Archive for Juni 2020
Video + Cerita Sex CIRI-CIRI PACAR YANG SELINGKUH
0
INIDEWA - akhir ini si dia tidak seperti biasanya atau dia mulai terasa menjauh ? hati – hati loh mungkin si dia lagi ada hati dengan yang lain.
Selingkuh tidak terjadi kepada pria seorang karena berbagai faktor,wanitapun bisa melakukan hal yang sama ketika menjalin sebuah hubungan.Karena pacaran bagi sebagian orang bukan merupakan sebuah hubungan yang serius tak dipungkiri bagi beberapa orang,pacaran hanyalah sebuah hubungan main – main.
Pada saat seseorang yang telah mempunyai pacar jatuh cinta lagi mereka tidak akan langsung memutuskan hubungan yang sedang terjalin.Menyebalkan memang,mereka memilih untuk menjalin hubungan dengan yang lain terlebih dahulu atau dengan kata lain berselingkuh.Mereka memlilih begitu karena ingin tahu sejauh mana hubungan itu bisa berjalan lalu memutuskan untuk bertahan atau berganti pacar.Tapi semua bisa diketahui melalui ciri – ciri pacar yang sedang berselingkuh seperti di bawh ini
1.Dia mulai melupakan apa yang kamu katakan.Tidak seperti dulu saat belum selingkuh,dia adalah pendengar terbaik di setiap cerita kamu.Tanda ini tidak terlalu jelas,maka untuk mengetahuhinya mungkin kamu bisa tes dia,misalnya suatu hari kamu sengaja ceritakan suatu hal yang agak penting lalu setelah agak lama coba tanyakan hal yang pernah kamu ceritakan itu,jika dia memperhatikanmu dia tak akan lupa hal – hal penting yang pernah kamu ceritakan.
2.Saat sedang berdua dan berbicara,dia cenderung menghindari kontak mata denganmu dan mencoba melakukan hal lain untuk mengalihkan pandanganmu.Ini dilakukan karena dia tak ingin kamu membaca kebohongan dari matanya,tanda ini sangatlah jelas saat dia menceritakan suatu hal tapi dilakukan sambil melakukan hal lain misalnya main handphone atau menatap ke arah lain.
3.Dia jarang bercanda dengan kamu.Yah kalau ini sih tergantung bagaimana sikap pacarmu dari awal,tapi untuk yang suka bercanda diawal pacaran saat dia sedang selingkuh sikapnya berubah.dia lebih sering menunjukkan wajah serius dan wajahnya sering tertunduk saat bersamamu.Memang ada kalanya seseorang mengalami bad mood dan membuatnya malas tertawa,tapi dia menundukan wajahnya itu dengan sengaja.Lain dengan yang dari awal pacaran memang sikapnya kalem dan tidak suka bercanda,saat orang seperti ini sedang selingkuh sikapnya berubah dari yang pendiam jadi lebih sering menggoda kamu.
4.Dia mulai menjauh dari kehidupannya di media sosial.Jika dulu di awal pacaran dia aktif sekali di media sosial bahkan sering merayu kamu di media sosial untuk menunjukkan dia adalah pacar kamu kepada teman – temannya,kini dia tak pernah muncul di media sosialpadahal dulu dia sering sekali meng like atau memposting gambar – gambar kalian berdua.Ini perlu di curigai apakah dia mempunyai akun baru lagi..?
5.Dia mulai menjaga penampilannya.Lebih rapi,lebih wangi,mungkin ini tidak terlalu terlihat jelas karena jika memang dia adalah seorang yang selalu tampil rapi dan wangi,ini adalah kebiasaan darinya,tapi jika saat denganmu dia kurang menjaga penampilan lalu berubah seperti itu mungkin dia ingin terlihat lebih menarik pada pacarnya yang baru.
6.Dia menjadi malas ngobrol denganmu.Jikapun dia sedang ngobrol denganmu,wajahnya terlihat seperti bosan dan tidak tertarik pada apa yang sedang kamu bicarakan.Tentu saja dia akan lebih tertarik pada pacar barunya karena kamu sudah dianggap tidak terlalu penting lagi.
7.Dari sikap sebelumnya dia yang lebih sering mengalah kini akan mulai menyalahkan kamu atau sering mencari kesalahan kamu.Hal ini wajar dilakukan olehnya karena dia hanya ingin bertengkar dengan kamu tapi tanpa membuatnya terlihat jelek.Kalau udah begini caba kamu mulai lebih protektif lagi deh..
8.Dia mulai tertarik dengan hal – hal yang sebelumnya tidak dia sukai.Sebagai pacarnya tentu kamu tahu apa yang tidak disukainya,pada saat dia selingkuh dia terlihat suka mencoba hal – hal yang baru misalnya ikut kegiatan klub – klub band ,jika itu bukan hobimu mungkin saja itu hobi selingkuhannya.
9.Terlihat dia mulai menjauh dari hidup kamu.Menjauh bukan berarti hilang kontak,saat dia pergi untuk waktu yang agak lama dia selalu memberi alasan yang sekiranya bisa kamu terima misalnya mengantar ibu kondangan,memperbaiki motor,pergi kerumah sodara dan sebagainya.Mungkin dia memang anak yang baik,namun jika dia sering meninggalkanmu dengan alasan yang itu- itu saja,sebaiknya kamu harus lebih berhati – hati.
10.Dia menghidar jika ditelepon dan merancang alasan seperti sinyal jelek,ketiduran,atau sibuk melakukan kegiatan kerjanya.Dia melakukan itu karena merasa bosan dengan apapun yang akan kalian bahas dan menganggap seolah pembicaraan kalian itu bukanlah suatu hal yang penting.
Dalam sebuah hubungan,sebuah komunikasi adalah hal yang sangat penting karena lancar tidaknya perjalanan hubungan kalian itu tergantung dari sejauh mana kalian mengenal satu sama lain.Seiring komunikasi yang lancar adalah cara agar kalian dapat mengenal satu sama lain dengan lebih mudah.
Perselingkuhan memang bisa saja terjadi karena beberapa sebab bahkan sebab yang tak jelas.Rasa percaya pada pasangan adalah kunci keberhasilan komunikasi kalian.Jangan sampai kamu sia – siakan kepercayaan orang yang mencintai kamu,karena saat rasa percaya tak ada lagi dalam sebuah hubungan,perpisahan adalah jawaban untuk semua itu.Tidak ada yang membenarkan suatu perselingkuhan,jika kiranya kalian memiliki hati yang kalian cintai selain pacar kalian,segera putuskan pacar kalian sebelum membuat sakit hati pacar kalian.Jika pernah tertintas pertanyaan di hati kalian untuk memilih siapa yang harus kalian cintai maka jawabannya adalah pilihlah yang kedua,karena jika kalian benar – benar mencintai orang pertama maka kalian tak akan jatuh cinta pada orang kedua.
Selingkuh tidak terjadi kepada pria seorang karena berbagai faktor,wanitapun bisa melakukan hal yang sama ketika menjalin sebuah hubungan.Karena pacaran bagi sebagian orang bukan merupakan sebuah hubungan yang serius tak dipungkiri bagi beberapa orang,pacaran hanyalah sebuah hubungan main – main.
Pada saat seseorang yang telah mempunyai pacar jatuh cinta lagi mereka tidak akan langsung memutuskan hubungan yang sedang terjalin.Menyebalkan memang,mereka memilih untuk menjalin hubungan dengan yang lain terlebih dahulu atau dengan kata lain berselingkuh.Mereka memlilih begitu karena ingin tahu sejauh mana hubungan itu bisa berjalan lalu memutuskan untuk bertahan atau berganti pacar.Tapi semua bisa diketahui melalui ciri – ciri pacar yang sedang berselingkuh seperti di bawh ini
1.Dia mulai melupakan apa yang kamu katakan.Tidak seperti dulu saat belum selingkuh,dia adalah pendengar terbaik di setiap cerita kamu.Tanda ini tidak terlalu jelas,maka untuk mengetahuhinya mungkin kamu bisa tes dia,misalnya suatu hari kamu sengaja ceritakan suatu hal yang agak penting lalu setelah agak lama coba tanyakan hal yang pernah kamu ceritakan itu,jika dia memperhatikanmu dia tak akan lupa hal – hal penting yang pernah kamu ceritakan.
2.Saat sedang berdua dan berbicara,dia cenderung menghindari kontak mata denganmu dan mencoba melakukan hal lain untuk mengalihkan pandanganmu.Ini dilakukan karena dia tak ingin kamu membaca kebohongan dari matanya,tanda ini sangatlah jelas saat dia menceritakan suatu hal tapi dilakukan sambil melakukan hal lain misalnya main handphone atau menatap ke arah lain.
3.Dia jarang bercanda dengan kamu.Yah kalau ini sih tergantung bagaimana sikap pacarmu dari awal,tapi untuk yang suka bercanda diawal pacaran saat dia sedang selingkuh sikapnya berubah.dia lebih sering menunjukkan wajah serius dan wajahnya sering tertunduk saat bersamamu.Memang ada kalanya seseorang mengalami bad mood dan membuatnya malas tertawa,tapi dia menundukan wajahnya itu dengan sengaja.Lain dengan yang dari awal pacaran memang sikapnya kalem dan tidak suka bercanda,saat orang seperti ini sedang selingkuh sikapnya berubah dari yang pendiam jadi lebih sering menggoda kamu.
4.Dia mulai menjauh dari kehidupannya di media sosial.Jika dulu di awal pacaran dia aktif sekali di media sosial bahkan sering merayu kamu di media sosial untuk menunjukkan dia adalah pacar kamu kepada teman – temannya,kini dia tak pernah muncul di media sosialpadahal dulu dia sering sekali meng like atau memposting gambar – gambar kalian berdua.Ini perlu di curigai apakah dia mempunyai akun baru lagi..?
5.Dia mulai menjaga penampilannya.Lebih rapi,lebih wangi,mungkin ini tidak terlalu terlihat jelas karena jika memang dia adalah seorang yang selalu tampil rapi dan wangi,ini adalah kebiasaan darinya,tapi jika saat denganmu dia kurang menjaga penampilan lalu berubah seperti itu mungkin dia ingin terlihat lebih menarik pada pacarnya yang baru.
6.Dia menjadi malas ngobrol denganmu.Jikapun dia sedang ngobrol denganmu,wajahnya terlihat seperti bosan dan tidak tertarik pada apa yang sedang kamu bicarakan.Tentu saja dia akan lebih tertarik pada pacar barunya karena kamu sudah dianggap tidak terlalu penting lagi.
7.Dari sikap sebelumnya dia yang lebih sering mengalah kini akan mulai menyalahkan kamu atau sering mencari kesalahan kamu.Hal ini wajar dilakukan olehnya karena dia hanya ingin bertengkar dengan kamu tapi tanpa membuatnya terlihat jelek.Kalau udah begini caba kamu mulai lebih protektif lagi deh..
8.Dia mulai tertarik dengan hal – hal yang sebelumnya tidak dia sukai.Sebagai pacarnya tentu kamu tahu apa yang tidak disukainya,pada saat dia selingkuh dia terlihat suka mencoba hal – hal yang baru misalnya ikut kegiatan klub – klub band ,jika itu bukan hobimu mungkin saja itu hobi selingkuhannya.
9.Terlihat dia mulai menjauh dari hidup kamu.Menjauh bukan berarti hilang kontak,saat dia pergi untuk waktu yang agak lama dia selalu memberi alasan yang sekiranya bisa kamu terima misalnya mengantar ibu kondangan,memperbaiki motor,pergi kerumah sodara dan sebagainya.Mungkin dia memang anak yang baik,namun jika dia sering meninggalkanmu dengan alasan yang itu- itu saja,sebaiknya kamu harus lebih berhati – hati.
10.Dia menghidar jika ditelepon dan merancang alasan seperti sinyal jelek,ketiduran,atau sibuk melakukan kegiatan kerjanya.Dia melakukan itu karena merasa bosan dengan apapun yang akan kalian bahas dan menganggap seolah pembicaraan kalian itu bukanlah suatu hal yang penting.
Dalam sebuah hubungan,sebuah komunikasi adalah hal yang sangat penting karena lancar tidaknya perjalanan hubungan kalian itu tergantung dari sejauh mana kalian mengenal satu sama lain.Seiring komunikasi yang lancar adalah cara agar kalian dapat mengenal satu sama lain dengan lebih mudah.
Perselingkuhan memang bisa saja terjadi karena beberapa sebab bahkan sebab yang tak jelas.Rasa percaya pada pasangan adalah kunci keberhasilan komunikasi kalian.Jangan sampai kamu sia – siakan kepercayaan orang yang mencintai kamu,karena saat rasa percaya tak ada lagi dalam sebuah hubungan,perpisahan adalah jawaban untuk semua itu.Tidak ada yang membenarkan suatu perselingkuhan,jika kiranya kalian memiliki hati yang kalian cintai selain pacar kalian,segera putuskan pacar kalian sebelum membuat sakit hati pacar kalian.Jika pernah tertintas pertanyaan di hati kalian untuk memilih siapa yang harus kalian cintai maka jawabannya adalah pilihlah yang kedua,karena jika kalian benar – benar mencintai orang pertama maka kalian tak akan jatuh cinta pada orang kedua.
TAMAT -- INIDEWA
Link Alternatif :
♣ www.nanas5.com
♣ www.m4rilah.com
Silahkan di Download aplikasi LiveChat kami di HP anda bosku :
IOS
bit.ly/ikingid ->inidewa
ANDROID
Link APK IniDewa : http://bit.ly/livechatinidewa
Contact :
♥ LINE : inidewa
♥ Whats App : +85595658445
♥ WE-CHAT : ini_Dewa
Video + Cerita Sex MURID ENTOT IBU GURU VAGINA NYA SEDAP KALI
0
INIDEWA - Kejadian ini tepatnya ketika aku masih duduk du bangku SMA, Sedang teman kencanku adalah seorang guru seni lukis di SMA-ku yang masih terbilang baru dan masih lajang. Saat itu umurku masih mengijak 17-18 tahun. Sedang guru lukisku itu adalah guru wanita paling muda, baru 25 tahun. Semula aku memanggilnya Bu Guru, layaknya seorang murid kepada gurunya. Tapi semenjak kami akrab dan dia mengajariku making love, lama-lama aku memanggilnya dengan sebutan Mbak. Tepatnya, Mbak Yani. Mau tahu ceritanya?
Sore itu ada seorang anak kecil datang mencari ke rumah. Aku
diminta datang ke rumah Mbak Yani, tetangga kampungku, untuk memperbaiki jaringan listrik rumahnya yang rusak.
“Cepat ya, Mas. Sudah ditunggu Mbak Yani,” ujar anak SD
tetangga Mbak Yani.
Dalam hati, aku sangat girang. Betapa tidak, guru seni lukis
itu rupanya makin lengket denganku. Aku sendiri tak tahu,
kenapa dia sering minta tolong untuk memperbaiki peralatan
rumah tangganya. Yang jelas, semenjak dia mengajaku melukis pergi ke lereng gunung dan making love di semak-semak hutan, Mbak Yani makin sering mengajakku pergi. Dan sore ini dia memintaku datang ke rumahnya lagi.
Tanpa banyak pikir aku langsung berangkat dengan mengendarai sepeda motor. Maklum, rumahnya terbilang cukup jauh, sekitar 5km dari rumahku. Setibanya di rumah Mbak Yani, suasana sepi.
Keluarganya tampaknya sedang pergi.Betul, ketika aku mengetuk pintu, hanya Mbak Yani yang tampak.
“Ayo, cepet masuk. Semua keluargaku sedang pergi menghadiri acara hajatan saudar di luar kota,” sambut Mbak Yani sambil menggandeng tangganku.
Darahku mendesir ketika membuntuti langkah Mbak Yani. Betapa tidak, pakaian yang dikenakan luar biasa sexy, hanya sejenis daster pendek hingga tonjolan payudara dan pahanya terasa menggoda.
“Anu, Bud… Listrik rumahku mati melulu. Mungkin ada ada
kabel yang konslet. Tolong betulin, ya… Kau tak keberatan
kan?” pinta Mbak Yani kemudian.
Tanpa banyak basa-basi Mbak Yani menggandengku masuk ke ruang tengah, kemudian masuk ke sebuah kamar.
“Nah saya curiga jaringan di kamar ini yang rusak. Buruan kau
teliti ya. Nanti keburu mahrib.”
Aku hanya menuruti segala permintaannya. Setelah merunutu
jaringan kabel, akhirnya aku memutusukan untuk memanjat atap kamar melalui ranjang. Tapi aku tidak tahu persis, kamar itu tempat tidur siapa. Yang jelas, aku sangat yakin itu bukan
kamarnya bapak-ibunya. Celakanya, ketika aku menelusuri
kabel-kabel, aku belum menemukan kabel yang lecet. Semuanya beres. Kemudian aku pindah ke kamar sebelah. aku juga tak bisa menemukan kabel yang lecet. Kemudian pindah ke kamar lain lagi, sampai akhirnya aku harus meneliti kamar tidur Mbak Yani sendiri, sebuah kamar yang dipenuhi dengan aneka lukisan sensual. Celakanya lagi, ketika hari telah gelap, aku belum bisa menemukan kabel yang rusak. Akibatnya, rumah Mbak Yani tetap gelap total. Dan aku hanya mengandalkan bantuan sebuah senter serta lilin kecil yang dinyalakan Mbak Yani.
Lebih celaka lagi, tiba-tiba hujan deras mengguyur seantero
kota. Tidak-bisa tidak, aku harus berhenti. Maunya aku ingin
melanjutkan pekerjaan itu besok pagi.
“Wah, maaf Mbak aku tak bisa menemukan kabel yang rusak. Ku pikir, kabel bagian puncak atap rumah yang kurang beres. Jadi besok aku harus bawa tangga khusus,” jelasku sambil melangkah keluar kamar.
“Yah, tak apa-apa. Tapi sorry yah. Aku…. merepotkanmu,”
balas Mbak Yanti.
“Itu es tehnya diminum dulu.”
Sementara menunggu hujan reda, kami berdua berakap-cakap
berdua di ruang tengah. Cukup banyak cerita-cerita masalah
pribadi yang kami tukar, termasuk hubunganku dengan Mbak Yani selama ini. Mbak Yani juga tidak ketinggalan menanyakan soal puisi indah tulisannya yang dia kirimkan padaku lewat kado ulang tahunku beberapa bulan lalu.
Entah bagiamana awalnya, tahu-tahu nada percakapan kami
berubah mesra dan menjurus ke arah yang menggairahkan jiwa. Bahkan, Mbak Yani tak segan-segan membelai wajahku, mengelu telingkau dan sebagianya. Tak sadar, tubuh kami berdua jadi berhimpitan hingga menimbulkan rangsangan yang cukup berarti untukku. Apalagi setelah dadaku menempel erat pada payudaranya yang berukuran tidak begitu besar namun bentuknya indah dan kencang. Dan tak ayal lagi, penisku pun mulai berdiri mengencang. Aku tak sadar, bahwa aku sudah terangsang oleh guru sekolahku sendiri! Namun hawa nafsu birahi yang mulai melandaku sepertinya mengalahkan akal sehatku. Mbak Yani sendiri juga tampaknya memiliki pikiran yang sama saja. Ia tidak henti-hentinya mengulumi bibirku dengan nafsunya.
Akhirnya, nafsuku sudah tak tertahankan lagi. Sementara
bibirku dan Mbak Yani masih tetap saling memagut, tanganku
mulai menggerayangi tubuh guru sekolahku itu. Kujamah gundukan daging kembar yang menghiasi dengan indahnya dada Mbak Yani yang masih berpakaian lengkap. Dengan segera kuremas-remas bagian tubuh yang sensitif tersebut.
“Aaah… Budi… aah…” Mbak Yani mulai melenguh kenikmatan.
Bibirnya masih tetap melahap bibirku.
Mengetahui Mbak Yani tidak menghalangiku, aku semakin berani. Remasan-remasan tanganku pada payudaranya semakin menjadi-jadi. Sungguh suatu kenikmatan yang baru pertama kali kualami meremas-remas benda kembar indah nan kenyal milik guru sekolahku itu. Melalui kain blus yang dikenakan Mbak Yani kuusap-usap ujung payudaranya yang begitu menggiurkan itu. Tubuh Mbak Yani mulai bergerak menggelinjang.
“Uuuuhhh… Mbak…..” Aku mendesah saat merasakan ada jamahan yang mendarat di selangkanganku. Penisku pun bertambah menegang akibat sentuhan tangan Mbak Yani ini, membuatku bagian selangkangan celana panjangku tampak begitu menonjol.
Mbak Yani juga merasakannya, membuatnya semakin bernafsu
meremas-remas penisku itu dari balik celana panjangku. Nafsu
birahi yang menggelora nampaknya semakin menenggelamkan kami berdua, sehingga membuat kami melupakan hubungan kami sebagai guru-murid.
“Aaauuhh… Bud… uuuh…..” Mbak Yani mendesis-desis dengan
desahannya karena remasan-remasan tanganku di payudaranya bukannya berhenti, malah semakin merajalela. Matanya terpejam merasa kenikmatan yang begitu menghebat.
Tanganku mulai membuka satu persatu kancing blus Mbak Yani dari yang paling atas hingga kancing terakhir. Lalu Mbak Yani sendiri yang menanggalkan blus yang dikenakannya itu. Aku terpana sesaat melihat tubuh guru sekolahku itu yang putih dan mulus dengan payudaranya yang membulat dan bertengger dengan begitu indahnya di dadanya yang masih tertutup beha katun berwarna krem kekuningan. Tetapi aku segera tersadar, bahwa pemandangan amboi di hadapannya itu memang tersedia untukku, terlepas itu milik guru sekolahku sendiri.
Tidak ingin membuang-buang waktu, bibirku berhenti menciumi
bibir Mbak Yani dan mulai bergerak ke bawah. Kucium dan
kujilati leher jenjang Mbak Yani, membuatnya
menggelinjal-gelinjal sambil merintih kecil. Sementara itu,
tanganku kuselipkan ke balik beha Mbak Yani sehingga
menungkupi seluruh permukaan payudara sebelah kanannya. Puting susunya yang tinggi dan mulai mengeras begitu menggelitik telapak tanganku. Segera kuelus-elus puting susu yang indah itu dengan telapak tanganku. Kepala Mbak Yani tersentak menghadap ke atas sambil memejamkan matanya. Tidak puas dengan itu, ibu jari dan telunjukku memilin-milin puting susu Mbak Yani yang langsung saja menjadi sangat keras. Memang baru kali ini aku menggeluti tubuh indah seorang wanita. Namun memang insting kelelakianku membuatku seakan-akan sudah mahir melakukannya.
“Iiiihh….. auuuhhh….. aaahhh…..” Mbak Yani tidak dapat
menahan desahan-desahan nafsunya. Segala gelitikan
jari-jemariku yang dirasakan oleh payudara dan puting susunya
dengan bertubi-tubi, membuat nafsu birahinya semakin
membulak-bulak.
Kupegang tali pengikat beha Mbak Yani lalu kuturunkan ke
bawah. Kemudian beha itu kupelorotkan ke bawah sampai ke perut Mbak Yani. Puting susu Mbak Yani yang sudah begitu mengeras itu langsung mencelat dan mencuat dengan indahnya di depanku. Aku langsung saja melahap puting susu yang sangat menggiurkan itu. Kusedot-sedot puting susu Mbak Yani. Kuingat masa kecilku dulu saat masih menyusu pada payudara ibuku. Bedanya, tentu saja payudara guru sekolahku ini belum dapat mengeluarkan air susu. Mbak Yani menggeliat-geliat akibat rasa nikmat yang begitu melanda kalbunya. Lidahku dengan mahirnya tak ayal menggelitiki puting susunya sehingga pentil yang sensitif itu melenting ke kiri dan ke kanan terkena hajaran lidahku.
“Oooh…. Buuuuuuuud” desahan Mbak Yani semakin lama bertambah keras. Untung saja rumahnya sedang sepi dan letaknya memang agak berjauhan dari rumah yang paling dekat, sehingga tidak mungkin ada orang yang mendengarnya.
Belum puas dengan payudara dan puting susu Mbak Yani yang
sebelah kiri, yang sudah basah berlumuran air liurku, mulutku
kini pindah merambah bukit membusung sebelah kanan. Apa yang kuperbuat pada belahan indah sebelah kiri tadi, uperbuat pula pada yang sebelah kanan ini. Payudara sebelah kanan milik guru sekolahku yang membulat indah itu tak luput menerima jelajahan mulutku dengan lidahnya yang bergerak-gerak dengan mahirnya. Kukulum ujung payudara Mbak Yani. Lalu kujilati dan kugelitiki puting susunya yang tinggi. Puting susu itu juga sama melenting ke kiri dan ke kanan, seperti halnya puting susu payudaranya yang sebelah kiri tadi. Mbak Yani pun semakin merintih-rintih karena merasakan geli dan nikmat yang menjadi-jadi berbaur menjadi satu padu. Seperti tengah minum soft drink dengan memakai sedotan plastik, kuseruput puting susu guru sekolahku itu.
“Buuuddd….. Aaaahhhhh…..” Mbak Yani menjerit panjang.
Lidahku tetap tak henti-hentinya menjilati puting susu Mbak
Yani yang sudah demikian kerasnya. Sementara itu tanganku
mulai bergerak ke arah bawah. Kubuka retsleting celana jeans
yang Mbak Yani kenakan. Kemudian dengan sedikit dibantunya
sambil tetap merem-melek, kutanggalkan celana jeans itu ke
bawah hingga ke mata kaki. Tubuh bagian bawah Mbak Yani
sekarang hanya dilindungi oleh selembar celana dalam dengan
bahan dan warna yang seragam dengan behanya. Meskipun begitu, tetap dapat kulihat warna kehitaman samar-samar di bagian selangkangannya.
Ditunjang oleh nafsu birahi yang semakin menjulang tinggi,
tanpa berpikir panjang lagi, kulepas pula kain satu-satunya
yang masih menutupi tubuh Mbak Yani yang memang sintal itu.
Dan akhirnya tubuh mulus guru sekolahku itu pun terhampar
bugil di depanku, siap untuk kunikmati.
Tak ayal, jari tengahku mulai menjamah bibir vagina Mbak Yani
di selangkangannya yang sudah mulai ditumbuhi bulu-bulu tipis
kehitaman walaupun belum begitu banyak. Kutelusuri sekujur
permukaan bibir vagina itu secara melingkar berulang-ulang
dengan lembutnya. Tubuh Mbak Yani yang masih terduduk di sofa melengkung ke atas dibuatnya, sehingga payudaranya semakin membusung menjulang tinggi, yang masih tetap dilahap oleh mulut dan bibirku dengan tanpa henti.
“Oooohhh….. Budddyyyy….. Iiiihhh….. Buuud…..!”
Jari tengahku itu berhenti pada gundukan daging kecil berwarna
kemerahan yang terletak di bibir vagina Mbak Yani yang mulai
dibasahi cairan-cairan bening. Mula-mula kuusap-usap daging
kecil yang bernama klitoris ini dengan perlahan-lahan.
Lama-kelamaan kunaikkan temponya, sehingga usapan-usapan tersebut sekarang sudah menjadi gelitikan, bahkan tak lama kemudian bertambah lagi intensitasnya menjadi sentilan. Klitoris Mbak Yani yang bertambah merah akibat sentuhan jariku yang bagaikan sudah profesional, membuat tubuh pemiliknya itu semakin menggelinjal-gelinjal tak tentu arahnya.
Melihat Mbak Yani yang tampak semakin merangsang, aku menambah kecepatan gelitikanku pada klitorisnya. Dan akibatnya, klitoris Mbak Yani mulai membengkak. Sementara vaginanya pun semakin dibanjiri oleh cairan-cairan kenikmatan yang terus mengalir dari dalam lubang keramat yang masih sempit itu.
Puas menjelajahi klitoris Mbak Yani, jari tengahku mulai
merangsek masuk perlahan-lahan ke dalam vagina guru sekolahku itu. Setahap demi setahap kumasukkan jariku ke dalam vaginanya. Mula-mula sebatas ruas jari yang pertama. Dengan susah payah memang, sebab vagina Mbak Yani memang masih teramat sempit. Kemudian perlahan-lahan jariku kutusukkan lebih dalam lagi. Pada saat setengah jariku sudah amblas ke dalam vagina Mbak Yani, terasa ada hambatan. Seperti adanya selaput yang cukup lentur.
“Aiiihh… Bud…” Mbak Yani merintih kecil seraya meringis
seperti menahan rasa sakit. Saat itu juga, aku langsung sadar,
bahwa yang menghambat penetrasi jari tengahku ke dalam vagina Mbak Yani adalah selaput daranya yang masih utuh. Ternyata guru sekolahku satu-satunya itu masih perawan. Baru aku tahu, ternyata sebandel-bandelnya Mbak Yani, ternyata guru sekolahku itu masih sanggup memelihara kehormatannya. Aku sedikit salut padanya. Dan untuk menghargainya, aku memutuskan tidak akan
melanjutkan perbuatanku itu.
“Bud….. Kok distop…..” tanya Mbak Yani dengan nafas
terengah-engah.
“Mbak, Mbak kan masih perawan. Nanti kalo aku terusin kan Mbak
bisa…..”
Mbak Yani malah menjulurkan tangannya menggapai
selangkanganku. Begitu tangannya menyentuh ujung penisku yang masih ada di dalam celana pendek yang kupakai, penisku yang tadinya sudah mengecil, sontak langsung bergerak mengeras kembali. Ternyata sentuhan lembut tangannya itu berhasil membuatku terangsang kembali, membuatku tidak dapat membantah apapun lagi, bahkan aku seperti melupakan apa-apa yang kukatakan barusan.
Dengan secepat kilat, Mbak Yani memegang kolor celana pendekku itu, lalu dengan sigap pula celanaku itu dilucutinya sebatas lutut. Yang tersisa hanya celana dalamku. Mata Mbak Yani tampak berbinar-binar menyaksikan onggokan yang cukup besar di selangkanganku. Diremas-remasnya penisku dengan tangannya, membuat penisku itu semakin bertambah keras dan bertambah panjang. Kutaksir panjangnya sekarang sudah bertambah dua kali lipat semula. Bukan main! Semua ini akibat rangsangan yang kuterima dari guru sekolahku itu sedemikian hebatnya.
“Mbak….. aku buka dulu ya,” tanyaku sambil menanggalkan
celana dalamku.
Penisku yang sudah begitu tegangnya seperti meloncat keluar
begitu penutupnya terlepas.
“Aw!” Mbak Yani menjerit kaget melihat penisku yang begitu
menjulang dan siap tempur. Namun kemudian ia meraih penisku itu dan perlahan-lahan ia menggosok-gosok batang ‘meriam’-ku itu, sehingga membuat otot-otot yang mengitarinya bertambah jelas kelihatan dan batang penisku itu pun menjadi laksana tonggak yang kokoh dan siap menghujam siapa saja yang menghalanginya. Kemudian Mbak Yani menarik penisku dan membimbingnya menuju selangkangannya sendiri. Diarahkannya penisku itu tepat ke arah lubang vaginanya.
Sekilas, aku seperti sadar. Astaga! Mbak Yani kan guru
sekolahku sendiri! Apa jadinya nanti jika aku sampai
menyetubuhinya? Apa kata orang-orang nanti mengetahui aku
berhubungan seks dengan guru sekolahku sendiri?
Akhirnya aku memutuskan tidak akan melakukan penetrasi lebih jauh ke dalam vagina Mbak Yani. Kutempelkan ujung penisku ke bibir vagina Mbak Yani, lalu kuputar-putar mengelilingi bibir gua tersebut. Mbak Yani menggerinjal-gerinjal merasakan sensasi yang demikian hebatnya serta tidak ada duanya di dunia ini.
“Aaahhh….. uuuhhhh…..” Mbak Yani mendesah-desah dengan
Yanirnya sewaktu aku sengaja menyentuhkan penisku pada
klitorisnya yang kemerahan dan kini kembali membengkak.
Sementara bibirku masih belum puas-puasnya berpetualang di
payudara Mbak Yani itu dengan puting susunya yang
menggairahkan. Terlihat payudara guru sekolahku itu dan daerah sekitarnya basah kuyup terkena jilatan dan lumatanku yang begitu menggila, sehingga tampak mengkilap.
Aku perlahan-lahan mulai memasukkan batang penisku ke dalam lubang vagina Mbak Yani. Sengaja aku tidak mau langsung menusukkannya. Sebab jika sampai kebablasan, bukan tidak mungkin dapat mengoyak selaput daranya. Aku tidak mau melakukan perbuatan itu, sebab bagaimanapun juga Mbak Yani adalah guru sekolahku, darah dagingku sendiri!
Mbak Yani mengejan ketika kusodokkan penisku lebih dalam lagi ke dalam vaginanya. Sewaktu kira-kira penisku amblas hampir setengahnya, ujung “tonggak”-ku itu ternyata telah tertahan oleh selaput dara Mbak Yani, sehingga membuatku menghentikan hujaman penisku itu. Segera saja kutarik penisku perlahan-lahan dari Yaning surgawi milik guru sekolahku itu. Gesekan-gesekan yang terjadi antara batang penisku dengan dinding lorong vagina Mbak Yani membuatku meringis-ringis menahan rasa nikmat yang yang tak terhingga. Baru kali ini aku merasakan sensasi seperti ini. Lalu, kembali kutusukkan penisku ke dalam vagina Mbak Yani sampai sebatas selaput daranya lagi dan kutarik lagi sampai hampir keluar seluruhnya.
Begitu terus kulakukan berulang-ulang memasukkan dan
mengeluarkan setengah batang penisku ke dalam vagina Mbak
Yani. Dan temponya pun semakin lama semakin kupercepat.
Gesekan-gesekan batang penisku dengan Yaning vagina Mbak Yani semakin menggila. Rasanya tidak ada lagi di dunia ini yang dapat menandingi kenikmatan yang sedang kurasakan dalam permainan cintaku dengan guru sekolahku sendiri ini.
Kenikmatan yang pertama dengan kenikmatan berikutnya,
disambung dengan kenikmatan selanjutnya lagi, saling
susul-menyusul tanpa henti.
Tampaknya setan mulai merajalela di otakku seiring dengan
intensitas gesekan-gesekan yang terjadi di dalam vagina Mbak
Yani yang semakin tinggi. Kenikmatan tiada taranya yang serasa tidak kesudahan, bahkan semakin menjadi-jadi membuat aku dan Mbak Yani menjadi lupa segala-galanya. Aku pun melupakan semua komitmenku tadi.
Dalam suatu kali saat penisku tengah menyodok vagina Mbak
Yani, aku tidak menghentikan hujamanku itu sebatas selaput
daranya seperti biasa, namun malah meneruskannya dengan cukup keras dan cepat, sehingga batang penisku amblas seluruhnya dalam vagina Mbak Yani. Vaginanya yang amat sempit itu berdenyut-denyut menjepit batang penisku yang tenggelam sepenuhnya.
“Aaaauuuuwwww…..” Mbak Yani menjerit cukup keras kesakitan.
Tetapi aku tidak menghiraukannya. Sebaliknya aku semakin
bernafsu untuk memompa penisku itu semakin dalam dan semakin cepat lagi penetrasi di dalam vagina Mbak Yani. Tampaknya rasa sakit yang dialami guru sekolahku itu tidak membuat aku mengurungkan perbuatan setanku. Bahkan genjotan penisku ke dalam lubang vaginanya semakin menggila. Kurasakan, semakin cepat aku memompa penisku, semakin hebat pula gesekan-gesekan yang terjadi antara batang penisku itu dengan dinding vagina Mbak Yani, dan semakin tiada tandingannya kenikmatan yang
kurasakan.
Hujaman-hujaman penisku ke dalam vagina Mbak Yani
terus-menerus terjadi sambung-menyambung. Bahkan tambah lama bertambah tinggi temponya. Mbak Yani tidak sanggup berbuat apa-apa lagi kecuali hanya menjerit-jerit tidak karuan.
Rupa-rupanya setan telah menguasai jiwa kami berdua, sehingga kami terhanyut dalam perbuatan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh dua guru dan murid.
“Aaaah….. Budi….. aaahhh…..” Mbak Yani menjerit panjang.
Tampaknya ia sudah seakan-akan terbang melayang sampai langit ketujuh. Matanya terpejam sementara tubuhnya bergetar dan menggelinjang keras. Peluh mulai membasahi tubuh kami berdua. Kutahu, guru sekolahku itu sudah hampir mencapai orgasme. Namun aku tidak mempedulikannya. Aku sendiri belum merasakan apa-apa. Dan lenguhan serta jeritan Mbak Yani semakin membuat tusukan-tusukan penisku ke dalam vaginanya bertambah menggila lagi. Mbak Yani pun bertambah keras jeritan-jeritannya. Pokoknya suasana saat itu sudah gaduh sekali. Segala macam lenguhan, desahan, ditambah dengan jeritan berpadu menjadi satu.
Akhirnya kurasakan sesuatu hampir meluap keluar dari dalam
penisku. Tetapi ini tidak membuatku menghentikan penetrasiku pada vagina Mbak Yani. Tempo genjotan-genjotan penisku juga tidak kukurangi. Dan akhirnya setelah rasanya aku tidak sanggup menahan orgasmeku, kutarik penisku dari dalam vagina Mbak Yani secepat kilat. Kemudian dengan tempo yang tinggi, kugosok-gosok batang penisku itu dengan tanganku. Tak lama kemudian, cairan-cairan kental berwarna putih bagaikan layaknya senapan mesin bermuncratan dari ujung penisku. Sebagian mengenai muka Mbak Yani. Ada pula yang mengenai payudara dan bagian tubuhnya yang lain. Bahkan celaka! Ada pula yang belepotan di jok sofa yang diduduki Mbak Yani. Ditambah dengan darah yang mengalir dari dalam vaginanya, menandakan keperawanan guru sekolahku itu berhasil direnggut olehku.
Dan akhirnya karena kehabisan tenaga, aku terhempas begitu saja ke atas sofa di samping Mbak Yani. Tubuh kami berdua sudah bermandikan keringat dari ujung rambut ke ujung kaki. Aku hanya mengenakan kaus oblong saja, sedangkan Mbak Yani telanjang Bulat tanpa selembar benangpun yang Menutupi tubuhnya.
Sore itu ada seorang anak kecil datang mencari ke rumah. Aku
diminta datang ke rumah Mbak Yani, tetangga kampungku, untuk memperbaiki jaringan listrik rumahnya yang rusak.
“Cepat ya, Mas. Sudah ditunggu Mbak Yani,” ujar anak SD
tetangga Mbak Yani.
Dalam hati, aku sangat girang. Betapa tidak, guru seni lukis
itu rupanya makin lengket denganku. Aku sendiri tak tahu,
kenapa dia sering minta tolong untuk memperbaiki peralatan
rumah tangganya. Yang jelas, semenjak dia mengajaku melukis pergi ke lereng gunung dan making love di semak-semak hutan, Mbak Yani makin sering mengajakku pergi. Dan sore ini dia memintaku datang ke rumahnya lagi.
Tanpa banyak pikir aku langsung berangkat dengan mengendarai sepeda motor. Maklum, rumahnya terbilang cukup jauh, sekitar 5km dari rumahku. Setibanya di rumah Mbak Yani, suasana sepi.
Keluarganya tampaknya sedang pergi.Betul, ketika aku mengetuk pintu, hanya Mbak Yani yang tampak.
“Ayo, cepet masuk. Semua keluargaku sedang pergi menghadiri acara hajatan saudar di luar kota,” sambut Mbak Yani sambil menggandeng tangganku.
Darahku mendesir ketika membuntuti langkah Mbak Yani. Betapa tidak, pakaian yang dikenakan luar biasa sexy, hanya sejenis daster pendek hingga tonjolan payudara dan pahanya terasa menggoda.
“Anu, Bud… Listrik rumahku mati melulu. Mungkin ada ada
kabel yang konslet. Tolong betulin, ya… Kau tak keberatan
kan?” pinta Mbak Yani kemudian.
Tanpa banyak basa-basi Mbak Yani menggandengku masuk ke ruang tengah, kemudian masuk ke sebuah kamar.
“Nah saya curiga jaringan di kamar ini yang rusak. Buruan kau
teliti ya. Nanti keburu mahrib.”
Aku hanya menuruti segala permintaannya. Setelah merunutu
jaringan kabel, akhirnya aku memutusukan untuk memanjat atap kamar melalui ranjang. Tapi aku tidak tahu persis, kamar itu tempat tidur siapa. Yang jelas, aku sangat yakin itu bukan
kamarnya bapak-ibunya. Celakanya, ketika aku menelusuri
kabel-kabel, aku belum menemukan kabel yang lecet. Semuanya beres. Kemudian aku pindah ke kamar sebelah. aku juga tak bisa menemukan kabel yang lecet. Kemudian pindah ke kamar lain lagi, sampai akhirnya aku harus meneliti kamar tidur Mbak Yani sendiri, sebuah kamar yang dipenuhi dengan aneka lukisan sensual. Celakanya lagi, ketika hari telah gelap, aku belum bisa menemukan kabel yang rusak. Akibatnya, rumah Mbak Yani tetap gelap total. Dan aku hanya mengandalkan bantuan sebuah senter serta lilin kecil yang dinyalakan Mbak Yani.
Lebih celaka lagi, tiba-tiba hujan deras mengguyur seantero
kota. Tidak-bisa tidak, aku harus berhenti. Maunya aku ingin
melanjutkan pekerjaan itu besok pagi.
“Wah, maaf Mbak aku tak bisa menemukan kabel yang rusak. Ku pikir, kabel bagian puncak atap rumah yang kurang beres. Jadi besok aku harus bawa tangga khusus,” jelasku sambil melangkah keluar kamar.
“Yah, tak apa-apa. Tapi sorry yah. Aku…. merepotkanmu,”
balas Mbak Yanti.
“Itu es tehnya diminum dulu.”
Sementara menunggu hujan reda, kami berdua berakap-cakap
berdua di ruang tengah. Cukup banyak cerita-cerita masalah
pribadi yang kami tukar, termasuk hubunganku dengan Mbak Yani selama ini. Mbak Yani juga tidak ketinggalan menanyakan soal puisi indah tulisannya yang dia kirimkan padaku lewat kado ulang tahunku beberapa bulan lalu.
Entah bagiamana awalnya, tahu-tahu nada percakapan kami
berubah mesra dan menjurus ke arah yang menggairahkan jiwa. Bahkan, Mbak Yani tak segan-segan membelai wajahku, mengelu telingkau dan sebagianya. Tak sadar, tubuh kami berdua jadi berhimpitan hingga menimbulkan rangsangan yang cukup berarti untukku. Apalagi setelah dadaku menempel erat pada payudaranya yang berukuran tidak begitu besar namun bentuknya indah dan kencang. Dan tak ayal lagi, penisku pun mulai berdiri mengencang. Aku tak sadar, bahwa aku sudah terangsang oleh guru sekolahku sendiri! Namun hawa nafsu birahi yang mulai melandaku sepertinya mengalahkan akal sehatku. Mbak Yani sendiri juga tampaknya memiliki pikiran yang sama saja. Ia tidak henti-hentinya mengulumi bibirku dengan nafsunya.
Akhirnya, nafsuku sudah tak tertahankan lagi. Sementara
bibirku dan Mbak Yani masih tetap saling memagut, tanganku
mulai menggerayangi tubuh guru sekolahku itu. Kujamah gundukan daging kembar yang menghiasi dengan indahnya dada Mbak Yani yang masih berpakaian lengkap. Dengan segera kuremas-remas bagian tubuh yang sensitif tersebut.
“Aaah… Budi… aah…” Mbak Yani mulai melenguh kenikmatan.
Bibirnya masih tetap melahap bibirku.
Mengetahui Mbak Yani tidak menghalangiku, aku semakin berani. Remasan-remasan tanganku pada payudaranya semakin menjadi-jadi. Sungguh suatu kenikmatan yang baru pertama kali kualami meremas-remas benda kembar indah nan kenyal milik guru sekolahku itu. Melalui kain blus yang dikenakan Mbak Yani kuusap-usap ujung payudaranya yang begitu menggiurkan itu. Tubuh Mbak Yani mulai bergerak menggelinjang.
“Uuuuhhh… Mbak…..” Aku mendesah saat merasakan ada jamahan yang mendarat di selangkanganku. Penisku pun bertambah menegang akibat sentuhan tangan Mbak Yani ini, membuatku bagian selangkangan celana panjangku tampak begitu menonjol.
Mbak Yani juga merasakannya, membuatnya semakin bernafsu
meremas-remas penisku itu dari balik celana panjangku. Nafsu
birahi yang menggelora nampaknya semakin menenggelamkan kami berdua, sehingga membuat kami melupakan hubungan kami sebagai guru-murid.
“Aaauuhh… Bud… uuuh…..” Mbak Yani mendesis-desis dengan
desahannya karena remasan-remasan tanganku di payudaranya bukannya berhenti, malah semakin merajalela. Matanya terpejam merasa kenikmatan yang begitu menghebat.
Tanganku mulai membuka satu persatu kancing blus Mbak Yani dari yang paling atas hingga kancing terakhir. Lalu Mbak Yani sendiri yang menanggalkan blus yang dikenakannya itu. Aku terpana sesaat melihat tubuh guru sekolahku itu yang putih dan mulus dengan payudaranya yang membulat dan bertengger dengan begitu indahnya di dadanya yang masih tertutup beha katun berwarna krem kekuningan. Tetapi aku segera tersadar, bahwa pemandangan amboi di hadapannya itu memang tersedia untukku, terlepas itu milik guru sekolahku sendiri.
Tidak ingin membuang-buang waktu, bibirku berhenti menciumi
bibir Mbak Yani dan mulai bergerak ke bawah. Kucium dan
kujilati leher jenjang Mbak Yani, membuatnya
menggelinjal-gelinjal sambil merintih kecil. Sementara itu,
tanganku kuselipkan ke balik beha Mbak Yani sehingga
menungkupi seluruh permukaan payudara sebelah kanannya. Puting susunya yang tinggi dan mulai mengeras begitu menggelitik telapak tanganku. Segera kuelus-elus puting susu yang indah itu dengan telapak tanganku. Kepala Mbak Yani tersentak menghadap ke atas sambil memejamkan matanya. Tidak puas dengan itu, ibu jari dan telunjukku memilin-milin puting susu Mbak Yani yang langsung saja menjadi sangat keras. Memang baru kali ini aku menggeluti tubuh indah seorang wanita. Namun memang insting kelelakianku membuatku seakan-akan sudah mahir melakukannya.
“Iiiihh….. auuuhhh….. aaahhh…..” Mbak Yani tidak dapat
menahan desahan-desahan nafsunya. Segala gelitikan
jari-jemariku yang dirasakan oleh payudara dan puting susunya
dengan bertubi-tubi, membuat nafsu birahinya semakin
membulak-bulak.
Kupegang tali pengikat beha Mbak Yani lalu kuturunkan ke
bawah. Kemudian beha itu kupelorotkan ke bawah sampai ke perut Mbak Yani. Puting susu Mbak Yani yang sudah begitu mengeras itu langsung mencelat dan mencuat dengan indahnya di depanku. Aku langsung saja melahap puting susu yang sangat menggiurkan itu. Kusedot-sedot puting susu Mbak Yani. Kuingat masa kecilku dulu saat masih menyusu pada payudara ibuku. Bedanya, tentu saja payudara guru sekolahku ini belum dapat mengeluarkan air susu. Mbak Yani menggeliat-geliat akibat rasa nikmat yang begitu melanda kalbunya. Lidahku dengan mahirnya tak ayal menggelitiki puting susunya sehingga pentil yang sensitif itu melenting ke kiri dan ke kanan terkena hajaran lidahku.
“Oooh…. Buuuuuuuud” desahan Mbak Yani semakin lama bertambah keras. Untung saja rumahnya sedang sepi dan letaknya memang agak berjauhan dari rumah yang paling dekat, sehingga tidak mungkin ada orang yang mendengarnya.
Belum puas dengan payudara dan puting susu Mbak Yani yang
sebelah kiri, yang sudah basah berlumuran air liurku, mulutku
kini pindah merambah bukit membusung sebelah kanan. Apa yang kuperbuat pada belahan indah sebelah kiri tadi, uperbuat pula pada yang sebelah kanan ini. Payudara sebelah kanan milik guru sekolahku yang membulat indah itu tak luput menerima jelajahan mulutku dengan lidahnya yang bergerak-gerak dengan mahirnya. Kukulum ujung payudara Mbak Yani. Lalu kujilati dan kugelitiki puting susunya yang tinggi. Puting susu itu juga sama melenting ke kiri dan ke kanan, seperti halnya puting susu payudaranya yang sebelah kiri tadi. Mbak Yani pun semakin merintih-rintih karena merasakan geli dan nikmat yang menjadi-jadi berbaur menjadi satu padu. Seperti tengah minum soft drink dengan memakai sedotan plastik, kuseruput puting susu guru sekolahku itu.
“Buuuddd….. Aaaahhhhh…..” Mbak Yani menjerit panjang.
Lidahku tetap tak henti-hentinya menjilati puting susu Mbak
Yani yang sudah demikian kerasnya. Sementara itu tanganku
mulai bergerak ke arah bawah. Kubuka retsleting celana jeans
yang Mbak Yani kenakan. Kemudian dengan sedikit dibantunya
sambil tetap merem-melek, kutanggalkan celana jeans itu ke
bawah hingga ke mata kaki. Tubuh bagian bawah Mbak Yani
sekarang hanya dilindungi oleh selembar celana dalam dengan
bahan dan warna yang seragam dengan behanya. Meskipun begitu, tetap dapat kulihat warna kehitaman samar-samar di bagian selangkangannya.
Ditunjang oleh nafsu birahi yang semakin menjulang tinggi,
tanpa berpikir panjang lagi, kulepas pula kain satu-satunya
yang masih menutupi tubuh Mbak Yani yang memang sintal itu.
Dan akhirnya tubuh mulus guru sekolahku itu pun terhampar
bugil di depanku, siap untuk kunikmati.
Tak ayal, jari tengahku mulai menjamah bibir vagina Mbak Yani
di selangkangannya yang sudah mulai ditumbuhi bulu-bulu tipis
kehitaman walaupun belum begitu banyak. Kutelusuri sekujur
permukaan bibir vagina itu secara melingkar berulang-ulang
dengan lembutnya. Tubuh Mbak Yani yang masih terduduk di sofa melengkung ke atas dibuatnya, sehingga payudaranya semakin membusung menjulang tinggi, yang masih tetap dilahap oleh mulut dan bibirku dengan tanpa henti.
“Oooohhh….. Budddyyyy….. Iiiihhh….. Buuud…..!”
Jari tengahku itu berhenti pada gundukan daging kecil berwarna
kemerahan yang terletak di bibir vagina Mbak Yani yang mulai
dibasahi cairan-cairan bening. Mula-mula kuusap-usap daging
kecil yang bernama klitoris ini dengan perlahan-lahan.
Lama-kelamaan kunaikkan temponya, sehingga usapan-usapan tersebut sekarang sudah menjadi gelitikan, bahkan tak lama kemudian bertambah lagi intensitasnya menjadi sentilan. Klitoris Mbak Yani yang bertambah merah akibat sentuhan jariku yang bagaikan sudah profesional, membuat tubuh pemiliknya itu semakin menggelinjal-gelinjal tak tentu arahnya.
Melihat Mbak Yani yang tampak semakin merangsang, aku menambah kecepatan gelitikanku pada klitorisnya. Dan akibatnya, klitoris Mbak Yani mulai membengkak. Sementara vaginanya pun semakin dibanjiri oleh cairan-cairan kenikmatan yang terus mengalir dari dalam lubang keramat yang masih sempit itu.
Puas menjelajahi klitoris Mbak Yani, jari tengahku mulai
merangsek masuk perlahan-lahan ke dalam vagina guru sekolahku itu. Setahap demi setahap kumasukkan jariku ke dalam vaginanya. Mula-mula sebatas ruas jari yang pertama. Dengan susah payah memang, sebab vagina Mbak Yani memang masih teramat sempit. Kemudian perlahan-lahan jariku kutusukkan lebih dalam lagi. Pada saat setengah jariku sudah amblas ke dalam vagina Mbak Yani, terasa ada hambatan. Seperti adanya selaput yang cukup lentur.
“Aiiihh… Bud…” Mbak Yani merintih kecil seraya meringis
seperti menahan rasa sakit. Saat itu juga, aku langsung sadar,
bahwa yang menghambat penetrasi jari tengahku ke dalam vagina Mbak Yani adalah selaput daranya yang masih utuh. Ternyata guru sekolahku satu-satunya itu masih perawan. Baru aku tahu, ternyata sebandel-bandelnya Mbak Yani, ternyata guru sekolahku itu masih sanggup memelihara kehormatannya. Aku sedikit salut padanya. Dan untuk menghargainya, aku memutuskan tidak akan
melanjutkan perbuatanku itu.
“Bud….. Kok distop…..” tanya Mbak Yani dengan nafas
terengah-engah.
“Mbak, Mbak kan masih perawan. Nanti kalo aku terusin kan Mbak
bisa…..”
Mbak Yani malah menjulurkan tangannya menggapai
selangkanganku. Begitu tangannya menyentuh ujung penisku yang masih ada di dalam celana pendek yang kupakai, penisku yang tadinya sudah mengecil, sontak langsung bergerak mengeras kembali. Ternyata sentuhan lembut tangannya itu berhasil membuatku terangsang kembali, membuatku tidak dapat membantah apapun lagi, bahkan aku seperti melupakan apa-apa yang kukatakan barusan.
Dengan secepat kilat, Mbak Yani memegang kolor celana pendekku itu, lalu dengan sigap pula celanaku itu dilucutinya sebatas lutut. Yang tersisa hanya celana dalamku. Mata Mbak Yani tampak berbinar-binar menyaksikan onggokan yang cukup besar di selangkanganku. Diremas-remasnya penisku dengan tangannya, membuat penisku itu semakin bertambah keras dan bertambah panjang. Kutaksir panjangnya sekarang sudah bertambah dua kali lipat semula. Bukan main! Semua ini akibat rangsangan yang kuterima dari guru sekolahku itu sedemikian hebatnya.
“Mbak….. aku buka dulu ya,” tanyaku sambil menanggalkan
celana dalamku.
Penisku yang sudah begitu tegangnya seperti meloncat keluar
begitu penutupnya terlepas.
“Aw!” Mbak Yani menjerit kaget melihat penisku yang begitu
menjulang dan siap tempur. Namun kemudian ia meraih penisku itu dan perlahan-lahan ia menggosok-gosok batang ‘meriam’-ku itu, sehingga membuat otot-otot yang mengitarinya bertambah jelas kelihatan dan batang penisku itu pun menjadi laksana tonggak yang kokoh dan siap menghujam siapa saja yang menghalanginya. Kemudian Mbak Yani menarik penisku dan membimbingnya menuju selangkangannya sendiri. Diarahkannya penisku itu tepat ke arah lubang vaginanya.
Sekilas, aku seperti sadar. Astaga! Mbak Yani kan guru
sekolahku sendiri! Apa jadinya nanti jika aku sampai
menyetubuhinya? Apa kata orang-orang nanti mengetahui aku
berhubungan seks dengan guru sekolahku sendiri?
Akhirnya aku memutuskan tidak akan melakukan penetrasi lebih jauh ke dalam vagina Mbak Yani. Kutempelkan ujung penisku ke bibir vagina Mbak Yani, lalu kuputar-putar mengelilingi bibir gua tersebut. Mbak Yani menggerinjal-gerinjal merasakan sensasi yang demikian hebatnya serta tidak ada duanya di dunia ini.
“Aaahhh….. uuuhhhh…..” Mbak Yani mendesah-desah dengan
Yanirnya sewaktu aku sengaja menyentuhkan penisku pada
klitorisnya yang kemerahan dan kini kembali membengkak.
Sementara bibirku masih belum puas-puasnya berpetualang di
payudara Mbak Yani itu dengan puting susunya yang
menggairahkan. Terlihat payudara guru sekolahku itu dan daerah sekitarnya basah kuyup terkena jilatan dan lumatanku yang begitu menggila, sehingga tampak mengkilap.
Aku perlahan-lahan mulai memasukkan batang penisku ke dalam lubang vagina Mbak Yani. Sengaja aku tidak mau langsung menusukkannya. Sebab jika sampai kebablasan, bukan tidak mungkin dapat mengoyak selaput daranya. Aku tidak mau melakukan perbuatan itu, sebab bagaimanapun juga Mbak Yani adalah guru sekolahku, darah dagingku sendiri!
Mbak Yani mengejan ketika kusodokkan penisku lebih dalam lagi ke dalam vaginanya. Sewaktu kira-kira penisku amblas hampir setengahnya, ujung “tonggak”-ku itu ternyata telah tertahan oleh selaput dara Mbak Yani, sehingga membuatku menghentikan hujaman penisku itu. Segera saja kutarik penisku perlahan-lahan dari Yaning surgawi milik guru sekolahku itu. Gesekan-gesekan yang terjadi antara batang penisku dengan dinding lorong vagina Mbak Yani membuatku meringis-ringis menahan rasa nikmat yang yang tak terhingga. Baru kali ini aku merasakan sensasi seperti ini. Lalu, kembali kutusukkan penisku ke dalam vagina Mbak Yani sampai sebatas selaput daranya lagi dan kutarik lagi sampai hampir keluar seluruhnya.
Begitu terus kulakukan berulang-ulang memasukkan dan
mengeluarkan setengah batang penisku ke dalam vagina Mbak
Yani. Dan temponya pun semakin lama semakin kupercepat.
Gesekan-gesekan batang penisku dengan Yaning vagina Mbak Yani semakin menggila. Rasanya tidak ada lagi di dunia ini yang dapat menandingi kenikmatan yang sedang kurasakan dalam permainan cintaku dengan guru sekolahku sendiri ini.
Kenikmatan yang pertama dengan kenikmatan berikutnya,
disambung dengan kenikmatan selanjutnya lagi, saling
susul-menyusul tanpa henti.
Tampaknya setan mulai merajalela di otakku seiring dengan
intensitas gesekan-gesekan yang terjadi di dalam vagina Mbak
Yani yang semakin tinggi. Kenikmatan tiada taranya yang serasa tidak kesudahan, bahkan semakin menjadi-jadi membuat aku dan Mbak Yani menjadi lupa segala-galanya. Aku pun melupakan semua komitmenku tadi.
Dalam suatu kali saat penisku tengah menyodok vagina Mbak
Yani, aku tidak menghentikan hujamanku itu sebatas selaput
daranya seperti biasa, namun malah meneruskannya dengan cukup keras dan cepat, sehingga batang penisku amblas seluruhnya dalam vagina Mbak Yani. Vaginanya yang amat sempit itu berdenyut-denyut menjepit batang penisku yang tenggelam sepenuhnya.
“Aaaauuuuwwww…..” Mbak Yani menjerit cukup keras kesakitan.
Tetapi aku tidak menghiraukannya. Sebaliknya aku semakin
bernafsu untuk memompa penisku itu semakin dalam dan semakin cepat lagi penetrasi di dalam vagina Mbak Yani. Tampaknya rasa sakit yang dialami guru sekolahku itu tidak membuat aku mengurungkan perbuatan setanku. Bahkan genjotan penisku ke dalam lubang vaginanya semakin menggila. Kurasakan, semakin cepat aku memompa penisku, semakin hebat pula gesekan-gesekan yang terjadi antara batang penisku itu dengan dinding vagina Mbak Yani, dan semakin tiada tandingannya kenikmatan yang
kurasakan.
Hujaman-hujaman penisku ke dalam vagina Mbak Yani
terus-menerus terjadi sambung-menyambung. Bahkan tambah lama bertambah tinggi temponya. Mbak Yani tidak sanggup berbuat apa-apa lagi kecuali hanya menjerit-jerit tidak karuan.
Rupa-rupanya setan telah menguasai jiwa kami berdua, sehingga kami terhanyut dalam perbuatan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh dua guru dan murid.
“Aaaah….. Budi….. aaahhh…..” Mbak Yani menjerit panjang.
Tampaknya ia sudah seakan-akan terbang melayang sampai langit ketujuh. Matanya terpejam sementara tubuhnya bergetar dan menggelinjang keras. Peluh mulai membasahi tubuh kami berdua. Kutahu, guru sekolahku itu sudah hampir mencapai orgasme. Namun aku tidak mempedulikannya. Aku sendiri belum merasakan apa-apa. Dan lenguhan serta jeritan Mbak Yani semakin membuat tusukan-tusukan penisku ke dalam vaginanya bertambah menggila lagi. Mbak Yani pun bertambah keras jeritan-jeritannya. Pokoknya suasana saat itu sudah gaduh sekali. Segala macam lenguhan, desahan, ditambah dengan jeritan berpadu menjadi satu.
Akhirnya kurasakan sesuatu hampir meluap keluar dari dalam
penisku. Tetapi ini tidak membuatku menghentikan penetrasiku pada vagina Mbak Yani. Tempo genjotan-genjotan penisku juga tidak kukurangi. Dan akhirnya setelah rasanya aku tidak sanggup menahan orgasmeku, kutarik penisku dari dalam vagina Mbak Yani secepat kilat. Kemudian dengan tempo yang tinggi, kugosok-gosok batang penisku itu dengan tanganku. Tak lama kemudian, cairan-cairan kental berwarna putih bagaikan layaknya senapan mesin bermuncratan dari ujung penisku. Sebagian mengenai muka Mbak Yani. Ada pula yang mengenai payudara dan bagian tubuhnya yang lain. Bahkan celaka! Ada pula yang belepotan di jok sofa yang diduduki Mbak Yani. Ditambah dengan darah yang mengalir dari dalam vaginanya, menandakan keperawanan guru sekolahku itu berhasil direnggut olehku.
Dan akhirnya karena kehabisan tenaga, aku terhempas begitu saja ke atas sofa di samping Mbak Yani. Tubuh kami berdua sudah bermandikan keringat dari ujung rambut ke ujung kaki. Aku hanya mengenakan kaus oblong saja, sedangkan Mbak Yani telanjang Bulat tanpa selembar benangpun yang Menutupi tubuhnya.
TAMAT -- INIDEWA
Link Alternatif :
♣ www.nanas5.com
♣ www.m4rilah.com
Silahkan di Download aplikasi LiveChat kami di HP anda bosku :
IOS
bit.ly/ikingid ->inidewa
ANDROID
Link APK IniDewa : http://bit.ly/livechatinidewa
Contact :
♥ LINE : inidewa
♥ Whats App : +85595658445
♥ WE-CHAT : ini_Dewa
Video + Cerita Sex PERKOSAAN GADIS MALANG YANG DI PERKOSA DUKUN CABUL
0
INIDEWA - Ini yang ia lihat sudah melupakan dan membiarkan keluarganya,
Tindakan ini dilihat Vivi saat Ardi akan pergi ke luar kota untuk
meninjau perusahaannya di kota lain. Vivi menduga pasti Ardi telah
melakukan suatu perselingkuhan dan menyeleweng dikarenakan Ardi
tidak lagi memberikan nafkah batin untuk Vivi, sedangkan Ardi
selalu pergi ke luar kota setiap minggu dengan begitu hubungan
seks-nya dengan istrinya pasti tersalur, sedang saat ini Ardi
telah lupa akan kewajibannya. Siapa wanita yang telah merebut
Ardi dari tangannya, Vivi tidak mengetahui. Oleh sebab itu
Vivi sering merenung dan berpikir apakah selama ini ia tidak
melayani kebutuhan dan kesenangan suaminya, namun semua itu ia
rasa tidak mungkin dan sepengetahuannya ia selalu melayani dan
melaksanakan kesenangan dan kesukaan suaminya. Sedang kalau ia
lihat bentuk tubuhnya yang mungkin telah berubah? namun ia sadari
tidak mungkin! juga, Vivi menyadari ia dan Ardi telah berumah
tangga kurang lebih 6 tahun dan dikaruniai 2 orang anak yang
paling besar berumur 5 tahun, mustahil bentuk tubuhnya akan
menyebabkan Ardi berpaling.
Di depan cermin sering Vivi mengamati tubuhnya, ia pun rajin
senam dan melangsingkan tubuhnya, namun apa gerangan Ardi berubah
dan tidak mau menjamahnya? Secara fisik Vivi memang seorang ibu
rumah tangga yang telah beranak dua, namun jika melihat tubuh dan
kulitnya banyak membuat gadis yang iri karena bentuk tubuhnya
amat serasi dan menggiurkan setiap lelaki yang menatapnya.
Umur Vivi baru 32 tahun, di saat itu ia butuh pelampiasan birahi
jika malam hari menjelang, namun sikap Ardi telah membuatnya
menjadi tidak percaya diri. Atas saran teman karibnya yang juga
ibu rumah tangga dan wanita karir, maka Vivi disarankan untuk
meminta tolong pada seorang dukun sakti yang bisa mengembalikan
suami dan membuat Ardi bertekuk lutut kembali. Ini telah lama di
coba Lusi, dulunya suaminya ! juga menyeleweng. Namun atas bantuan
dukun itu suaminya telah melupakan wanita simpanannya.
Dengan saran dan nasehat dari karibnya itu Vivi memberanikan diri
untuk datang ke tempat dukun itu walaupun jaraknya agak jauh
kurang lebih 2 jam perjalanan dengan mobilnya.
Dengan bantuan Lusi, Vivi mengemudikan Balenonya ke tempat
dukun itu. Mereka berangkat pagi harinya. Sesampai di gubuk
dukun yang memang terpencil di sebuah kampung itu, Vivi memarkirkan
mobilnya di samping gubuk itu. Lalu Lusi mengetuk pintu gubuk itu
dan dengan adanya sahutan dari dalam mempersilakan mereka berdua
masuk, di dalam telah ada dukun itu yang duduk dengan sambil
menghisap rokoknya.
“Ooo… Bu Lusi? ada apa Bu? ada yang bisa saya bantu?” dukun itu
berbasa basi.
“Eee… ini Mbah, teman saya ini ada masalah dengan suaminya,
namun ia ingin suaminya seperti sedia kala lagi…” jawab Lusi.
Lalu Lusi memperkenalkan sang dukun yang bernama Mbah Dudu itu
kepada Vivi. Sambil berjabat tangan Mbah Dudu mempersilakan
kedua wanita itu untuk duduk bersila di lantai gubuknya itu.
Sepintas Vivi merasa agak risih dari mulai ia memasuki gubuk itu.
Ada perasaan tidak enak namun karena keinginannya mengembalikan
suaminya ia tidak mengambil pusing semuanya. Tanpa ia sadari dari
saat ia masuk dan bersalaman dengan Vivi mata mbah dukun itu tidak
henti-hentinya memandang ke arah Vivi. Lalu ia memanggil Vivi
untuk maju selangkah ke arahnya, dan Vivi diperintahkan untuk
memasukkan tangannya ke dalam wajan yang berisi air kembang, lalu
Mbah Dudu membakar menyan dan membaca mantranya.
Tidak berapa lama kemudian ia buka matanya dan berkata bahwa mata
hati suaminya telah dipengaruhi oleh wanita simpanan Ardi dan
membuat Ardi melupakan keluarganya. Atas saran mbah dukun supaya
Ardi kembali maka Vivi harus memakai jimat yang akan dibuatkannya,
asal Vivi mau menjalani syarat-syaratnya dan itu semua terpulang
kepada Vivi. Karena besarnya keinginan agar Ardi kembali, maka
Vivi menyanggupi segala syarat-syaratnya. Setelah itu sang dukun
berkata bahwa besoknya Vivi akan mendapatkan jimat itu dan akan
dipasangkan ke tubuh Vivi dan akan dibuatkan malam ini. Mbah Dudu
adalah lelaki asal Nias yang telah lama memiliki ilmu yang amat
sakti. Tidak sedikit orang yang telah dibantunya. Mbah Dudu tinggal
seorang diri di gubuk itu dan tidak memiliki istri. Umurnya telah
beranjak tua yaitu 70 tahun namun fisik dan sosoknya tidak
menggambarkan ketuaan. Selanjutnya Vivi minta diri dan menitipkan
amplop untuk memenuhi syarat-syaratnya, dan berjanji besok akan
datang. Lalu Lusi minta diri kepada Mbah Dudu, lalu mereka pulang
ke rumah dan besok Vivi harus mengambil jimatnya.
Besok hari yang telah ditentukan, Vivi minta Lusi membantu menemaninya
ke tempat dukun itu, namun karena adanya kesibukan di kantornya
maka Lusi tidak dapat menemani. Dan berangkatlah Vivi mengendarai
Balenonya seorang diri ke tempat dukun itu. Lebih kurang 1,5 jam
perjalanan Vivi, sampailah di gubuk itu dan memarkirkan mobilnya
di samping gubuk, sedangkan hari saat itu telah mendung dan berangin
sepertinya hari akan hujan. Lalu Vivi mengetuk pintu gubuk dan
kemudian pintu itu dibuka Dudu dari dalam dan mempersilakan masuk.
Lalu Vivi masuk ke gubuk dan duduk di lantai. Lalu Mbah Dudu
meminta Vivi untuk langsung ke depan dan menerima saran dan
cara-cara memakai jimat itu. Vivi diharuskan untuk berbaring dan
memakai kain sarung lalu menelentangkan diri, karena jimat itu
akan dipasangkan pada tubuh Vivi yang biasa di sentuh suaminya.
Lalu Vivi minta ijin untuk memakai sarung yang dipinjamkan sang
dukun di kamar yang telah tersedia.
Dalam kamar itu, hanya ada satu dipan kayu yang telah lama dan
saat itu Vivi membuka seluruh pakaianya, sedang BH dan CD-nya
tetap terpasang pada tubuhnya. Sesaat kemudian sang dukun memasuki
kamar itu dan minta Vivi berbaring di dipan itu. Vivi menuruti
kata dukun itu, lalu Mbah Dudu memulai melakukan aktifitasnya
dengan memasangkan cairan jimat itu mula-mula ke kulit muka
Vivi lalu turun ke leher jenjang dan ke dada yang masih tertutup
BH. Sesampai pada dada Vivi sang dukun menyadari adanya getaran
birahinya mulai datang dan lalu di sekitar dada Vivi ia oleskan
cairan itu, tangan sang dukun masuk ke dalam dada yang terbungkus
BH. Di dalam BH itu tangan Dudu memilin dan memilintir puting susu
Vivi, dengan cara itu Vivi secara naluri seksnya terbangkit dan
membiarkan tindakan sang dukun yang memang kelewatan dari tugasnya
itu, Vivi hanya diam. Lalu sang dukun membuka pengait BH Vivi dan
melemparkan BH itu ke sudut kaki dipan itu dan terpampanglah
sepasang dada montok yang putih mulus kemerahan karena gairah yang
dipancing Mbah Dudu itu.
Di sekitar dada itu sang dukun mengoleskan jimatnya berulang-ulang
sampai Vivi merasa tidak kuat menahan nafsunya. Lalu sang dukun
tangannya turun ke perut dan ke selangkangan Vivi. Di situ tangan
sang dukun memasuki selangkangan Vivi, tindakan ini membuat Vivi
protes,
“Jangan! saya mau diapakan Mbah?” tanyanya.
“Ooo… ini adalah pengobatannya, Lusi pun dulunya begini juga,
“jawab mbah dukun sambil mengatur nafasnya yang terasa sesak
menahan gejolak nafsu. Di lubang kemaluan Vivi, jari tangan sang
dukun terus mengorek-ngorek isi kemaluan Vivi sehingga Vivi
merasakan ia akan menumpahkan air surgawinya saat itu. Sambil
membuka kain sarung yang melilit tubuh Vivi sang dukun lalu
menurunkan CD yang menutup lubang kemaluan Vivi itu. Lalu ia
letakkan CD Vivi di samping dipan yang beralaskan bludru usang
itu. Sesaat kemudian Vivi telah telanjang bulat dan jari tangan
sang dukun tidak henti-hentinya beraksi di sekitar daerah sensitif
tubuh Vivi. Sedang jimatnya telah dioleskan pada seluruh
bagian-bagian tubuh Vivi.
Lalu tibalah saat untuk memasukkan keampuhan jimatnya, maka sang
dukun minta kepada Vivi untuk mau bersengggama karena jimat itu
tidak akan bisa dipakai jika Vivi tidak melakukan senggama dengan
dukun itu. Karena Vivi telah merasa kepalang basah dan ingin
niatnya kesampaian maka ia ijinkan sang dukun melakukan
persenggamaan. Lalu tangan sang dukun membuka paha Vivi yang
mulus terawat itu. Lalu ia buka lubang kemaluan Vivi dengan
tangannya dan memainkan klitoris Vivi dan kembali Vivi histeris
ingin dituntaskan nafsu yang telah sampai di kepalanya, ditambah
telah beberapa bulan tidak berhubungan seks dengan suaminya. Mbah
dukun yang telah sama-sama-sama bugil dengan Vivi lalu memasukkan
batang kemaluannya yang cukup besar itu dan kuat ke dalam lubang
kemaluan Vivi yang telah dibasahi air kewanitaan Vivi yang
tampaknya siap untuk melakukan penetrasi ke dalam lubang kemaluan
yang telah basah itu. Setelah dipaksakan agak keras lalu batang
kemaluan yang tegak menantang masuk seluruhnya ke dalam lubang
kemaluan Vivi, dan Mbah Dudu melakukan gerakan maju mundur,
sedang tangannya tidak henti-hentinya memilin dan menekan pinggul
padat Vivi itu. Buah dada Vivi tidak luput dari jelajahan tangan
sang dukun.
Lebih kurang 30 menit lubang kemaluan Vivi digenjot dengan paksa
lalu sang dukun barulah sampai klimaks dengan menumpahkan air
maninya ke dalam lubang kemaluan itu sebanyak-banyaknya.
Sedangkan air yang keluar dari lubang kemaluan Vivi itu ia
oleskan ke lidah Vivi untuk kasiat bahwa Vivi tidak bisa
dilupakan suaminya. Dalam persenggamaan itu Vivi sempat orgasme 3
kali, itu pun saat ia terengah-engah di saat batang kemaluan sang
dukun mengaduk-aduk isi kemaluanya tadi. Sejam kemudian barulah
permainan itu selesai setelah sang dukun minta permainan dilakukan
2 kali. Setelah itu Vivi minta diri pulang dan membawa yang akan
ia pakaikan di rumahnya saat mandi. Mbah dukun mengatakan ada
jimat yang akan dipasang di dalam kamar Vivi namun belum siap,
dan mbah dukun berjanji akan mengantarkannya ke rumah Vivi 2 hari
lagi.
Tepat 2 hari kemudian sang dukun mendatangi rumah Vivi yang megah.
Saat itu suami Vivi belum pulang dari luar kota dan di rumah saat
itu hanya ada ia dan seorang pembantunya yang sedang menjaga
anak-anaknya. Sang dukun berkata, “Bu Vivi, jimat ini akan saya
pasangkan pada kamar Ibu nanti malam,” sedangkan Vivi merasa
khawatir, bagaimana jika suaminya pulang. Namun karena kesaktiannya,
sang dukun berkata, “Bu Vivi nggak usah khawatir, suami Ibu pulang
lusa, sedang ia sekarang menurut penglihatan saya sedang di
Lampung,” kata sang dukun. Lalu bagaimana ia menerangkan kepada
pembantunya karena adanya kehadiran dukun tua itu? Lalu ia hanya
berkata bahwa familinya dari kampung dan menumpang barang 1 hari
di rumahnya. Lalu Vivi mempersilakan sang dukun untuk istirahat
di sebuah kamar yang memang diperuntukkan untuk tamu. Lalu sang
dukun memasuki kamar yang telah disediakan.
Malam harinya saat akan memasangkan jimat di kamar Vivi, dilakukan
pada pukul 9.00 malam, sedang pembantunya telah tidur di kamar
belakang, tempat kamar tidur pembantu memang jauh di belakang dan
tidak mengganggu ke rumah induk tempat kamar Vivi berada. Di dalam
kamar itu sang dukun melakukan ritualnya dengan membaca mantera,
lalu ia membakar menyan, sedang Vivi duduk diam melihat apa yang
dilakukan sang dukun dari atas tempat tidurnya. Lalu sang dukun
berkata, “Sebaiknya jimat ini kita pasangkan pada saat tepat jam
12.00 malam nanti, berarti masih ada waktu 3 jam lagi, Bu Vivi..”
katanya. “Sekarang sebaiknya kita ngomong-ngomong saja dulu
menunggu waktu,” kata sang dukun. “Baiklah Mbah,” lalu Vivi
mempersilakan sang dukun keluar kamar. Bagaimanapun ia merasa
berat hati untuk membawa dukun itu ke dalam kamar pribadinya.
Sang dukun berkata, “Tidak usah keluar… Bu Vivi… di sini
saja.” Lalu sang dukun berdiri dari duduknya dan menuju ke arah
Vivi duduk dan mbah dukun itu juga duduk di samping Vivi. Lalu
tangannya menggapai tangan Vivi dan berkata, “Sebaiknya kita
berdua melakukan seperti saat Ibu di gubuk saya, sebab jika tidak
para jin yang membantu saya akan lari dan tidak mau menolong
Ibu,” kata mbah dukun. Vivi hanya bergidik, bulu kuduknya
merinding. Haruskah ia mengulangi kesalahan saat ia harus
bersenggama dengan dukun itu di gubuknya? Namun karena adanya
pengaruh dan keinginan Vivi maka ia biarkan sang dukun mengulangi
perbuatan maksiat itu di kamarnya, saat itu Vivi memang merasa
menjadi seorang wanita sempurna karena ia telah mendapatkan
siraman batin dari dukun tua itu meskipun tidak ia dapatkan dari
suaminya.
Lebih kurang 2 jam mereka berdua mengayuh samudera kenikmatan
bersama sang dukun dan membuat Vivi orgasme berulang-ulang dan
membuat lubang kemaluannya sampai lecet karena kebuasan batang
kemaluan dukun yang sangat besar itu. Lalu tepat pada jam 12
malam barulah jimat itu terpasang pada bawah ranjang Vivi dan
menjelang pagi mereka terus melakukan hubungan seksual dengan
menggebu-gebu. Lalu Vivi tertidur dan tidak menyadari hari telah
pagi dan sang dukun telah pergi, sedang Vivi merasa tubuhnya
pegal-pegal dan tulangnya serasa mau lolos. Sejak saat itu memang
jimat pemberian sang dukun ada perubahan pada diri suami Vivi
dan ia sangat berterima kasih dan lalu ia mendatangi sang dukun.
Sedang sang dukun cuma minta Vivi tidak melupakannya, dengan cara
Vivi harus 2 kali dalam sebulan datang untuk memberikan jatah
hubungan seks kepada sang dukun seperti Lusi juga melakukan hal
yang sama. Memang setelah itu Vivi selalu rajin mendatangi sang
dukun dan terkadang sang dukun yang datang ke rumah Vivi untuk
minta jatah senggamanya. Memang sebagai dukun ilmu hitam, Mbah
Dudu harus mensenggamai pasiennya, karena dengan demikian si
pasien akan mampu disembuhkan dan ilmu sang dukun dapat
dipelihara.
Tindakan ini dilihat Vivi saat Ardi akan pergi ke luar kota untuk
meninjau perusahaannya di kota lain. Vivi menduga pasti Ardi telah
melakukan suatu perselingkuhan dan menyeleweng dikarenakan Ardi
tidak lagi memberikan nafkah batin untuk Vivi, sedangkan Ardi
selalu pergi ke luar kota setiap minggu dengan begitu hubungan
seks-nya dengan istrinya pasti tersalur, sedang saat ini Ardi
telah lupa akan kewajibannya. Siapa wanita yang telah merebut
Ardi dari tangannya, Vivi tidak mengetahui. Oleh sebab itu
Vivi sering merenung dan berpikir apakah selama ini ia tidak
melayani kebutuhan dan kesenangan suaminya, namun semua itu ia
rasa tidak mungkin dan sepengetahuannya ia selalu melayani dan
melaksanakan kesenangan dan kesukaan suaminya. Sedang kalau ia
lihat bentuk tubuhnya yang mungkin telah berubah? namun ia sadari
tidak mungkin! juga, Vivi menyadari ia dan Ardi telah berumah
tangga kurang lebih 6 tahun dan dikaruniai 2 orang anak yang
paling besar berumur 5 tahun, mustahil bentuk tubuhnya akan
menyebabkan Ardi berpaling.
Di depan cermin sering Vivi mengamati tubuhnya, ia pun rajin
senam dan melangsingkan tubuhnya, namun apa gerangan Ardi berubah
dan tidak mau menjamahnya? Secara fisik Vivi memang seorang ibu
rumah tangga yang telah beranak dua, namun jika melihat tubuh dan
kulitnya banyak membuat gadis yang iri karena bentuk tubuhnya
amat serasi dan menggiurkan setiap lelaki yang menatapnya.
Umur Vivi baru 32 tahun, di saat itu ia butuh pelampiasan birahi
jika malam hari menjelang, namun sikap Ardi telah membuatnya
menjadi tidak percaya diri. Atas saran teman karibnya yang juga
ibu rumah tangga dan wanita karir, maka Vivi disarankan untuk
meminta tolong pada seorang dukun sakti yang bisa mengembalikan
suami dan membuat Ardi bertekuk lutut kembali. Ini telah lama di
coba Lusi, dulunya suaminya ! juga menyeleweng. Namun atas bantuan
dukun itu suaminya telah melupakan wanita simpanannya.
Dengan saran dan nasehat dari karibnya itu Vivi memberanikan diri
untuk datang ke tempat dukun itu walaupun jaraknya agak jauh
kurang lebih 2 jam perjalanan dengan mobilnya.
Dengan bantuan Lusi, Vivi mengemudikan Balenonya ke tempat
dukun itu. Mereka berangkat pagi harinya. Sesampai di gubuk
dukun yang memang terpencil di sebuah kampung itu, Vivi memarkirkan
mobilnya di samping gubuk itu. Lalu Lusi mengetuk pintu gubuk itu
dan dengan adanya sahutan dari dalam mempersilakan mereka berdua
masuk, di dalam telah ada dukun itu yang duduk dengan sambil
menghisap rokoknya.
“Ooo… Bu Lusi? ada apa Bu? ada yang bisa saya bantu?” dukun itu
berbasa basi.
“Eee… ini Mbah, teman saya ini ada masalah dengan suaminya,
namun ia ingin suaminya seperti sedia kala lagi…” jawab Lusi.
Lalu Lusi memperkenalkan sang dukun yang bernama Mbah Dudu itu
kepada Vivi. Sambil berjabat tangan Mbah Dudu mempersilakan
kedua wanita itu untuk duduk bersila di lantai gubuknya itu.
Sepintas Vivi merasa agak risih dari mulai ia memasuki gubuk itu.
Ada perasaan tidak enak namun karena keinginannya mengembalikan
suaminya ia tidak mengambil pusing semuanya. Tanpa ia sadari dari
saat ia masuk dan bersalaman dengan Vivi mata mbah dukun itu tidak
henti-hentinya memandang ke arah Vivi. Lalu ia memanggil Vivi
untuk maju selangkah ke arahnya, dan Vivi diperintahkan untuk
memasukkan tangannya ke dalam wajan yang berisi air kembang, lalu
Mbah Dudu membakar menyan dan membaca mantranya.
Tidak berapa lama kemudian ia buka matanya dan berkata bahwa mata
hati suaminya telah dipengaruhi oleh wanita simpanan Ardi dan
membuat Ardi melupakan keluarganya. Atas saran mbah dukun supaya
Ardi kembali maka Vivi harus memakai jimat yang akan dibuatkannya,
asal Vivi mau menjalani syarat-syaratnya dan itu semua terpulang
kepada Vivi. Karena besarnya keinginan agar Ardi kembali, maka
Vivi menyanggupi segala syarat-syaratnya. Setelah itu sang dukun
berkata bahwa besoknya Vivi akan mendapatkan jimat itu dan akan
dipasangkan ke tubuh Vivi dan akan dibuatkan malam ini. Mbah Dudu
adalah lelaki asal Nias yang telah lama memiliki ilmu yang amat
sakti. Tidak sedikit orang yang telah dibantunya. Mbah Dudu tinggal
seorang diri di gubuk itu dan tidak memiliki istri. Umurnya telah
beranjak tua yaitu 70 tahun namun fisik dan sosoknya tidak
menggambarkan ketuaan. Selanjutnya Vivi minta diri dan menitipkan
amplop untuk memenuhi syarat-syaratnya, dan berjanji besok akan
datang. Lalu Lusi minta diri kepada Mbah Dudu, lalu mereka pulang
ke rumah dan besok Vivi harus mengambil jimatnya.
Besok hari yang telah ditentukan, Vivi minta Lusi membantu menemaninya
ke tempat dukun itu, namun karena adanya kesibukan di kantornya
maka Lusi tidak dapat menemani. Dan berangkatlah Vivi mengendarai
Balenonya seorang diri ke tempat dukun itu. Lebih kurang 1,5 jam
perjalanan Vivi, sampailah di gubuk itu dan memarkirkan mobilnya
di samping gubuk, sedangkan hari saat itu telah mendung dan berangin
sepertinya hari akan hujan. Lalu Vivi mengetuk pintu gubuk dan
kemudian pintu itu dibuka Dudu dari dalam dan mempersilakan masuk.
Lalu Vivi masuk ke gubuk dan duduk di lantai. Lalu Mbah Dudu
meminta Vivi untuk langsung ke depan dan menerima saran dan
cara-cara memakai jimat itu. Vivi diharuskan untuk berbaring dan
memakai kain sarung lalu menelentangkan diri, karena jimat itu
akan dipasangkan pada tubuh Vivi yang biasa di sentuh suaminya.
Lalu Vivi minta ijin untuk memakai sarung yang dipinjamkan sang
dukun di kamar yang telah tersedia.
Dalam kamar itu, hanya ada satu dipan kayu yang telah lama dan
saat itu Vivi membuka seluruh pakaianya, sedang BH dan CD-nya
tetap terpasang pada tubuhnya. Sesaat kemudian sang dukun memasuki
kamar itu dan minta Vivi berbaring di dipan itu. Vivi menuruti
kata dukun itu, lalu Mbah Dudu memulai melakukan aktifitasnya
dengan memasangkan cairan jimat itu mula-mula ke kulit muka
Vivi lalu turun ke leher jenjang dan ke dada yang masih tertutup
BH. Sesampai pada dada Vivi sang dukun menyadari adanya getaran
birahinya mulai datang dan lalu di sekitar dada Vivi ia oleskan
cairan itu, tangan sang dukun masuk ke dalam dada yang terbungkus
BH. Di dalam BH itu tangan Dudu memilin dan memilintir puting susu
Vivi, dengan cara itu Vivi secara naluri seksnya terbangkit dan
membiarkan tindakan sang dukun yang memang kelewatan dari tugasnya
itu, Vivi hanya diam. Lalu sang dukun membuka pengait BH Vivi dan
melemparkan BH itu ke sudut kaki dipan itu dan terpampanglah
sepasang dada montok yang putih mulus kemerahan karena gairah yang
dipancing Mbah Dudu itu.
Di sekitar dada itu sang dukun mengoleskan jimatnya berulang-ulang
sampai Vivi merasa tidak kuat menahan nafsunya. Lalu sang dukun
tangannya turun ke perut dan ke selangkangan Vivi. Di situ tangan
sang dukun memasuki selangkangan Vivi, tindakan ini membuat Vivi
protes,
“Jangan! saya mau diapakan Mbah?” tanyanya.
“Ooo… ini adalah pengobatannya, Lusi pun dulunya begini juga,
“jawab mbah dukun sambil mengatur nafasnya yang terasa sesak
menahan gejolak nafsu. Di lubang kemaluan Vivi, jari tangan sang
dukun terus mengorek-ngorek isi kemaluan Vivi sehingga Vivi
merasakan ia akan menumpahkan air surgawinya saat itu. Sambil
membuka kain sarung yang melilit tubuh Vivi sang dukun lalu
menurunkan CD yang menutup lubang kemaluan Vivi itu. Lalu ia
letakkan CD Vivi di samping dipan yang beralaskan bludru usang
itu. Sesaat kemudian Vivi telah telanjang bulat dan jari tangan
sang dukun tidak henti-hentinya beraksi di sekitar daerah sensitif
tubuh Vivi. Sedang jimatnya telah dioleskan pada seluruh
bagian-bagian tubuh Vivi.
Lalu tibalah saat untuk memasukkan keampuhan jimatnya, maka sang
dukun minta kepada Vivi untuk mau bersengggama karena jimat itu
tidak akan bisa dipakai jika Vivi tidak melakukan senggama dengan
dukun itu. Karena Vivi telah merasa kepalang basah dan ingin
niatnya kesampaian maka ia ijinkan sang dukun melakukan
persenggamaan. Lalu tangan sang dukun membuka paha Vivi yang
mulus terawat itu. Lalu ia buka lubang kemaluan Vivi dengan
tangannya dan memainkan klitoris Vivi dan kembali Vivi histeris
ingin dituntaskan nafsu yang telah sampai di kepalanya, ditambah
telah beberapa bulan tidak berhubungan seks dengan suaminya. Mbah
dukun yang telah sama-sama-sama bugil dengan Vivi lalu memasukkan
batang kemaluannya yang cukup besar itu dan kuat ke dalam lubang
kemaluan Vivi yang telah dibasahi air kewanitaan Vivi yang
tampaknya siap untuk melakukan penetrasi ke dalam lubang kemaluan
yang telah basah itu. Setelah dipaksakan agak keras lalu batang
kemaluan yang tegak menantang masuk seluruhnya ke dalam lubang
kemaluan Vivi, dan Mbah Dudu melakukan gerakan maju mundur,
sedang tangannya tidak henti-hentinya memilin dan menekan pinggul
padat Vivi itu. Buah dada Vivi tidak luput dari jelajahan tangan
sang dukun.
Lebih kurang 30 menit lubang kemaluan Vivi digenjot dengan paksa
lalu sang dukun barulah sampai klimaks dengan menumpahkan air
maninya ke dalam lubang kemaluan itu sebanyak-banyaknya.
Sedangkan air yang keluar dari lubang kemaluan Vivi itu ia
oleskan ke lidah Vivi untuk kasiat bahwa Vivi tidak bisa
dilupakan suaminya. Dalam persenggamaan itu Vivi sempat orgasme 3
kali, itu pun saat ia terengah-engah di saat batang kemaluan sang
dukun mengaduk-aduk isi kemaluanya tadi. Sejam kemudian barulah
permainan itu selesai setelah sang dukun minta permainan dilakukan
2 kali. Setelah itu Vivi minta diri pulang dan membawa yang akan
ia pakaikan di rumahnya saat mandi. Mbah dukun mengatakan ada
jimat yang akan dipasang di dalam kamar Vivi namun belum siap,
dan mbah dukun berjanji akan mengantarkannya ke rumah Vivi 2 hari
lagi.
Tepat 2 hari kemudian sang dukun mendatangi rumah Vivi yang megah.
Saat itu suami Vivi belum pulang dari luar kota dan di rumah saat
itu hanya ada ia dan seorang pembantunya yang sedang menjaga
anak-anaknya. Sang dukun berkata, “Bu Vivi, jimat ini akan saya
pasangkan pada kamar Ibu nanti malam,” sedangkan Vivi merasa
khawatir, bagaimana jika suaminya pulang. Namun karena kesaktiannya,
sang dukun berkata, “Bu Vivi nggak usah khawatir, suami Ibu pulang
lusa, sedang ia sekarang menurut penglihatan saya sedang di
Lampung,” kata sang dukun. Lalu bagaimana ia menerangkan kepada
pembantunya karena adanya kehadiran dukun tua itu? Lalu ia hanya
berkata bahwa familinya dari kampung dan menumpang barang 1 hari
di rumahnya. Lalu Vivi mempersilakan sang dukun untuk istirahat
di sebuah kamar yang memang diperuntukkan untuk tamu. Lalu sang
dukun memasuki kamar yang telah disediakan.
Malam harinya saat akan memasangkan jimat di kamar Vivi, dilakukan
pada pukul 9.00 malam, sedang pembantunya telah tidur di kamar
belakang, tempat kamar tidur pembantu memang jauh di belakang dan
tidak mengganggu ke rumah induk tempat kamar Vivi berada. Di dalam
kamar itu sang dukun melakukan ritualnya dengan membaca mantera,
lalu ia membakar menyan, sedang Vivi duduk diam melihat apa yang
dilakukan sang dukun dari atas tempat tidurnya. Lalu sang dukun
berkata, “Sebaiknya jimat ini kita pasangkan pada saat tepat jam
12.00 malam nanti, berarti masih ada waktu 3 jam lagi, Bu Vivi..”
katanya. “Sekarang sebaiknya kita ngomong-ngomong saja dulu
menunggu waktu,” kata sang dukun. “Baiklah Mbah,” lalu Vivi
mempersilakan sang dukun keluar kamar. Bagaimanapun ia merasa
berat hati untuk membawa dukun itu ke dalam kamar pribadinya.
Sang dukun berkata, “Tidak usah keluar… Bu Vivi… di sini
saja.” Lalu sang dukun berdiri dari duduknya dan menuju ke arah
Vivi duduk dan mbah dukun itu juga duduk di samping Vivi. Lalu
tangannya menggapai tangan Vivi dan berkata, “Sebaiknya kita
berdua melakukan seperti saat Ibu di gubuk saya, sebab jika tidak
para jin yang membantu saya akan lari dan tidak mau menolong
Ibu,” kata mbah dukun. Vivi hanya bergidik, bulu kuduknya
merinding. Haruskah ia mengulangi kesalahan saat ia harus
bersenggama dengan dukun itu di gubuknya? Namun karena adanya
pengaruh dan keinginan Vivi maka ia biarkan sang dukun mengulangi
perbuatan maksiat itu di kamarnya, saat itu Vivi memang merasa
menjadi seorang wanita sempurna karena ia telah mendapatkan
siraman batin dari dukun tua itu meskipun tidak ia dapatkan dari
suaminya.
Lebih kurang 2 jam mereka berdua mengayuh samudera kenikmatan
bersama sang dukun dan membuat Vivi orgasme berulang-ulang dan
membuat lubang kemaluannya sampai lecet karena kebuasan batang
kemaluan dukun yang sangat besar itu. Lalu tepat pada jam 12
malam barulah jimat itu terpasang pada bawah ranjang Vivi dan
menjelang pagi mereka terus melakukan hubungan seksual dengan
menggebu-gebu. Lalu Vivi tertidur dan tidak menyadari hari telah
pagi dan sang dukun telah pergi, sedang Vivi merasa tubuhnya
pegal-pegal dan tulangnya serasa mau lolos. Sejak saat itu memang
jimat pemberian sang dukun ada perubahan pada diri suami Vivi
dan ia sangat berterima kasih dan lalu ia mendatangi sang dukun.
Sedang sang dukun cuma minta Vivi tidak melupakannya, dengan cara
Vivi harus 2 kali dalam sebulan datang untuk memberikan jatah
hubungan seks kepada sang dukun seperti Lusi juga melakukan hal
yang sama. Memang setelah itu Vivi selalu rajin mendatangi sang
dukun dan terkadang sang dukun yang datang ke rumah Vivi untuk
minta jatah senggamanya. Memang sebagai dukun ilmu hitam, Mbah
Dudu harus mensenggamai pasiennya, karena dengan demikian si
pasien akan mampu disembuhkan dan ilmu sang dukun dapat
dipelihara.
TAMAT -- INIDEWA
Link Alternatif :
♣ www.nanas5.com
♣ www.m4rilah.com
Silahkan di Download aplikasi LiveChat kami di HP anda bosku :
IOS
bit.ly/ikingid ->inidewa
ANDROID
Link APK IniDewa : http://bit.ly/livechatinidewa
Contact :
♥ LINE : inidewa
♥ Whats App : +85595658445
♥ WE-CHAT : ini_Dewa








