih antara saya dan pacar kamu, kamu pilih saya atau pacar kamu sekarang..? Bandingkan aja dari segi fisik, oke.. Saya atau dia..?” Tanyanya memojokkanku.
“Eee.. Anu.. Anu.. Ee..,” Aku dibuat bingung tidak karuan.
“Ayo.. Jawab aja..! Kalau kamu tidak jawab, sim kamu tidak kukembalikan lho..!” Ancamnya lagi.
“Waduhh.., Gimana ya..? Ehmm.., Baiklah, saya akan jawab sejujurnya. Saya tetap akan memilih pacar saya sekarang.” Jawabku.
“Wow.., Kalau begitu dia lebih cantik dan semok dong dari saya..?” Jawabnya lirih.
“Eee.. Bukan begitu bu, saya memilih pacar saya walaupun dia sebetulnya kalah cantik dari ibu, dan segalanya dech..!” Jawabku. “Akhh.. Yang benar, jadi aku lebih cantik dan semok dari dia..?”
Tanyanya lagi.
“Jujur saja.., Ya.. Ya.. Ya..” Jawabku mantap.
“Ohh.., Aku jadi tersanjung dan terpikat dengan jawabanmu tadi..,” Katanya girang, “wah.. Jadi lupa aku, kamu nonton tv aja dulu di ruang tengah, aku mau ambil sim kamu di kamar.., Oke..?” Pintanya.
Lalu aku menuju ke ruang tengah, kuputar tv. Secara tidak sengaja, aku melihat tumpukan vcd.
Aku tertarik, lalu kulihat tumpukan vcd itu, lalu, ohh astaga, ternyata tumpukan vcd itu semuanya film “xx”, aku terkejut sekali melihat tumpukan film “xx” itu. Sebelum aku melihat satu-persatu, terdengar bunyi pintu dibuka. Lalu, ohh, aku terkejut lagi, ibu lilis keluar dari kamarnya hanya menggenakan daster pink transparan, di balik dasternya itu, bentuk payudaranya terlihat jelas, Cersex Polwan
Terlebih lagi puting susunya yang menyembul bak gunung semeru.
Begitu ia keluar, mataku nyaris copot karena melotot, melihat tubuh ibu lilis. Dia membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas.
“Kenapa..? Ayo duduk dulu..! Ini sim kamu.. Aku kembalikan..” Katanya.
Wajahku merah karena malu, karena ibu lilis tersenyum saat pandanganku terarah ke buah dadanya.
“Sim kamu, aku kembalikan, tapi kamu harus menolong saya..!”
Ibu lilis merapatkan duduknya di karpet ke tubuhku, aku jadi panas dingin dibuatnya.
“Sonn..?” Tegurnya ditengah-tengah keheninganku.
“Ada apa bu..?” Tubuhku bergetar ketika tangan ibu lilis merangkulku, sementara tangannya yang lain mengusap-usap daerah “xx”-ku. “Tolong ibu lilis ya..? Dan janji, kamu harus janji untuk merahasiakan hal ini, kalau tidak aku dor kamu..!” Pintanya manja.
“Tapi.. Saya.., Anu.., Ee..”
“Kenapa..? Ooo.. Kamu takut sama pacar kamu ya..?” Katanya manja.
Wajahku langsung saja merah mendengar perkataan ibu lilis, “iya bu..” Kataku lagi.
“Sekarang kamu pilih disidang atau pacar kamu..?” Ancamnya.
Dia kemudian duduk di pangkuanku. Bibir kami berdua kemudian saling berpagutan. Ibu lilis yang agresif karena haus akan kehangatan dan aku yang menurut saja, langsung bereaksi ketika tubuh hangat ibu lilis menekan ke dadaku.
Aku bisa merasakan puting susu ibu lilis yang mengeras. Lidah ibu lilis menjelajahi mulutku, mencari lidahku untuk kemudian saling berpagutan bagai ular. Setelah puas, ibu lilis kemudian berdiri di depanku yang dari tadi masih melongo, karena tidak percaya pada apa yang sedang terjadi. Satu demi satu pakaiannya berjatuhan ke lantai. Tubuhnya yang polos tanpa sehelai bnenangpun seakan akan menantang untuk diberi kehangatan olehku.
“Lepaskan pakaiannmu sonn..!” Ibu lilis berkata sambil merebahkan dirinya di karpet.
Rambut panjangnya tergerai bagai sutera ditindihi tubuhnya.
“Ayoo.. Cepat dong..! Aku udah gatel nich.. Ohh..” Ibu lilis mendesah tidak sabar.
Aku kemudian berlutut di sampingnya. Aku bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, karena malu.
“Sonn.. Letakkan tanganmu di dadaku, ayo ohh..!” Pintanya lagi.
Dengan gemetar aku meletakkan tanganku di dada ibu lilis yang turun naik. Tanganku kemudian dibimbing untuk meremas-remas payudara ibu lilis yang super montok itu. Cersex Polwan
“Oohh.. Enakk.., Ohh.. Remas pelan-pelan, rasakan putingnya menegang..” Desahnya.
Dengan semangat aku melakukan apa yang dia katakan.
Lama-lama aku jadi tidak tahan, lalu, “ibu.. Boleh saya hisap susu ibu..?”
Ibu lilis tersenyum mendengar pertanyaanku, dia berkata sambil menunduk, “boleh sayang.. Lakukan apa yang kamu suka..”
Tubuh lilis menegang ketika merasakan jilatan dan hisapan mulutku yang sekarang mulai garang itu di susunya.
“Oohh.. Jilat terus sonn..! Ohh..” Desah ibu lilis sambil tangannya mendekap erat kepalaku ke payudaranya.
Aku lama-lama semakin buas menjilati puting susunya, mulutnya tanpa kusadari menimbulkan bunyi yang nyaring. Hisapanku semakin keras, bahkan tanpa kusadari, aku menggigit-gigit ringan putingnya yang ohh.
“Mmm.. Nakal kamu..” Ibu lilis tersenyum merasakan tingkahku yang semakin “jozz” itu.
Lalu aku duduk di antara kedua kaki ibu lilis yang telah terbuka lebar, sepertinya sudah siap tempur.
Ibu lilis kemudian menyandarkan punggungnya pada dinding di belakangya.
“Ayo, sekarang kamu rasakan memekku..!” Ia membimbing telunjukku memasuki liang senggamanya.
“Hangat, lembab, sempit sekali bu..” Kataku sambil mengucek kedalaman liang kenikmatannya. “Sekarang jilat ‘kontol kecil’-ku..!” Katanya.
Pelan-pelan lidahku mulai menjilat klitoris yang mulai menyembul tinggi sekali itu.
“Terus.. Oohh.. Ya.. Jilat.. Jilat. Terus.. Ohh..” Ibu lilis menggerinjal-gerinjal keenakan ketika kelentitnya dijilat oleh mulutku yang mulai asyik dengan tugasnya.
“Gimana.., Enak ya bu..?” Aku tersenyum sambil terus menjilat.
“Oohh.. Soonn..” Tubuh ibu lilis telah basah oleh peluh, pikirannya serasa di awang-awang, sementara bibirnya merintih-rintih keenakan. Cersex Polwan
Lidahku semakin berani mempermainkan kelentit ibu lilis yang makin bergelora dirangsang birahi.
Nafasnya yang semakin memburu pertanda pertahanannya akan segera jebol. Dan aku akan unggul 1-0, ee.. Emangnya main bola.
Lalu, “oooaahh.. Soonn..!”
Tangan ibu lilis mencengkeram pundakku yang kokoh bagaikan tembok raksasa di china, sementara tubuhnya menegang dan otot-otot kewanitaannya mulai menegang, dan muncratlah ‘lahar’ibu lilis di mulutku. Matanya terpejam sesaat, menikmati kenikmatan yang telah kuberikan.
“Hmm.. Kamu sungguh lihai soonn.. Sekarang coba gantian kamu yang berbaring..” Katanya.
Aku menurut saja. Batang kejantananku segera menegang ketika merasakan tangan lembut ibu lilis yang mulai mempermainkan senjata keperkasaanku.
“Wah.. Wahh.. Besar sekali. Oh my god.. Ohh..” Tangan ibu lilis segera mengusap-usap batang keperkasaanku yang telah mengeras tersebut.
Segera saja benda besar dan panjang itu mulai berdenyut-denyut dan dimasukkan ke mulut ibu lilis.
Dia segera menjilati batang kemaluanku itu dengan penuh semangat. Kepala kejantananku itu dihisapnya keras-keras hingga aku jadi merintih keenakan. Cersex Polwan
“Ahh.. Enakkee.. Rekk..!” Aku tanpa sadar menyodokkan pinggulku untuk semakin menekan senjata keperkasaanku agar makin ke dalam mulut ibu lilis yang telah penuh oleh batang kejantananku.
Gerakanku makin cepat seiring semakin kerasnya hisapan ibu lilis.
“Ooohh bu.. Oohh.. Mulut ibu memang sakti.. Ohh.. I’m coming.. Ohh..”
Muncratlah laharku di dalam mulut ibu lilis yang segera menjilati cairan itu hingga tuntas.. Tas.. Tas.. Plass.
“Hmm.. Agak asin rasanya son punyamu.., Tapi enak kok..” Ibu lilis masih tetap menjilati kemaluanku yang masih tegak bagaikan tugu monas di jakarta, menara piza di italy, menara eiffel di paris.
“Sebentar ya.., Aku mau minum dulu..” Katanya setelah selesai menjilati batang kejantananku.
Ketika ibu lilis sedang membelakangiku sambil menenggak air putih dari kulkas. Aku melihat body yang wuih dan itu ohh, pantat yang bulat. Aku memang suka pantat yang bulat dan menantang. Aku tidak tahan cuma melihat dari jauh, lalu aku berdiri dan berjalan menghampirinya, lalu mendekapnya dari belakang.
“Sonn.. Jangan nakal dong, biar ibu minum dulu..!” Katanya manja. Cersex Polwan
“Aku tidak tahan melihat pantat ibu yang bulat dan menantang itu.” Kataku tak sabaran.
“Kamu suka pantatku, kalau gitu kamu tentu mau kalau nanti pantatku mendapat giliran untuk kamu obok-obok, bagaimana son..? Mau ngobok-ngobok pantat ibu..?” Tanyanya.
Aku terima tantangannya.
“Ohh.., Memang benar-benar wuihh..” Aku berkata sambil mengelus-elus pantat ibu lilis.
Lalu aku jongkok agar dapat jelas melihat, kusentuh lembut pantat itu dengan tanganku. Terus kucium, kuelus lagi, kucium lagi terus kujilat, lalu kubuka belahan pantat itu. Ohh.., Terhampar pemandangan indah dengan bau yang khas, lubang yang sempit, lebih sempit dari yang di depan dan sekitarnya ditumbuhi bulu-bulu yang lumayan lebat. Lalu kujulurkan jari telunjukku ke lubang yang sempit itu. Waktu aku coba memasukkan jariku ke lubang itu, terdengar jeritan kecil ibu lilis.
“Son.., Jangan keras-keras ya, nanti sakit.. Lho..”
Lalu aku mulai memasukkan step by step. Waktu jariku menembus lubang itu sepertinya tanganku mau disedot masuk ke dalam.
“Lubang ibu nakal juga ya, masa jariku mau dimakan juga..?”
“Akhh.. Kamu nakal dech.., Ohh son.. Coba sekarang kamu jilat ya..?” Pintanya.
Lalu kutarik jariku dari dalam lubang itu, lalu aku mulai menjilati lubang itu ehhmm.., Lumayan juga rasanya, asin-asin gurih. Cersex Polwan
Sementara itu, ibu lilis terdengar merintih keenakan. Lama-lama aku tidak sabar, dan terus kuberdiri dan tanpa basa-basi, aku langsung membalikkan badannya. Terus kulahap gundukan-gundukan daging di dada ibu lilis dengan nikmat. Sementara itu, ibu lilis mulai mendesah-desah dan menggelinjang. Kepalanya mendongak ke atas dan matanya terpejam.
Goyangan-goyangan lidahku yang terus menjilati puting susu ibu lilis yang tinggi dan lancip begitu bertubi-tubi tanpa henti. Ibu lilis menggerinjal-gerinjal dengan keras.
“Aaahh.. Uuhh.. Uuhh..” Desahan-desahan kenikmatan semakin banyak bermunculan dari mulut ibu lilis.
Geliat-geliatan tubuhnya semakin menjadi-jadi karena merasa sensasi yang luar biasa akibat sentuhan-sentuhan mulut dan lidahku pada ujung syaraf sensitif di payudaranya. Urat-urat membiru pun mulai menghiasi dengan jelas seluruh permukaan payudara yang super montok itu.
Masih dengan mulutku yang tetap berpetualang di dada ibu lilis yang juga masih menggelinjang, aku membopong ibu lilis ke kamar. Kujatuhkan tubuh ibu lilis di atas kasur spring bed yang sangat empuk. Saking keras jatuhnya, tubuhnya yang aduhai itu sempat terlontar-lontar sedikit sebelum akhirnya tergolek pasrah di atas ranjang itu.
Setelah itu, ibu lilis tetelentang di kasur dengan kaki-kakinya yang jenjang terjulur ke lantai. Tubuh bugilnya yang putih dan mulus beserta payudara yang montok dengan puting susu nan tinggi yang teronggok kokoh di dadanya, memang sebuah pemandangan yang amat menawan hati.
Lalu aku berlutut di lantai menghadap selangkangan ibu lilis. Kurenggangkan kedua kakinya yang menjejak di lantai. Dengan begitu aku dapat memandang langsung ke arah selangkangannya itu. Cersex Polwan
Bulu-bulu kemaluan yang tumbuh di padang rumput tipis yang menghiasi wilayah sensitif itu begitu menggelora nafsu birahiku. Aromanya yang segar dan harum membuat nafsuku itu kian meninggi.
Kudekatkan mulutku ke bibir vaginanya dan kujulurkan lidahku untuk mencicipi lezatnya lubang itu.
Tubuh ibu lilis terlonjak keras ketika kucucukkan lidahku ke dalam liang senggamanya. Kukorek-korek seluruh permukaan lorong yang gelap itu. Begitu hebat rangsangan yang kubuat pada dinding lorong kenikmatan tersebut, membuat air bah segera datang membanjirinya.
“Ooohh.. Uuhh.. Aahh..” Terdengar rintihan ibu lilis dari mulutnya yang megap-megap setengah membuka.
Kemudian aku berdiri. Dengan tangan bertumpu ke atas kasur, kucoba mengarahkan ujung penisku ke lubang vagina yang lumayan sempit yang tampak licin dan basah milik ibu lilis. Berhasil. Cersex Polwan
Perlahan-lahan kuhujamkan batang kemaluanku ke dalam liang senggama itu. Tubuh ibu lilis berkejat-kejat dibuatnya merasakan nikmat penetrasi yang sedang kulakukan saat ini.
“Aaahh.. Oohh..” Tak ayal jeritan-jeritan mengalir dari mulutnya.
Akhirnya batang keperkasaanku amblas semua ke dalam liang gelap yang berdenyut-denyut milik ibu lilis diiringi dengan jeritannya. Cersex Polwan
Kenikmatan ini kian bertambah menjadi-jadi setelah aku melakukan penetrasi lebih dalam dan intensif lagi. Gerakan memompa dari batang kejantananku di dalam kemaluan ibu lilis semakin kupercepat. Terdengar suara kecipak-kecipak dan lenguhan kami berdua karena terlalu asyiknya kami bersenggama.
Seiring dengan tangan yang kembali meremas-remas perbukitan indah yang menjulang tinggi di dada ibu lilis, batang kejantananku terus melakukan serangan-serangan yang tanpa henti di dalam lubang senggamanya yang bertambah kencang denyutan-denyutannya. Vagina memerah yang terus berdenyut-denyut dan amat licin akibat begitu membanjirnya cairan-cairan kenikmatan yang keluar dari dalamnya, terasa menjepit bnatang kejantananku.
Demikian sempitnya ruang gerak penisku di dalam lorong gelap itu, menjadikan gesekan-gesekan yang terjadi begitu mengasyikkan. Ini merupakan sensasi sendiri bagiku yang merasakan batang keperkasaanku seperti merasa diurut-urut oleh seluruh permukaan dinding vaginanya. Mulutku pun tak henti-hentinya menyuarakan desahan-desahan kenikmatan tanpa bisa dihalangi lagi.
“Oiihh.. Soonn.. Ohh..” Ibu lilis menjerit-jerit tidak karuan, sementara tubuhnya juga melonjak-lonjak dengan keras.
Sekuat tenaga kuhujam-hujam penisku dengan lebih ganas lagi ke dalam liang senggamanya.
Rasanya hampir habis tenaga dan nafasku dibuatnya. Tetapi nafsu birahi yang begitu menggelora tampaknya membuatku lupa pada kelelahanku itu. Ini dibuktikan dengan sodokan kejantananku yang berusaha menusuk sedalam-dalamnya. Bahkan berkali-kali ujung batang kejantananku sampai menyentuh pangkal liang tersebut, membuat ibu lilis menjerit keenakan.
“Soonn.. Soonn.. Aku.. Mau.. Keluar..” Ibu lilis melenguh kencang. Cersex Polwan
Ia merasakan sudah tidak bisa menahan klimaksnya lagi. Akan tetapi, aku belum merasakan klimaks sedikit pun. Langsung kutambah kecepatan genjotan-genjotan batang kejantananku di dalam liang senggamanya. Begitu buasnya sodokan-sodokanku itu, membuat tubuh ibu lilis bergoyang-goyang hebat, dia merintih.. Merintih.. Dan merintih. Akhirnya saat yang diharapkan itu tercapai.
Aku melenguh panjang merasakan laharku muncrat, menyusul ibu lilis yang sudah terlebih dahulu memperoleh orgasmenya. Begitu nikmatnya orgasme yang kurasakan itu sehingga membuat laharku bagaikan air bah menerjang masuk ke dalam liang senggama ibu lilis. Kami berdua mengejang kencang saat titik-titik puncak itu tercapai. Tapi kenapa batang kejantananku tidak mau istirahat, dan masih terlihat perkasa.
Dengan segera aku berlutut di atas ranjang. Kuminta ibu lilis untuk berlutut juga membelakangiku dengan tangan bertumpu di kasur, jadi dalam posisi doggy style. Kemudian lilis kudorong sedikit ke depan, sehingga pantatnya agak naik ke atas, yang lebih memudahkan batang kejantananku untuk melakukan penetrasi ke dalam lubang senggamanya. Setelah itu langsung kusodok kemaluan yang sekarang sudah terlihat agak merekah itu dengan batang keperkasaanku dari belakang. Cersex Polwan
Tubuh ibu lilis terhenyak hingga hampir terjungkal ke depan akibat kerasnya sodokanku itu, sementara mulutnya menjerit keenakan. Dalam sekejap, senjata-ku itu seluruhnya ditelan oleh vagina itu dan langsung menjepitnya. Jepitan liang senggama ibu lilis yang berdenyut-denyut menambah gairah birahiku yang memang sudah menggelora.
Dengan cepat, kutarik kejantananku sampai hampir keluar dari dalam liang senggamanya, lalu kutusukkan kembali dengan cepat. Kemudian kutarik dan kusodok lagi, seterusnya berulang-ulang tanpa henti. Doronganku yang keras ditambah dengan sensasi kenikmatan yang luar biasa membuat ibu lilis beberapa kali nyaris terjerembab. Namun itu tidak menjadi masalah sama sekali. Bahkan sebaliknya, membuat permainan kami berdua menjadi kian panas.
Lalu, “aah.. Ah.. Ah.. Ah..” Nafasku terengah-engah. Cersex Polwan
Kurasakan sekujur tubuhku mulai kehabisan tenaga. Tenagaku sudah begitu terkuras, tetapi aku belum mau berputus asa. Kucoba mengeluarkan sisa-sisa tenaga yang masih ada semampuku.
Dengan sedikit mengejang, kugenjot batang kejantananku kembali ke dalam luabng kenikmatannya sekuat-kuatnya. Ibu lilis pun tidak mau kalah, dia maju-mundurkan tubuhnya dengan ganasnya.
Akhirnya, ibu lilis melenguh panjang, muncratlah lahar-nya, disusul beberapa detik kemudian oleh kemaluanku.
Lalu secepat kilat kukeluarkan penisku dari dalam lubang kenikmatan ibu lilis dan langsung jatuh terkapar di kasur. Lalu, ibu lilis langsung meraih batang kejantananku itu dan dimasukkan ke dalam mulutnya. Ibu lilis mengocok penisku itu di dalam mulutnya yang memang agak kecil.
Namun ibu lilis berhasil melumat batang keperkasaanku dengan nikmatnya. Gesekan-gesekan yang terjadi antara kulit kemaluanku yang sensitif dengan mulut ibu lilis yang basah dan licin ditambah dengan gigitan-gigitan kecil yang dilakukan oleh giginya yang putih karena pakai “smile-up man”, membuat aku tidak dapat menahan diri lagi. Muncratan-muncratan lahar kenikmatan yang keluar begitu banyaknya dari batang keperkasaanku langsung ditelan seluruhnya, hampir tanpa sisa oleh ibu lilis. Sebagian meleleh keluar dari mulutnya dan jatuh membasahi kasur. Cersex Polwan
Belum puas sampai disitu, ia masih menjilati sekujur batang kejantananku sampai bersih total seperti sediakala. Bukan main!
Lalu kami berdua tergolek di atas tempat tidur dengan tubuh telanjang yang dibasahi oleh keringat dan lahar kami. Kemudian aku tertidur.
Tiba-tiba, “aaauuwww..,” Kepalaku sakit sekali, terus aku terbangun tetapi samar-samar aku melihat 3 orang sudah berada di sekelilingku. Semuanya memakai seragam putih-putih. Satu cowok dan 2 cewek. Setelah itu penglihatanku mulai jelas, dan benar dugaanku, aku sekarang berada di rumah sakit. Tapi bagaimana bisa..? Terus apa yang kulakukan tadi itu gimana..?
Agar aku tidak penasaran, kubertanya pada dokter. Lalu dia menerangkan bahwa aku mengalami kecelakaan, terus terjadi gegar otak ringan di kepalaku. Jadi apa yang kulakukan tadi itu hanyamimpi. Ohh.. Betapa malangnya nasibku, ya nasib, ya nasib.
TAMAT -- INIDEWA
Video + Cerita Sex HUBUNGAN TERLARANG DENGAN PAPA TIRI
0
INIDEWA - Terlarang Dengan Papa Tiri Sebagai anak angkat, saya harus menjadi anak yang baik dan mematuhi orang tua angkat saya. Mereka telah mengadopsi saya sejak saya berusia tujuh tahun. Sekarang saya berusia 18 tahun, dan saya masih menjadi bagian dari keluarga angkat saya. Meski sekarang mereka memiliki anak sendiri, yang baru berusia 5 tahun. Sejak itu, ibu angkat saya menjadi berbeda dari saya.
Jika itu baik, itu telah berubah sekarang, sejak kelahiran anak kandungnya. Tetapi saya masih bersyukur bahwa ayah angkat saya, papa dodi, baik dan sayang kepada saya, merayakan ulang tahunnya yang ke-40. Banyak keluarga dan kolega hadir di acara ini, ayah adalah pria yang baik, dan dia terlihat hebat.
Ada juga banyak teman retno yang suka menggoda ayah mereka, dan dia mengatakan bahwa retno beruntung memiliki ayah yang tampan dan baik. Mereka tidak tahu saya adalah anak angkat, juga pacar saya vian. Dia tidak tahu aku anak adopsi, meskipun aku sudah berkencan dengannya sejak aku masuk sekolah ini. Ini berarti kami telah berpacaran selama hampir 3 tahun dan bahkan jika kami berhubungan seks seperti dalam cerita seks.
Karena itu biasanya dilakukan oleh remaja seperti saya, karena itu saya sangat menyayangi pacar saya vian. Hampir setiap hari, kami selalu sendirian di sekolah, dan kami akan selalu mencuri waktu untuk melakukan adegan seperti dalam cerita seks. Sore itu saya pergi ke rumah vian tanpa sepengetahuannya, saya pikir saya ingin mengejutkannya sampai saya membawakan makanan kesukaannya.
Tapi aku terkejut ketika aku memasuki kamar vian. Saya melihat dia bercumbu dengan rekan saya, gita. Dia mengatur pakaiannya, dia muak lagi dan lagi.
Karena saya tahu apa yang mereka lakukan, saya meninggalkan rumah vian dengan cepat. Yang selalu pendiam karena orang tua yang sibuk yang jarang di rumah, aku menangis dan terus menangis di taksi yang membawaku pulang, sejak hari itu aku tidak lagi menyapa vian. Bahkan ketika dia memaksaku untuk berbicara dengannya di sekolah, aku langsung menangis histeris.
Dalam hatiku, aku membenci vian, pria yang baik padaku, jadi aku menyerahkan segalanya padanya. Aku jarang keluar rumah, aku tidak lagi bergaul dengan teman-temanku, walaupun di rumah aku akan selalu merasa pusing oleh mama yang sering marah denganku. Hanya ayah dodi yang baik padaku.
Sampai kami memiliki hari yang jauh dari ibu dan saudara perempuan saya, mereka mengadakan acara keluarga di luar kota. Saya tinggal bersama ayah saya di rumah, meskipun sebelum ibu saya pergi, rasanya tidak enak, karena dia tidak pergi bekerja dan tidak bekerja selama 3 hari. Saya merasa kasihan padanya meskipun memiliki asisten keluarga kami.
Tapi aku sangat sedih melihat ayah karena aku yang merawatnya sehingga dia lebih segar setelah 3 hari. Pagi itu saya datang ke kamar ayah saya setelah saya selesai mandi, saya langsung pergi sarapan dan tidak melihat server saya tahu bahwa dia berbelanja pada jam seperti sekarang. Dengan langkah yang tidak stabil aku pergi ke kamar ayahku dan sepertinya berada di kamar mandi.
Saya tidak tahu keberanian ketika saya mendekati kamar mandi, lalu saya melihat apa yang dilakukan baba di sana, ternyata baba memainkan pistolnya dengan tangannya. Aku juga merasa kasihan padanya karena aku tahu dia juga membuat heboh seperti kisah seks 17 tahun, dan akhirnya aku akan merasa emosional dan tanpa cacat sedikit pun di kamar mandi ayahku.
Papa terkejut melihat saya “reetno .. Apa yang kamu lakukan di sini ..” Saya tidak menjawab pertanyaan ayah saya, tetapi saya segera menculiknya dan kemudian duduk berhadap-hadapan di depan kemaluannya, perlahan tapi perlahan meraih kemaluannya dan lalu menciumnya di mulutku “aku tidak …” awalnya ayahnya menarik tubuhnya tetapi begitu aku memainkan kemaluannya di mulutku. Cersex Sama Mama
Saya juga berbalik untuk berbicara dan menikmati ciuman di mulut saya “aaaagaggggghhhh … aaaagggggghghhhhh … iaaaaang … aaaaaggggghhhh ..” Dia menutup matanya sambil memegangi kepalaku, sementara aku sedang bermain dengan penisnya mulai dari kulum sampai aku kulum sampai saya mengisap telurnya “oooouuggggghh … meaaang … aagagghh … aagggghhhhhhh … aaagggghh ..”.
Papa tidak lagi malu pada saya, dan dia tampaknya menyadari bahwa saya juga tidak secara fisik dan berdarah. Ayah dick tumbuh lebih besar dan tegak, menggendong tubuh saya dan meletakkan saya di tempat tidurnya. Saya segera melepas pakaian saya dan menambahkannya untuk memotivasi ayah saya untuk melihat kurva saya lebih kecil dari ibu saya.
Dia juga menghancurkanku ketika penisnya mampu menembus paha dan aku akan menghela nafas sambil melingkarkan lenganku di lehernya “yaaaccchhhh … aaaagggghhh … yaaaaacchhh .. Paaa … itu … paaaa …. Aaagggggghh … aaaaaagggghhhh .. Aaaggghh .. Aku menebus ayah butt shake, sepertinya puas dengan itu, karena dia terus menatapku dengan tajam. Cersex Sama Mama
Papa mendesah terlalu berat dan membuatku mual. Aaaggghh paaa .. Aagggghhh ..aaggghh … teruuuus … paaa …” senjata ayahku benar-benar besar, sama sekali berbeda dari alvin, mantan pacarku, ayahku sangat kuat. Ayunan. Tanpa merasakan kelelahan sedikit pun, dia juga menerima wajahku dan menjawabnya dengan lembut.
Jadi kurang dari setengah jam kami akhirnya mengayunkan papapun untuk waktu yang lama “oooouuggggghhh …. Aaaggggghh … aaaagggghhh … aaaaagggghghhh … aaaaaaggghh …” dan meremas lebih dalam ke dalam kontol sampai aku merasakan lendir yang kencang mengalir ke alat kelamin saya, memeluk ayah saya memeluk tubuh saya. Kami sangat nyaman melakukan adegan ranjang. Cersex Sama Mama
Hingga akhirnya, saya langsung bangun karena takut menemukan pelayan yang akan segera datang. Tapi sejak itu saya melakukannya dengan ayah dodi, anehnya saya sama sekali tidak menyesal bahkan di hati saya merasa ada perasaan untuk ayah, seperti sepasang kekasih yang menderita penyakit cinta. Saya tidak lagi berpikir ayah saya adalah ayah angkat saya.
TAMAT -- INIDEWA
Video + Cerita Sex KAKAK IPAR KISAH NYATA KRISTIAWAN
0
INIDEWA - Kakak Ipar Kisah Nyata Kristiawan Namaku kristiawan. Aku biasa di pangil iwan. Kedua orang tuaku sudah meninggal, ketika itu aku baru kelas 2 smp, aku terpaksa ikut mas bram. Dia adalah anak ayah dari isteri pertama. Jadi aku dan mas bram lahir dari ibu yang berbeda. Mas bram ( 30 tahun ) orangnya baik dan sayang kepadaku, tapi istrinya……… wah judes, dan galak. Ketika ibuku meninggal, yang mengakibatkan aku jadi sebatang kara di dunia, mas bram baru seminggu menikah.kehadiranku di keluarga baru itu, tentu sangat mengganggu privasi mereka. Rumah kontrakan sempit hanya ada tiga kamar. Kamar tidur, kamar tamu dan dapur. Aku merasakan sikap yang kurang enak ini sejak aku hadir di situ.
“Wan, kamu tidur di kursi tamu dulu, ya…? Atau di karpet juga bisa. Kamu tau kan, memang tidak ada tempat?” Mas bram menyapaku dengan lembut.
”Sama mbak-mu harus nurut. Bantu dia kalu banyak pekerjaan” aku hanya mengangguk.
Aku tidak begitu akrab dengan mas bram, karena memang jarang bertemu. Aku di jogja, mas bram kerja di semarang. Nengok ibu (tiri) paling setengah tahun sekali. Sambil mengirim uang buat biaya sekolah aku. Kakak lalu berangkat kerja. Dia adalah sopir truk antar- propinsi. Saat itu aku putus sekolah. Di jogja belum keluar, tapi di semarang belum masuk ke sekolah baru. Sehari-hari di rumah sempit itu menemani kakak ipar yg baru seminggu ini kukenal. Rasanya aku tidak krasan tinggal di “neraka” ini. Tapi mau ke mana dan mau ikut siapa? Pagi itu aku sudah selesai menjemur pakaian yang dicuci mbak lilis. Kulihat dia lagi sibuk di dapur.
“Mbak, saya disuruh bantu apa?” Aku mencoba pedekate dengan mbak lilis.
“Cah lanang, bisanya apaaa. Sana ambil air, cuci gelas, piring dan penuhi bak mandi.” Sakit telinga dan hatiku mendengar perintahnya yang kasar.
Tanpa ba-bi-bu semua kulaksanakan. Karena tak ada lagi yang mesti dikerjakan lagi, iseng-iseng aku nyetel radio kecil di meja tamu (kakak gak punya tivi)
“E…malah dengerin radio……….sana belanja ke warung” aku diberi daftar belanjaan.
Untungnya aku sudah biasa membantu ibu ketika beliau masih ada. Aku hidup bersama ibu sejak kecil, karena ayah sudah lama meninggal. Agak jauh warung itu. Aku tidak malu-malu dan canggung beli sayuran, malah bu salamun, yang jual sayur heran.
“Mbok, nyuruh pembantunya, to cah bagus. Kok belanja sendiri.” Aku cuma senyum saja.
“Ini, mbak, belanjaannya. Ini susuknya.” Kuserahkan tas kresek dan uang kembalian, tapi mbak lilis tetep sibuk marut kelapa. Kutaruh saja tas kresek itu di kursi kayu dekat kompor minyak. Memang kesannya dia baru marah.
Padahal aku tidak merasa melakukan kesalahan apa pun. Tanpa disuruh aku ikut mengupas bawang, memetik sayur dan menyiapkan bumbu yang tadi kubeli.
“Mau bikin sayur lodeh,to mbak?”
“Sok tau………..” Jawabnya ketus.
Dia mulai masak. Aku keluar saja. Ada rasa ngeri deket-deket orang marah. Di luar aku nggak berani dengerin radio lagi. Ingin rasanya aku menangis dan pergi dari rumah ini. Aku duduk di teras rumah melihat orang berlalu lalang di depan rumah. Tiba-tiba aku membaui masakan yang gosong. Tapi aku tidak berani masuk. Takut dibentak istri mas bram yang cantik tapi guualakke pol itu.
“Iwaaannnnn…………..sini” mbak lilis berteriak memanggil.
Aku bergegas masuk. Kulihat dapur berantakan. Panci sayur di lantai, sayur tumpah. Kursi tempat menaruh bumbu sudah terguling.bumbu bertebaran di lantai. Dan…. Kompor menyala besaar sekali. Untung aku tidak ikut panik dan bisa berpikir cepat.
“Mbaaaakk…kenapa tanganmu?” Kulihat tangannya merah melepuh, tangan mbak lilis sepertinya ketumpahan kuah tapi perhatianku lebih tertuju pada kompor yang menyala besar sekali,. Cepat kuambil keset di ruang tamu, kubasahi dengan air cucian dan kututupkan ke kompor yang menyala itu.
Sesaat kemudian kompor itu padam. Cepat kupetik papaya di depan rumah ( padahal itu milik lik yanto, tetangga) kubelah pakai pisau. Lalu getahnya kuusapkan ke tangan mbak lilis yang melepuh.
“Jangan…nanti sakit….ngawur….aduuuuh,,,” mbak lilis menangis dan aku nekad menutup lukanya iu dengan sayatan-sayatan papaya mentah.
Luka itu akhirnya tertutup semua dengan sayatan buah papaya. Keliatannya usahaku berpengaruh. Mbak lilis agak tenang sekarang.
“Sudah dingin, mbak?” Aku menatap dengan iba kakak iparku yang malang ini.
Air matanya meleleh. Dia diam membisu sambil menggigit bibirnya menahan sakit. Pasti panas dan perih, aku tahu itu. “Wan, kita gak bisa makan siang.” Akhirnya keluar suara mbak lilis, pelan tidak galak lagi.
“Wis mbak, istirahat saja, masih sakit kan?” Kutegakkan kursi yang terguling dan kutuntun mbak lilis duduk.
Dapur segera kubersihkan. Kompor bisa menyala lagi. Sisa-sisa bumbu yg ada kupakai untuk masak sayur pepaya. Aku sudah terbiasa membantu ibu, jadi ini hanya suatu kebiasaan. Mbak lilis hanya melihat aku sibuk di dapur tanpa komentar. Dia terus-terusan mengaduh kesakitan. Tapi aku mendahulukan selesainya pekerjaan di dapur. Sayur sudah masak. Nasi sudah ada. Semua kuatur di meja tamu yang sekaligus menjadi meja makan.
“Mbak, mau makan? Tak ambilke, ya?” Mbak lilis hanya memandangku dengan mata basah.
“Wan, kamu baik, ya? Terimasih, ya dik, tapi kedua tanganku melepuh begini, dan ini perutku perih sekali. Kulihat perut mbak lilis,
Astaga…. Ternyata daster sebelah kiri sudah terbakar dan perut mbak lilis bengkak kemerah-merahan. Aku cari sisa-sisa irisan papaya tadi. Aku parut lembut dan kuparamkan di perutnya. Waktu itu aku tidak berpikir macem-macem, karena perhatianku pada penderitaannya. Dia agak tenang sekarang.
“Ambilkan daster mbak yang utuh di lemari, wan. Yang kupakai ini dibuang saja, sudah separo terbakar.” Aku ambilkan daster pink di lemari lalu….aku berhenti dan termangu di depan mbak lilis.
“Ayo, buka daster yang terbakar ini. Tolong diganti dengan yang kamu ambilkan tadi.” Mbak lilis melihat keraguanku tadi.
‘Pelan, pelan…. Ada yang masih lengket di kulit…ssss… adduuuh” akhirnya daster itu bisa kulepas.
Baru kali ini aku melihat dengan jelas dan dari dekat, wanita setengah telanjang. Mbak lilis berkulit putih bersih. Perutnya rata dan…. Yang terbungkus di bra hitam itu bulat putih dan besaar. Aku terpesona sesaat.
“Ayoooo….. Dingiiin, wan. Cepat ambil daster pink itu” aku tersadar dari pesona keindahan di depanku segera memakaikan daster itu. Siang itu aku menyuapi mbak lilis.
“Enak, wan, masakanmu. Kamu kok bisa masak, to?”
“Halah, aku cuma liat ibu masak dan sering membantu ibu.” Tapi dalam hati aku bangga memperoleh perhatian seperti itu.
Lik yanto dan mbak saodah, isterinya, datang menengok dan memberi salep dingin. Tiap hari, pagi dan sore aku mengolesi luka-lukanya. Kedua tangan, jari, dan perutnya. 3 Hari aku merawat mbak lilis ……. Suasana sudah berubah total. Keadaan dia, dua tangannya nyaris nggak bisa pegang apapun. Telapak tangan melepuh, membuat dia menyadari bahwa saat itu, aku diperlukan, selama mas bram belum pulang. Karena tiap pagi dan sore, mengepel tubuhnya, aku bisa melihat dari dekat seperti apa tubuh wanita dewasa itu.
Saat aku mengelap tubuhnya, aku jadi tau, bentuk payudaranya yang bulat dan kenceng, putingnya yang coklat dipucuk gunung putihnya, saat kulepas celdamnya, bisa kulihat bibir bawahnya yang indah berambut tipis. Pangkal pahanya lebih putih daripada sekitarnya. Memang mbak lilis wanita cantik sempurna. Kakakku tidak salah memilih pasangan hidupnya. Mas bram ganteng, mbak lilis cantik. Hidungnya mungil tapi tidak pesek. Runcing indah di atas bibirnya yang mungil. Seperti yuni shara, tapi tubuh kakakku jauh lebih besar dan lebih tinggi.
Tanpa kusadari, aku kok merasa asyik merawat kakakku ini. Pengen nya hari segera sore atau kalau malam ingin segera pagi. Ada kerinduan untuk melihat keindahan itu. Ah, berdosakah aku? Sering aku diam melamun diombang-ambingkan perasaan ingin menikmati tapi juga merasa bersalah kepada mas bram. Setelah tiga hari hanya di lap dan dipel dengan handuk basah., Pagi itu dia minta dimandikan dengan air hangat. Kusiapkan air hangat di baskom. Mbak lilis duduk di kursi kayu, kamar mandi kubiarkan terbuka, agar ruangan lebih luas dan aku bisa ikut masuk mengguyur tubuhnya dan memandikannya. Aku merasakan kehalusan kulitnya saat aku menyabuni tubuhnya.
Pahanya yang mulus dan bersih, pundak dan lehernya yang jenjang dan putih. Tadinya aku ragu-ragu untuk menyabuni susunya. Tapi mbak lilis dengan “marah” memaksaku menyabuni bukit kembarnya itu.
“Wan, terus saja gosok dan putar-putar di situ, biar bersih.” Perasaan sudah bersih banget, kenapa disuruh menyabuni terus.
Melihat kemontokannya terasa celanaku jadi sempit.
“Nah. Diputar putar gitu, wan. Terus dari bawah diangkat sambil digosok.” Mbak lilis terus member pengarahan.
Kusangga payudaranya naik, lalu sedikit kuremas dan kupijit. Mbak narti tidak protes, cuma memandang ke payudaranya yang semakin menggembung montok itu. Apalagi kedua tangannya diangkat naik karena takut telapak tangannya yang luka terkena air, sehingga keteknya yang bermbut tipis itu terbuka lebar. Payudaranya terangkat naik.
“Sekarang, ambil air lagi, diguyur pelan-pelan. Sambil dihilangkan sabunnya.” Kuguyur merata, dan sisa-sisa busa larut ke bawah menampakkan kecerahan kulitnya yang semakin terang.
Aku yakin tanpa lampu pun kamar mandi itu akan terang benderang karena kecerahan kulitnya.
“Dikosoki, wan biar dakinya ilang.” Mbak lilis mengulang lagi.
Mulutku terkatub rapat sambil menggigit bibir, menahan perasaan aneh di hati, kugosok-gosok sisa sisa sabun yang terasa licin itu. Memang enak rasanya menyentuh daging empuk ini. Aku malah setengah meremas pada ujung-ujungnya. Aku heran kenapa pucuknya keras. Kenapa setiap aku remas ujung susunya, mbak lilis memejamkan matanya.
“Masih sakit, mbak?” Dia cuma menggeleng tapi tetap mata terpejam.
“Wan, sudah tiga hari ini mbak nahan untuk tidak ke wc, tapi perutku sudah sakit banget. Aku mau ke wc, nanti tolong kamu semprot ya anuku, pakai toler air. Tanganku masih melepuh.” Mbak lilis jongkok di wc, pintu kututup. Wah, baunya sampai juga di luar.
Aduuuh, tugas berat nih, keluhku dalam hati membayangkan kotoran yang baunya saja sudah begitu menyengat. Kupijit hidungku.
“Wan, buka pintu wc dan semprot aku ya” kudengar suaranya dari dalam.
Sudah kusipkan air yg kuberi sedikit obat pel yang wangi. Kubuka kran dan kutembakkan “water kanon” itu untuk membersihkan kotoran yang menempel di sana. Lalu mbak lilis membalikkan badan, membelakangiku. Pantatnya yang besar dan putih itu terpampang di hadapanku,
”Semprot, wan….!” Aku arahkan dari bawah air itu menyemprot lubang anusnya.
“Sudah bersih belum wan?” Mbak lilis nungging, terlihat dua lubang dobel. Berwarna pink semuanya. Ooo, seperti ini bentuk tempik perempuan dewasa dari dekat? Celanaku semakin
mengggembung.
“Sudah belum? Kok lama sekali lihatnya?” Dia protes
“Ssssuudah…mbak, jelas sekali…eeehh bersih sekali” aku jadi salah tingkah dan keseleo lidah.
“Sekarang ambil sabun. Tolong sabunilah biar hilang baunya. Tanganmu gak akan kena kotoranku lagi” haaaa…. Menyabuni “ituuu?” Aku kok jadi bersemangat, tapi kusembunyikan kegiranganku itu dengan bersikap senormal dan setenang mungkin. Cersex Kakak Ipar
Kugosok anusnya dengan sabun, lalu kemaluannya secukupnya, kemudian kubilas lagi dengan semprotan air wangi tadi.. Pengin-nya aku mau lama- lama, tapi aku malu. Waktu meraba belahan kemaluan mbak lilis tadi, punyaku berkedut-kedut hebat seperti mau kencing.
“Wan, kok cepet-cepet, ya nggak bersih dong.” Sergah mbak lilis dengan raut marah.
”Ayo lagi” aku ambil sabun lagi.
Lubang duburnya kuusap-usap pelan, dari belakang kulihat bokong putih itu terangkat-angkat saat aku mengusap tadi. Seluruh permukaan bokongnya kusabuni dengan penuh perasaan. O, bersihnyaaaa..ooo putihnya…. Lalu kutelusupkan jariku maju ke “garis” di depan sana. Ternyata jariku “keceplos” ke dalam alur yang basah dan hangat. Di dalam terasa ada keduta-kedut yg menjepit jariku. Seperti aliran listrik, menjalar ke celanaku terasa juga kedutan kedutan liar di yang semakin terasa.
“Terus saja, wan, teruussss….. Nah.. Pinter kamu, wan…” mbak lilis menggumam seperti ngomong sendiri.
Aku semakin tak bisa menahan kedutan di celanaku. Tak terasa dan tak kusadari, jariku bergerak menusuk semakin dalam ke “sana” seiring rasa yg kurasakan. Ujung jariku terasa menggapai-gapai sesuatu yang menonjol di dalam “sana” dan mbak lilis mendesis ;
“Aaaaahhhh.. Ssssshhh…” mendengar rintihan mbak lilis, aku semakin “menderita” karena ada semacam gelombang getaran yang mau menjebol benteng.
Jariku bergerak maju-mundur semakin cepat, dan gelombang itu semakin mendekat.
”Aaaahhhh…mbak..” Bersamaan dengan itu mbak lilis juga merintih,
”Ahh ssshhh,,,, aku keluaarrrr… oooohhhh” aku merasa ada yang keluar di celanaku.
Aku ngompol! Padahal aku tidak tidur? Tapi kok enaaak sekali? Tiba-tiba aku merasa malu, takut kalau mbak lilis menoleh dan melihat celanaku basah. Mbak lilis keliatan lemes tapi wajahnya mengekspresikan kepuasan. Setelah kulap dengan handuk seluruh tubuhnya, aku kenakan daster yang bersih. Rambutnya aki sisir rapi. Mbak lilis diam saja dengan sikap manis. Pagi ini terlihat dia sangat cantik. Sambil menyisir rambutnya, kupandangi sepuasnya makhluk cantik di hdapanku sepuas-puasnya.
Seminggu kemudian mas bram pulang. Perban sudah dilepas, tapi tangan jadi belang.
“Kenapa, sih, tanganmu?” Mas bram terlihat kuwatir.
“Kompornya meledak. Untung ada pahlawan kecilmu.” Mas bram mengelus kepalaku. Dia tersenyum.
Aku jadi bangga campur nalu. Aku khawatir mbak lilis cerita kalau aku menyeboki dia. Aku berdebar- debar terus. Untung mbak lilis malah cerita kalau aku ternyata pinter masak. “Dik narsih, wantadi ini juara masak dalam lomba masak di sekolahnya. Dia juga bintang lapangan basket.” Pujian mas bram membikin aku semakin malu saja. Meskipun itu memang benar.
Malam itu aku sudah bebas tugas menjaga mbak lilis. Kecuali tangannya sudah pulih, mas bram sudah datang. Jadi biarlah semuanya dilayani oleh suaminya. Aku menjatuhkan diri di sofa kamar tamu disergap rasa lelah luar biasa dan langsung tertidur lelap. Padahal itu baru jam enam sore. Tengah malam, aku terjaga. Sayup- sayup aku mendengar suara orang menangis, tetapi diberangi suara mendengus- dengus….aku diam mendengarkan. Itu datangnya dari kamar mas bram. Ahhh… rupanya mas bram sedang “anu” dengan mbak lilis. Aku harus pura-pura tidur lelap. Aku merasa tidak sopan kalau nguping kegiatan mereka.
Tetapi mataku tak mau dipejamkan lagi. Aku memang sudah puas tidur sejak petang tadi. Sekarang mendengar suara mbak lilis nerintih dan menangis…. Jadi ingat kejadian di kamar mandi kemarin. Terbayang lagi tubuh mbak lilis yang seksi dan putih mulus. Wajah cantiknya ketika menangis sambil berkata,
” Kamu …baiiik… wan”. Ada perasaan aneh menguasai diriku. Cersex Kakak Ipar
Tak ada lagi wanita galak, yang ada wanita cantik yang pernah aku raba seluruh tubuhnya. Beraneka pikiran berkecamuk di kepala mengantarkanku ke alam mimpi indah, bertemu wanita cantik… wanita itu memperliatkan tubuhnya yang telanjang bulat. Kemaluannya didekatkan ke batangku dia mendekatkan lubang itu ke arahku lalu memasukkannya ke sana. Suatu rasa yang nikmat menjalari sekluruh pori-pori kulitku dan…….ketika terbangun celanaku basah. Tak terasa sudah dua bulan aku ikut mas bram. Beliau masih sering tugas luar kota. Kali ini beliau ada di lampung dan palembang selama dua bulan. Gaji hanya dititipkan kantor. Aku sering disuruh mbak lilis mengambil gajinya di kantor mas bram.
Meskipun mbak lilis sudah baik, tapi sifat judesnya tak mau hilang. Mungkin sudah pembawaan. Wah…. Kalau memerintah… harus dilaksanakan tanpa protes. Aku membuat kelalaian sedikit saja, bisa dia “menyanyi” sepanjang hari. Maka aku harus hati-hati kalau ngomong atau bertanya sesuatu. Aku harus membereskan semua pekerjaan di rumah, baru aku berani keluar untuk maen. Paling suka aku ke lapangan maen sepakbola dengan anak- anak tetangga pada sore hari. Kalo pagi aku suka
“menghilang” di rumah oom yanto tetangga depan rumah untuk baca koran atau majalah. Bulik saodah cukup ramah. Dia mengerti kalo aku sedang “mengungsi” di situ, aku sering curhat kepada
om yanto dan isteriya tentang perlakuan mbak lilis.
“Kenapa ya, makin hari mbak lilis makin sering marah- marah tanpa tahu sebabnya?”
“Sabar dan cuek saja. Mungkin dia jengkel karena mas bram nggak pulang-pulang.” Om yanto mencoba menganalisa.
“Maklum kan manten anyar?”
“Dia tidak marah sama kamu dik iwan,” bulik saodah menambahkan,
“ Tapi sama keadaan rumah yang membosankan. Dia butuh hiburan, penyegaran.” Aku sedikit memahami penjelasan mereka. Cersex Kakak Ipar
“Dik iwan saya nilai anak yang baik, lho. Jaman sekarang, hampir tidak ada anak laki-laki yang bisa trampil ngurus pekerjaan rumah tangga.” Bulik mencoba memberi support dan aku merasa terhibur.
Meskipun aku di rumah om yanto, tetapi aku selalu mengawasi keadaan rumah. Supaya kalau sewaktu-waktu dicari, aku sudah siap datang. Terlambat sedikit, bisa pecah kemarahannya. Jam satu, saatnya makan siang. Aku harus pulang, menyiapkan meja makan. Memang aku merasakan, sepertinya aku ini bukan sebagai adiknya mas bram, tetapi lebih sebagai pembantu rumah tangganya mbak lilis. Tetapi sampai di rumah, aku melihat piring kotor dan gelas kosong di meja makan. Sayur juga sudah ada di meja makan. Berarti mbak lilis sudah makan. Tetapi kok nggak ada. Aku menengok ke kamar tidurnya, tidak ada. O, pasti di kamar mandi. Ya, sudah aku makan sendiri saja.
Baru satu sendok aku makan, terdengar suara dari kamar mandi,
“Hooeeeek……” aku berhenti makan dan berdiri bimbang, harus apa aku?
“Hoooeeeek….” O, mungkin ini tanda mbak lilis hamil.
Aku mendekati pintu kamar mandi. Cersex Kakak Ipar
“Sakit, mbak?”
“Hoooeeeek…” itu jawabannya.
Aku mencoba mengetuk pintu kamar mandi yg terbuat dari seng itu, ternyata tidak dikancing, kriiiit… terbuka dengan sendirinya. Judi domino
“Wan, aku mual banget.” Aku masuk dan menggandengnya keluar. Kududukkan di kursi ruang makan. Dia lalu merebagkan kepalanya di meja makan. Lemas. Badannya basah kuyup keringat dingin.
“Sudah makan, mbak?” Sebetulnya aku nggak perlu tanya, jelas baru saja dia makan dan habis banyak. Itu bisa dilihat dari sisa nasi di tempat nasi. “Sudah. …..wan….bawa aku ke tempat tidur.”
Lirih suaranya.
Kupapah jalannya ke kamar. Satu tangannya di pundakku. Satu tanganku di pinggangnya. Kurebahkan pelan-pelan tubuhnya dan kuberi bantal yang agak tinggi.
‘Kamu kok lama sekali di rumah mas yanto. Enak di sana ya?” Pelan suaranya, tapi terasa menusuk perasaanku. Merasa bersalah. Cersex Kakak Ipar
”Aku …aku cuma baca-baca koran kok mbak. Di rumah kan nggak ada bacaan.”
“Aku tau wan” mbak lilis meraih tanganku disuruh duduk di tepi tempat tidur.
“Mbak lilis galak, kan?” Aku benar-benar jadi kikuk.
Mau ngomong apa? Mau bilang tidak, nyatanya memang dia galak. Mau bilang nggak, pasti dia tau kalau aku bohong.
“Aku cuma takut saja, mbak, kalau pas marah.”
“Maafin mbak, ya wan. Aku merasa sendirian kalau kamu pergi main atau kamu begitu krasan di rumah mas yanto.” Mbak lilis menarik diriku hingga mukaku jatuh ke wajahnya. Diciumnya bibirku. Lidahnya memaksa mulutku untuk terbuka. Di kulumnya bibirku. Aku gelagapan, tapi aku tidak berusaha menghindar. Rengkuhan tangannya begitu lembut penuh kehangatan. Kita berdua berciuman beberapa saat.
Mula-mula aku pasif tapi lama-lama aku bisa mengikuti caranya. Lidanya pun kadang kusedot. Karena aku tidak bisa benafas aku mencoba melepaskan diri.
“Wan, …… jangan tinggalkan mbak sendirian” matanya sayu dan mengiba.
Sama sekali tidak terlihat galak dan judesnya. Sungguh penampilan yang sangat berbeda.
“Bisa pijit aku ya wan, biar agak enteng mualku?” Pintanya sambil memegang erat kedua telapak tanganku. Tatapan matanya menyihirku untuk mengangguk. “Pintunya ditutup dulu, nanti ada kucing masuk” aku segera menutup pintu depan. Memang kucing putih punya tetangga sudah dua kali membongkar tudung saji di meja makan.
Aku kembali ke kamar sambil membawa obat gosok. Cersex Kakak Ipar
“Gak usah pake minyak itu. Panas. Dipijit saja pelan-pelan. Lututnya dinaikkan dan roknya melorot ke pangkal paha. Kini nampaklah pahanya yang putih itu. Kupijit lututnya pelan-pelan. Aku tidak berani pegang pahanya. Tetapi dia malah menarik roknya lebih ke atas dan menyuruh pijit pahanya. Aku pijit dengan ragu-ragu. Telapak tanganku merasakan kulit mbak lilis begitu hangat. Pijatan-pijatan ku menjadi tidak terarah, karena saat kulirik ke atas, di pangkal paha itu….. Tak ada secuil kain pun menutupi kemaluan mbak lilis. Keringat bermunculan di wajahku, mataku jadi terasa panas. Gigiku gemeletuk seperti kedinginan. Aku heran, kenapa aku ini. Apa aku ketularan sakitnya mbak lilis.
“Mijitnya pindah ta, wan. Kok di situ terus. Paha yang satunya.” Sambil bilang begitu dia mengangkat pantatnya dan melolos roknya lepas. Cersex Kakak Ipar
Kini tubuhnya bugil-sebugil- bugilnya. Tanganku dipegang dan dituntun ke garis di tengah tenpiknya. Aku menurut saja. Kuurut-utur bibir bawahnya yang segera basah dan terbuka sendiri. Kulihat cairan bening mengalir. Tubuhku semakin gemetar dan rasanya ingin sekali aku kencing. Kemaluanku mengeras sehingga seperti terjepit rasanya.
“Mbak, aku mau pipis dulu….” Aku memberanikan diri memohon.
“Sini, sini, aku lihat. Apa kamu benar-benar mau pipis.” Diturunkannya celanaku dan dikuakkan cd-ku ku samping, sehingga batangku yang sudah sekeras pentungan satpam itu teracung.
Aku malu sekali. Tapi aku juga ingin benda itu dipegangnya. Dibelai- belainya “helm”ku dengan lebut. Segera gelombang kenikmatan mengalir seperti listrik ke pusat syarafku. Tangan kiriku masih di lubang tempiknya dan terus mengorek-ngorek di kedalamannya. Kurasakan dinding-dinding lembut yang hangat dan basah itu berkedut-kedut.
“Mbak… mbak…aduuuuh sudah mbak… aku mau kencing mbak…” dilepaskannya kemaluanku dan menurun pula irama gelombang itu, anehnya, aku merasa kecewa, ingin dipegang tangan mbak lilis lagii.
Aku melihat susu yang begitu montok dan putih menntang dan didorong oleh nafsu yang sudah mendidih, kuremas dan kuelus bukit kembarnya. Aku lupa diri. Malahan tanpa disuruh aku mengulum ujung susunya yang kemerah-merahan itu. Kiri, kanan, kiri lagi. Mbak lilis menggelinjang dan mendesis.
“Enak wan….yang kanan wan…”
“Terusss…wan, kamu pinter yang kiriiii……terussss…. Dipijit- pijit terus…” entah kapan aku melepaskan pakaianku, tau-tau aku sudah tak berpakaian lagi. Cersex Kakak Ipar
Aku berdiri di samping tempat tidur. Mbak lilis menyorongkan lubangnya di depanku. Pahanya dinaikkan di pundakku. Terasa berat kakinya bagi tubuhku yang masih kerempeng.
“Wan, masukkan ke situ,,,,,cepat….aku sudah nggak tahan…” aku kagum melihat punyaku bisa sebesar dan sepanjang itu. Cersex Kakak Ipar
Belum pernah kulihat sebelumnya. Sepertinya hari ini sudah berubah jadi naga raksasa. Kudorong pelan- pelan kerah lubang mbak lilis yang putih kemerahan itu. Pertama kali menyentuh bibir bawahnya, aku merasakan kenikmatan yang belum pernah aku rasakan. Geli tetapi enak. Makin ke dalam semakin hangat dan nikmat. Tak kuhiraukan rintihan mbak lilis, dia menangis seperti malam-malam dulu ketika bersama mas bram.
“Waaannnnnnnnn……. Tusuk yang dalam…..dalam….dalam….ahhhhh”kini gemeretak gigiku sudah hilang, tetapi keringat membanjir luar biasa. Cersex Kakak Ipar
Demikian pula mbak lilis, sprei jadi kusut dan basah kuyup. Diputar-putarnya pantatnya, sehingga aku makin kesetanan menusuk. Mbak lilis terus duduk dan aku diberi dua bola bulat putih untuk kupetik dan kukulum. Tapi aku tidak kuat menahan beban tubuhnya. Kujatuhkanlah dia ke kasaur, lalu aku naik. Setan sudah menguasaiku. Mbak lilis kini telentang, wanita cantik yang galak dan judes itu, kini menyerah di bawah sana. Kedua pahanya yang mulus dan putih kubentangkan, sehingga kemaluannya semakin terbuka.
Sambil berlutut kusodokkan lagi senjataku ke sana. Terasa lebih dalam sekarang, karena ada ruang yang lebih bebas. Terdengar suara crop crop crop, seperti memompa dengan kelep yang basah. Wajahnya yang cantik itu menyeringai jadi jelek karena menahan rasa nikmat yang luarbiasa . Mulutnya menganga, matanya menatap liar. Hossss…..husssss… hhhhh…..napas ku dan napas mbak lilis seperti seperti nafas orang berlari mendaki bukit. Makin cepat gerakan maju-mundurku semakin memuncak terasa gelombang datang bergulung-gulung berusaha menjebol benteng pertahanan. Mbak lilis mengangkat pantatnya, tangannya menekan kuat- kuat pantatku sehingga batangku tertancap dalam- dalam di lubang kenikmatan itu saat pertahanku jebol. Cersex Kakak Ipar
Mbak lilis juga sama, cengkeraman tangannya di pantatku begitu kuat seakan kuku-kuwanya tertancap di dagingku.
“Waaaannnnnnn…………… akuuuuuuuuu……ke luar…..”
“Mbaaaaaakk……..oooohhhhh……..” Berapa kali senjataku memuntahkan peluru aku tak sempat menghitungnya. Aku terkulai di perut mbak lilis. Cersex Kakak Ipar
Keadaan jadi sunyi sekarang. Kupeluk kakak iparku. Dia pun memelukku bagaikan seorang ibu memeluk bayinya di pangkuannya. Badanku memang terlalu kecil dibandingkan tubuhnya yang bongsor mulai saat itu secara teratur aku diberi ( atau memberi ) ” jatah harian” di saat-saat mas bram tidak ada di rumah. Kalau sifat galaknya kambuh itu tanda mbak lilis “minta”. Benar kata bulik saodah, mbak lilis kesepian dan haus minum “es lilin”. Sekarang baru aku tau bahwa saat itulah aku kehilangan keperjakaanku.
Setaun kemudian aku lulus smp saat itu mbak lilis melahirkan. Anaknya cewek berkulit hitam seperti kulitku. Padahal mas bram dan mbak lilis itu putih semua. Nggak taulah. Itu anak siapa? Tapi sampai cerita ini kutulis, mas bram tetap mengira kalau shamira itu anaknya. Anak tunggalnya, mbak lilis tak pernah hamil lagi, menurut dokter (mbak lilis memberitahuku ) mas bram punya gangguan kesehatan.
TAMAT -- INIDEWA
Video + Cerita Sex KURENGGUT PERAWANAN SEPUPUKU
0
INIDEWA - Kerenggut Perawanan Sepupuku Sebagai remaja yang sering berkumpul dengan teman-teman yang sering bermain sex layaknya dalam cerita seks, akupun akhirnya menginginkan menikmati permainan sex seperti cerita mereka, namun aku masih malu jika harus melakukan hal itu dengan pacarku yang masih satu kelas juga denganku di sekolah yang sama. Dia juga masih seumuran denganku yakni 18 tahun. Namaku susan dan pacarku tysen kami menjalin hubungan sudah 6 bulan lamanya.
Tapi tidak pernah melakukan adegan layaknya cerita seks yang sering menjadi perbincangan teman-temanku, karena tysen memang begitu pendiam di tambah dia memang tidak suka bergaul seperti gadis-gadis lainnya tapi aku begitu menyukainya karena dia begitu cantik dan juga pintar, karena aku memang suka sama cewek yang memiliki otak pintar.
Selain dekat dengan pacarku aku juga dekat dengan sepupuku lina namanya, dia seumuran denganku tapi sekolah kami beda. Lina sering bermain di rumahku bahkan dia sering menginap pula, lina mempunyai wajah yang begitu cantik bahkan banyak dari temanku yang tertarik padanya dan sering pula mereka mereka titip salam buat lina sepupuku yang cantik dan seksi itu.
Karena memang sudah aku anggap saudara sendiri maka aku begitu dekat dengan lina malah dia sering tidur di kamarku. Dan orang tuaku menganggap hal itu biasa saja karena memang dari kecil aku begitu dekat dengan lina sampai akhirnya aku tidak menyangka kalau akhirnya aku akan melakukan adegan dalam cerita seks dengan lina yang notabene adalah sepupuku sendiri.
Kejadian itu bermula ketika kami sedang bermalas malasan tiduran di kamarku sambil membuka laptop. Sampai akhirnya aku membuka situs cerita seks, kamipun membacanya bersama dan entah siapa yang memulai kami mendekat perlahan sampai akhirnya bibir kami sudah saling mengulum dengan mesranya. Dan tidak perlu waktu lama akhirnya kamipun sudah dalam keadaan telanjang bulat.
Dengan lembutnya aku berbisik pada lina karena aku lihat dia masih gugup sedangkan aku sudah dalam keadaan sange sekali ” tenang mer nggak ada siapa-siapa kok. ” Kataku dengan lembutnya kemudian aku mendekatkan bibirku kembali pada bibir lina layaknya pemain dalam cerita seks aku melumat bibir lina dan aku mainkan lidahku dalam mulutnya yang begitu merekah.
Kemudian tanganku mulai menggerayangi tubuhnya yang sudah telanjang bulat, sampai akhirnya aku lumat juga teteknya ” ooouugghh susan aaagggghhh nik mat. Aaaagggghh terus. Aaaggggggghhh. Uuuugghhhh. ” Desah lina saat itu dan hal itu membuatku semakin aktif memainkan lidahku dalam teteknya, dengan tanganku yang sebelahnya aku pilin puting lina.
Diapun semakin menggelinjang manja sambil terus mendesah layaknya pemain cerita seks ” ooouuugghhh ooooouuugghhhh aaaaghhhh..
Terus.. Susan.. Aaagggghhhh. ” Desah lina semakin menjadi dan akupun memberinya sedikit sentuhan yang membuatnya kelimpungan bahkan dengan jelas dia memintaku untuk segera naik ke atas tubuhnya yang mulai memanas. Namun aku tidak mengindahkan permintaan lina malah aku semakin menyusuri bagian bawah tubuh lina.
Aku kecup setiap lekuk tubuhnya sampai akhirnya aku temukan memek lina masih dalam keadaan ranum dengan rambut halus di sekitarnya, aku daratkan bibirku pada memeknya sampai akhirnya dia menggelinjang sambil mendorong kepalaku karena tidak kuat dengan permainan ini.
Tapi aku pegang dengan kuat pinggangnya dan melumat habis memek lina, aku lihat dia mendesah berulang kali dan juga menggelinjang bagai cacing kepanasan yang siap untuk di perlakukan apa saja. Kemudian aku menemukan klitorisnya dan aku lumat juga sesekali aku hisap klitoris lina hingga akhirnya lama-kelamaan aku merasakan kalau memeknya yang awalnya kering.
Akhirnya basah juga mungkin dia sudah merasa horny dengan permainan lidahku dalam memeknya itu. Tatkala aku hisap memeknya diapun menggelinjang ” ooouughh… susan… aaaaggghhh… nikmat… ya… aaaagghh….. Aaagggghhhhh…… ” dan akupun tidak tahan juga untuk segera menuntaskan permainan ini, dengan kontol yang sudah siap mengacung dari tadi. Akupun merangkak dan menindih tubuh lina lalu aku acungkan kontolku pada lubang memek lina namun meleset dari perkiraanku. Cerita Sedarah Xxx
Karena beberapa kali aku coba namun tidak bisa juga padahal akupun sudah melakukan dengan sekuat tenaga namun yang ada lina merintih bahkan dia menjerit keras ketika aku paksa kontolku masuk dalam memeknya sampai akhirnya aku merasa capek juga.
Namun lina memberika semangat padaku ” ayo susan coba lagi siapa tahu bisa… ” aku menatap mata lina dan berbisik lirih padanya ” apa kamu belum melakukan ini sebelumnya … ?” Bukannya menjawab lina malah menangis sambil berkata ” kamu pikir aku cewek apaan sembarangan melakukan hal ini… ” kasihan juga mendengarnya mengucapkan kata itu.
Akhirnya akupun kembali mencoba memasukkan kontolku dengan perlahan namun aku tuntun kontolku dengan tanganku. Dan setelah beberapa kali akhirnya masuk juga kontolku dengan perlahan aku gerakan pantatku sambil terus menatap wajah cantik lina, sampai akhirnya aku semakin cepat juga bergoyang malah kini aku yang mengerang karena nikmatnya dalam kontolku. Cerita Sedarah Xxx
Aku bergoyang layaknya dalam cerita seks dan mengerang ” aagghh… yaaaaaaccchhhh… yaaaaaacchhh… nik.. Mat.. Say… aaaaggghh…. Aaagggghh… ” desahku sambil terus menggoyang pantatku dan aku lihat lina juga sudah melupakan kesedihan dari perkataanku dia mendesah sambil memejamkan matanya menikmati gerakan pantatku di atas tubuhnya.
Sampai akhirnya akupun merasakan semakin panas kontolku, dan bergerak dalam memek lina. Tidak lama kemudian aku memuncratkan spermaku dalam memek lina dan aku rasa dia juga begitu menikmatinya ” sayang… aaaaggggghhh… aaaaaggggggghh… aaaggghh…. ” Tubuh kami berdua benar-benar terkulai lemas tapi aku peluk dengan mesra tubuh lina tanpa takut ketahuan orang tuaku.
TAMAT -- INIDEWA
Video + Cerita Sex NGECROT PEMBANTU YANG JAGO MEMIJIT
0
INIDEWA - Ngecrot Pembantu Yang Jago Memijit Maukan kamu mijit bapak lagi ? Pegal2 nih kan udah seminggu? Bisa pak, jam berapa bapak pulang ? Sekarang? Baik pak, tapi saya mau mandi dulu? Agak lama aku menunggu di depan pintu baru tini membukanya. Maaf pak, tadi baru mandi kata tini tergopohgopoh. Ah, penisku mulai bergerak naik. Tini mengenakan daster yang basah di beberapa bagian dan jelas sekali bentuk bulat buah kembarnya sebagai tanda dia tak memakai bh. Mungkin buruburu. Engga apaapa. Cerita Sedarah Bergambar
Bisa mulai ? Bisa pak saya ganti baju dulu? Hampir saja aku bilang, engga usah, kamu gitu aja. Untung tak jadi, ketahuan banget ada maksud lain selain minta pijit. Aku masuk kamar dan segera bertelanjang bulat. Terbawa suasana, penisku udah tegak berdiri. Kututup dengan belitan handuk. Pintu diketok. Tini masuk. Mengenakan rok terusan berbunga kecil warna kuning cerah, agak ketat, agak pendek di atas lutut, berkancing di depan tengah sampai ke bawah, membuatnya makin tampak bersinar. Warna roknya sesuai benar dengan bersih kulitnya.
Dada itu kelihatan makin menonjol saja. Penisku berdenyut. Siap tin? Ya pak? Dengan hanya berbalut handuk, aku rebah ke tempat tidur, tengkurap. Tini mulai dengan memencet telapak kakiku. Ini mungkin urutan yang benar. Cara memijat tubuhku bagian belakang sama seperti pijatan pertama minggu lalu, kecuali waktu mau memijat pantat, tini melepaskan handukku, aku jadi benar2 bugil sekarang. Wangi sabun mandi tercium dari tubuhnya ketika ia memijat bahuku. Selama telungkup ini, penisku bergantiganti antara tegang dan surut. Bila sampai pada daerah sensitif, langsung tegang. Kalau ngobrol basabasi dan serius?, Surut. Kalau ngobrolnya menjurus, tegang lagi.
Depannya pak? Dengan tenang aku membalikkan tubuhku yang telanjang bulat. Bayangkan, terlentang telanjang di depan pembantu. Penisku sedang surut. Tini melirik penisku, lagi2 hanya sekilas, sebelum mulai mengurut kakiku. Sekarang aku dengan jelas bisa melihatnya. Bayanganku akan bentuk buah dadanya di balik pakaiannya membuat penisku mulai menggeliat. Apalagi ketika ia mulai mengurut pahaku. Batang itu sudah tegak berdiri. Cara mengurut paha masih sama, sesekali menyentuh buah pelir. Bedanya, tini lebih sering memandangi kelaminku yang telah dalam kondisi siap tempur. Kenapa tin ? Aku mulai iseng bertanya.
Ah engga katanya sedikit gugup.?cepet bangunnya hi ..hi..hi..? Katanya sambil ketawa polos. Iya dong. Kan masih sip kata kamu? Ada bedanya lagi. Kalau minggu lalu sehabis dari paha dia terus mengurut dadaku, kali ini dia langsung menggarap penisku, tanpa kuminta ! Apakah ini tanda2 dia akan bersedia kusetubuhi ? Jangan berharap dulu, mengingatkesetiaan?nya kepada isteriku. Cara mengurut penisku masih sama, pencet dan urut, hanya tanpa kocokan.
Jadi aku tak sempat mendaki?, Cuman pengin menyetubuhinya ! Udah. Benar2 masih sip, pak? Mau coba sipnya ? Kataku tiba2 dan menjurus. Wajahnya sedikit berubah. Jangan dong pak, itu kan milik ibu. Masa sih sama pembantu? Engga apaapa asal engga ada yang tahu aja ? Tini diam saja. Dia berpindah ke dadaku. Artinya jarak kami makin dekat, artinya rangsanganku makin bertambah, artinya aku bisa mulai menjamahnya. Antara 2 kancing baju di dadanya terdapat celah terbuka yang menampakkan daging dada putih yang setengah terhimpit itu. Aduuuhhh. Aku mampu bertahan engga nih. Apakah aku akan melanggar janjiku ? Seperti minggu lalu juga tangan kiriku mulai nakal. Kuusapusap pantatnya yang padat dan menonjol itu. Seperti minggu lalu juga, tini menghindar dengan sopan.
Tapi kali ini tanganku bandel, terus saja kembali ke situ meski dihindari berkalikali. Lama2 tini membiarkannya, bahkan ketika tanganku tak hanya mengusap tapi mulai meremasremas pantat itu, tini tak berreaksi, masih asyik mengurut. Tini masih saja asyik mengurut walaupun tanganku kini sudah menerobos gaunnya mengeluselus pahanya. Tapi itu tak lama, tini mengubah posisi berdirinya dan meraih tangan nakalku karena hendak mengurutnya, sambil menarik nafas panjang. Entah apa arti tarikan nafasnya itu, karena memang sesak atau mulai terangsang ? Tanganku mulai diurut. Ini berarti kesempatanku buat menjamah daerah dada. Pada kesempatan dia mengurut lengan atasku, telapak tanganku menyentuh bukit dadanya. Tak ada reaksi. Aku makin nekat.
Tangan kananku yang sedari tadi nganggur, kini ikut menjamah dada sintal itu. Paak katanya pelan sambil menyingkirkan tanganku. Okelah, untuk sementara aku nurut. Tak lama, aku sudah tak tahan untuk tak meremasi buah dada itu. Kudengar nafasnya sedikit meningkat temponya. Entah karena capek memijat atau mulai terangsang akibat remasanku pada dadanya. Yang penting : dia tak menyingkirkan tanganku lagi. Aku makin nakal. Kancing paling atas kulepas, lalu jariku menyusup. Benar2 daging padat. Tak ada reaksi. Merasa kurang leluasa, satu lagi kancingnya kulepas. Kini telapak tanganku berhasil menyusup jauh sampai ke dalam bhnya, ah putting dadanya sudah mengeras ! Tini menarik telapak tanganku dari dadanya. Bapak kok nakal sih katanya, dan .. Tibatiba dia merebahkan tubuhnya ke dadaku.
Aku sudah sangat paham akan sinyal ini. Berarti aku akan mendapatkannya, lupakan janjiku. Kupeluk tubuhnya erat2 lalu kuangkat sambil aku bangkit dan turun dari tempat tidur. Kubuka kancing blousenya lagi sehingga bh itu tampak seluruhnya. Buah dada sintal itu terlihat naik turun sesuai irama nafasnya yang mulai memburu. Kucium belahan dadanya, lalu bergeser ke kanan ke dada kirinya. Bukan main dada wanita muda ini. Bulat, padat, besar, putih. Kuturunkan tali bhnya sehingga putting tegang itu terbuka, dan langsung kusergap dengan mulutku.aaahhffffhhhhh. Paaaaak? Rintihnya. Tak ada penolakan. Cerita Sedarah Bergambar
Aku pindah ke dada kanan, kulum juga. Kupelorotkan roknya hingga jatuh ke lantai. Kulepaskan kaitan bhnya sehingga jatuh juga. Dengan perlahan kurebahkan tini ke kasur, dada besar itu berguncang indah. Kembali aku menciumi, menjilati dan mengulumi kedua buah dadanya. Tini tak malu2 lagi melenguh dan merintih sebagai tanda dia menikmati cumbuanku. Tanganku mengusapi pahanya yang licin, lalu berhenti di pinggangnya dan mulai menarik cdnya jangan pak.
Kata tini terengah sambil mencegah melorotnya cd. Wah engga bisa dong aku udah sampai pada point noreturn, harus berlanjut sampai hubungan kelamin. Engga apaapa tin ya. Bapak pengin. Badan kamu bagus bener ? Waktu aku membuka cdnya tadi, jelas kelihatan ada cairan bening yang lengket, menunjukkan bahwa dia sudah terangsang. Aku melanjutkan menarik cdnya hingga lepas sama sekali. Tini tak mencegah lagi. Benar, tini punya bulu kelamin yang lebat. Kini dua2nya sudah polos, dan dua2nya sudah terangsang, tunggu apa lagi.
Kubuka pahanya lebar lebar. Kuletakkan lututku di antara kedua pahanya. Kuarahkan kepala penisku di lubang yang telah membasah itu, lalu kutekan sambil merebahkan diri ke tubuhnya. Auww. Pelan2 pak. Sakit.!? Bapak pelan2 nih ? Aku tarik sedikit lalu memainkannya di mulut vaginanya. Bapak sabar ya. Saya udah lamaa sekali engga gini ? Ah masa ? Benar pak? Iya deh sekarang bapak masukin lagi ya. Pelan deh..? Benar bapak engga bilang ke ibukan ? Engga dong gila apa? Terpaksa aku pegangi penisku agar masuknya terkontrol. Kugesergeser lagi di pintu vaginanya, ini akan menambah rangsangannya.
Baru setelah itu menusuk sedikit dan pelan. Aaghhhhfff? Serunya, tapi tak ada penolakan kaya tadi sakit lagi tin tini hanya menggelengkan kepalanya. Terusin pakperlahan? Sekarang dia yang minta. Aku menekan lagi. Ah bukan main sempitnya vagina wanita muda ini. Kugosokgosok lagi sebelum aku menekannya lagi. Mentok. Kalau dengan isteriku atau si ani, tekanan segini sudah cukup menenggelamkan penisku di vaginanya masingmasing.
Baca juga: ngentot paksa dengan tki di malaysia
Tini memang beda. Tekan, goyang, tekan goyang, dibantu juga oleh goyangan tini, akhirnya seluruh batang panisku tenggelam di vagina tini yang sempit itu. Benar2 penisku terasa dijepit. Aku menarik penisku kembali secara amat perlahan. Gesekan dinding vagina sempit ini dengan kulit penisku begitu nikmat kurasakan. Setelah hampir sampai ke ujung, kutekan lagi perlahan pula sampai mentok. Demikian seterusnya dengan bertahap menambah kecepatan. Tingkah tini sudah tak karuan.
Selain merintih dan teriak, dia gerakkan tubuhnya dengan liar. Dari tangan meremas sampai membanting kepalanya sendiri. Semuanya liar. Akupun asyik memompa sambil merasakan nikmatnya gesekan. Kadang kocokan cepat, kadang gesekan pelan. Penisku mampu merasakan relung2 dinding vaginanya. Memang beda, janda muda beranak satu ini dibandingkan dengan isteriku yang telah kali melahirkan. Beda juga rasanya dengan ani yang walaupun juga punya anak satu tapi sudah 30 tahun dan sering dimasuki oleh suaminya dan aku sendiri.
Aku masih memompa. Masih bervariasi kecepatannya. Nah, saat aku memompa cepat, tiba2 tini menggerakgerakan tubuhnya lebih liar, kepalanya berguncang dan kuku jarinya mencengkeram punggungku kuatkuat sambil menjerit, benar2 menjerit ! Dua detik kemudian gerakan tubuhnya total berhenti, cengkeraman makin kuat, dan penisku merasakan ada denyutan teratur di dalam sana.
Ohh nikmatnya.. Akupun menghentikan pompaanku. Lalu beberapa detik kemudian kepalanya rebah di bantal dan kedua belah tangannya terkulai ke kasur, lemas. Tini telah mencapai orgasme ! Sementara aku sedang mendaki. Paaak ooohhhh..? Kenapa tin ? Ooohh sedapnya ? Lalu diam, hening dan tenang. Tapi tak lama. Sebentar kemudian badannya berguncang, teratur. Tini menangis ! Kenapa tin ? Air matanya mengalir. Masih menangis. Kaya gadis yang baru diperawani saja. Saya berdosa ama ibu? Katanya kemudian engga apaapa tin.. Kan bapak yang mau? Iya .. Bapak yang mulai sih. Cerita Sedarah Bergambar
Kenapa pak ? Jadinya saya engga bisa menahan aku diam saja. Saya khawatir pak sama ibu ? Bapak engga akan bilang ke siapapun? Juga khawatir kalo kalo ? Kalo apa tin ? Kalo saya ketagihan oh jangan khawatir, pasti bapak kasih kalo kamu pengin lagi. Tinggal bilang aja? Ya itu masalahnya? Kenapa ? Kalo sering2 kan lama2 ketahuan ..? Yaah harus hati2 dong? Kataku sambil mulai lagi menggoyang. Kan aku belum sampai. Ehhmmmmmm reaksinya. Goyang terus. Tarik ulur. Makin cepat. Tini juga mulai ikut bergoyang. Makin cepat.
Aku merasakan hampir sampai di puncak. Tin ya pak bapak. Hampir. Sampai ? Teruus pak? Kalo.. Keluar .gimana ? Keluarin..aja pak engga. Apaapa? Engga.. Usah dicabut? Jangan.. Pak . Aman.. Kok? Aku mempercepat genjotanku. Gesekan dinding vaginanya yang sangat terasa mengakibatkan aku cepat mencaki puncak. Kubenamkan penisku dalam2 kusemprotkan maniku kuat2 di dalam. Sampai habis. Sampai lunglai. Sampai lemas. Beberapa menit berikutnya kami masih membisu. Baru saja aku mengalami kenikmatan luar biasa.
Baca juga: cerita xxx tante yg kesepian
Suatu nikmat hubungan seks yang baru sekarang aku alami lagi setelah belasan tahun lalu berbulan madu dengan isteriku. Vagina tini memanggurih?, Dan aku bebas mencapai puncak tanpa khawatir resiko. Tapi benarkah tanpa resiko. Tadi dia bilang aman. Benarkah ? Tin ya .. Pak? Makasih ya benar2 nikmat? Samasama pak. Saya juga merasakan nikmat? Masa ..? Iya pak. Ibu benar2 beruntung mendapatkan bapak? Ah kamu ? Baner pak. Sama suami engga seenak ini? Oh ya ? Percaya engga pak. Baru kali ini saya merasa kaya melayanglayang ? Emang sama suami engga melayang, gitu? Engga pak. Seperti yang saya bilang punya bapak bagus banget? Katamu tadi.
Udah berapa lama kamu engga begini ..? Sejak.ehm.. Udah 4 bulan pak? Lho. Katanya kamu udah cerai 5 bulan? Benar ? Trus ? Waktu itu saya kepepet pak? Sama siapa? Sama tamu. Tapi baru sekali itu pak. Makanya saya hanya sebulan kerja di panti pijat itu. Engga tahan diganggu terus? Cerita dong semuanya? Ada tamu yang nafsunya gede banget. Udah saya kocok sampai keluar, masih aja dia mengganggu. Saya sampai tinggalin dia. Trus akhirnya dia ninggalin duit, lumayan banyak, sambil bilang saya ditunggu di halte dekat sini, hari sabtu jam 10.00.
Dia mau ajak saya ke hotel. Kalo saya mau, akan dikasih lagi sebesar itu? Trus ? Saya waktu itu benar2 butuh buat bayar rumah sakit, biaya perawatan adik saya. Jadi saya mau? Pernah sama tamu yang lain ? Engga pernah pak. Habis itu trus saya langsung berhenti? Kapan kamu terakhirmain ? Ya itu sama tamu yang nafsunya gede itu, 4 bulan lalu. Setelah itu saya kerja jadi pembantu sebelum kesini. Selama itu saya engga pernah?main?, Sampai barusan tadi sama bapak .
Enak banget barusan kali karena udah lama engga ngrasain yapak atau emang punya bapak siip bangethi..hi..? Polos banget anak ini. Aku juga merasakan nikmat yang sangat. Dia mungkin engga menyadari bahwa dia punya vagina yanglegit?, Lengketlengket sempit, dan seret.kamu engga takut hamil sama tamu itu ? Engga. Sehabis saya melahirkan kan pasang aiyudi (maksudnya iud, spiral alat kb). Waktu cerai saya engga lepas, sampai sekarang. Cerita Sedarah Bergambar
Bapak takut saya hamil ya? Aku lega bukan main. Berarti untuk selanjutnya, aku bisa dengan bebas menidurinya tanpa khawatir dia akan hamil. Jam berapa pak ? Jam 4 lewat 5? Pijitnya udah ya pak. Saya mau ke belakang dulu? Udah disitu aja? Kataku sambil menyuruh dia ke kamar mandi dalam kamarku. Dengan tenangnya tini beranjak menuju kamar mandi, masih telanjang. Goyang pantatnya lumayan juga. Tak lama kemudian tini muncul lagi.
Baru sekarang aku bisa jelas melihat sepasang buah dada besarnya. Bergoyang seirama langkahnya menuju ke tempat tidur memungut bhnya. Melihat caranya memakai bh, aku jadi terangsang. Penisku mulai bangun lagi. Aku masih punya sekitar 45 menit sebelum isteriku pulang, cukup buat satu ronde lagi. Begitu tini memungut cdnya, tangannya kupegang, kuremas. Bapak pengin lagi, tin? Ah nanti ibu keburu dateng , pak? Masih ada waktu kok? Ah bapak nih gede juga nafsunya? Katanya, tapi tak menolak ketika bh nya kulepas lagi.
Sore itu kembali aku menikmati vagina legit milik tini, janda muda beranak satu, pembantu rumah tanggaku.. Hubungan seks kami selanjutnya tak perlu didahului oleh acara pijitan. Kapan aku mau tinggal pilih waktu yang aman (cuma tini sendirian di rumah) biasanya sekitar jam 2 siang. Tini selalu menyambutku dengan antusias, sebab dia juga menikmati permainan penisku. Cerita Sedarah Bergambar
Tempatnya, lebih aman di kamarnya, walaupun kurang nyaman. Bahkan dia mulaiberani? Memanggilku untuk menyetubuhinya. Suatu siang dia meneleponku ke kantor menginformasikan bahwa uci udah berangkat sekolah dan ade pergi less bahasa inggris, itu artinya dia sendirian di rumah, artinya dia juga pengin disetubuhi. Terbukti, ketika aku langsung pulang, tini menyambutku di pintu hanya berbalut handuk. Begitu pintu kukunci, dia langsung membuang handuknya dan menelanjangiku ! Langsung saja kita main di sofa ruang tamu.
TAMAT -- INIDEWA














