• Sabtu, 27 Juni 2020

    INIDEWA - Ini yang ia lihat sudah melupakan dan membiarkan keluarganya,
    Tindakan ini dilihat Vivi saat Ardi akan pergi ke luar kota untuk
    meninjau perusahaannya di kota lain. Vivi menduga pasti Ardi telah
    melakukan suatu perselingkuhan dan menyeleweng dikarenakan Ardi
    tidak lagi memberikan nafkah batin untuk Vivi, sedangkan Ardi
    selalu pergi ke luar kota setiap minggu dengan begitu hubungan
    seks-nya dengan istrinya pasti tersalur, sedang saat ini Ardi
    telah lupa akan kewajibannya. Siapa wanita yang telah merebut
    Ardi dari tangannya, Vivi tidak mengetahui. Oleh sebab itu
    Vivi sering merenung dan berpikir apakah selama ini ia tidak
    melayani kebutuhan dan kesenangan suaminya, namun semua itu ia
    rasa tidak mungkin dan sepengetahuannya ia selalu melayani dan
    melaksanakan kesenangan dan kesukaan suaminya. Sedang kalau ia
    lihat bentuk tubuhnya yang mungkin telah berubah? namun ia sadari
    tidak mungkin! juga, Vivi menyadari ia dan Ardi telah berumah
    tangga kurang lebih 6 tahun dan dikaruniai 2 orang anak yang
    paling besar berumur 5 tahun, mustahil bentuk tubuhnya akan
    menyebabkan Ardi berpaling.



    Di depan cermin sering Vivi mengamati tubuhnya, ia pun rajin
    senam dan melangsingkan tubuhnya, namun apa gerangan Ardi berubah
    dan tidak mau menjamahnya? Secara fisik Vivi memang seorang ibu
    rumah tangga yang telah beranak dua, namun jika melihat tubuh dan
    kulitnya banyak membuat gadis yang iri karena bentuk tubuhnya
    amat serasi dan menggiurkan setiap lelaki yang menatapnya.
    Umur Vivi baru 32 tahun, di saat itu ia butuh pelampiasan birahi
    jika malam hari menjelang, namun sikap Ardi telah membuatnya
    menjadi tidak percaya diri. Atas saran teman karibnya yang juga
    ibu rumah tangga dan wanita karir, maka Vivi disarankan untuk
    meminta tolong pada seorang dukun sakti yang bisa mengembalikan
    suami dan membuat Ardi bertekuk lutut kembali. Ini telah lama di
    coba Lusi, dulunya suaminya ! juga menyeleweng. Namun atas bantuan
    dukun itu suaminya telah melupakan wanita simpanannya.
    Dengan saran dan nasehat dari karibnya itu Vivi memberanikan diri
    untuk datang ke tempat dukun itu walaupun jaraknya agak jauh
    kurang lebih 2 jam perjalanan dengan mobilnya.





    Dengan bantuan Lusi, Vivi mengemudikan Balenonya ke tempat
    dukun itu. Mereka berangkat pagi harinya. Sesampai di gubuk
    dukun yang memang terpencil di sebuah kampung itu, Vivi memarkirkan
    mobilnya di samping gubuk itu. Lalu Lusi mengetuk pintu gubuk itu
    dan dengan adanya sahutan dari dalam mempersilakan mereka berdua
    masuk, di dalam telah ada dukun itu yang duduk dengan sambil
    menghisap rokoknya.
    “Ooo… Bu Lusi? ada apa Bu? ada yang bisa saya bantu?” dukun itu
    berbasa basi.
    “Eee… ini Mbah, teman saya ini ada masalah dengan suaminya,
    namun ia ingin suaminya seperti sedia kala lagi…” jawab Lusi.
    Lalu Lusi memperkenalkan sang dukun yang bernama Mbah Dudu itu
    kepada Vivi. Sambil berjabat tangan Mbah Dudu mempersilakan
    kedua wanita itu untuk duduk bersila di lantai gubuknya itu.
    Sepintas Vivi merasa agak risih dari mulai ia memasuki gubuk itu.
    Ada perasaan tidak enak namun karena keinginannya mengembalikan
    suaminya ia tidak mengambil pusing semuanya. Tanpa ia sadari dari
    saat ia masuk dan bersalaman dengan Vivi mata mbah dukun itu tidak
    henti-hentinya memandang ke arah Vivi. Lalu ia memanggil Vivi
    untuk maju selangkah ke arahnya, dan Vivi diperintahkan untuk
    memasukkan tangannya ke dalam wajan yang berisi air kembang, lalu
    Mbah Dudu membakar menyan dan membaca mantranya.
    Tidak berapa lama kemudian ia buka matanya dan berkata bahwa mata
    hati suaminya telah dipengaruhi oleh wanita simpanan Ardi dan
    membuat Ardi melupakan keluarganya. Atas saran mbah dukun supaya
    Ardi kembali maka Vivi harus memakai jimat yang akan dibuatkannya,
    asal Vivi mau menjalani syarat-syaratnya dan itu semua terpulang
    kepada Vivi. Karena besarnya keinginan agar Ardi kembali, maka
    Vivi menyanggupi segala syarat-syaratnya. Setelah itu sang dukun
    berkata bahwa besoknya Vivi akan mendapatkan jimat itu dan akan
    dipasangkan ke tubuh Vivi dan akan dibuatkan malam ini. Mbah Dudu
    adalah lelaki asal Nias yang telah lama memiliki ilmu yang amat
    sakti. Tidak sedikit orang yang telah dibantunya. Mbah Dudu tinggal
    seorang diri di gubuk itu dan tidak memiliki istri. Umurnya telah
    beranjak tua yaitu 70 tahun namun fisik dan sosoknya tidak
    menggambarkan ketuaan. Selanjutnya Vivi minta diri dan menitipkan
    amplop untuk memenuhi syarat-syaratnya, dan berjanji besok akan
    datang. Lalu Lusi minta diri kepada Mbah Dudu, lalu mereka pulang
    ke rumah dan besok Vivi harus mengambil jimatnya.
    Besok hari yang telah ditentukan, Vivi minta Lusi membantu menemaninya
    ke tempat dukun itu, namun karena adanya kesibukan di kantornya
    maka Lusi tidak dapat menemani. Dan berangkatlah Vivi mengendarai
    Balenonya seorang diri ke tempat dukun itu. Lebih kurang 1,5 jam
    perjalanan Vivi, sampailah di gubuk itu dan memarkirkan mobilnya
    di samping gubuk, sedangkan hari saat itu telah mendung dan berangin
    sepertinya hari akan hujan. Lalu Vivi mengetuk pintu gubuk dan
    kemudian pintu itu dibuka Dudu dari dalam dan mempersilakan masuk.
    Lalu Vivi masuk ke gubuk dan duduk di lantai. Lalu Mbah Dudu
    meminta Vivi untuk langsung ke depan dan menerima saran dan
    cara-cara memakai jimat itu. Vivi diharuskan untuk berbaring dan
    memakai kain sarung lalu menelentangkan diri, karena jimat itu
    akan dipasangkan pada tubuh Vivi yang biasa di sentuh suaminya.
    Lalu Vivi minta ijin untuk memakai sarung yang dipinjamkan sang
    dukun di kamar yang telah tersedia.
    Dalam kamar itu, hanya ada satu dipan kayu yang telah lama dan
    saat itu Vivi membuka seluruh pakaianya, sedang BH dan CD-nya
    tetap terpasang pada tubuhnya. Sesaat kemudian sang dukun memasuki
    kamar itu dan minta Vivi berbaring di dipan itu. Vivi menuruti
    kata dukun itu, lalu Mbah Dudu memulai melakukan aktifitasnya
    dengan memasangkan cairan jimat itu mula-mula ke kulit muka
    Vivi lalu turun ke leher jenjang dan ke dada yang masih tertutup
    BH. Sesampai pada dada Vivi sang dukun menyadari adanya getaran
    birahinya mulai datang dan lalu di sekitar dada Vivi ia oleskan
    cairan itu, tangan sang dukun masuk ke dalam dada yang terbungkus
    BH. Di dalam BH itu tangan Dudu memilin dan memilintir puting susu
    Vivi, dengan cara itu Vivi secara naluri seksnya terbangkit dan
    membiarkan tindakan sang dukun yang memang kelewatan dari tugasnya
    itu, Vivi hanya diam. Lalu sang dukun membuka pengait BH Vivi dan
    melemparkan BH itu ke sudut kaki dipan itu dan terpampanglah
    sepasang dada montok yang putih mulus kemerahan karena gairah yang
    dipancing Mbah Dudu itu.
    Di sekitar dada itu sang dukun mengoleskan jimatnya berulang-ulang
    sampai Vivi merasa tidak kuat menahan nafsunya. Lalu sang dukun
    tangannya turun ke perut dan ke selangkangan Vivi. Di situ tangan
    sang dukun memasuki selangkangan Vivi, tindakan ini membuat Vivi
    protes,
    “Jangan! saya mau diapakan Mbah?” tanyanya.
    “Ooo… ini adalah pengobatannya, Lusi pun dulunya begini juga,
    “jawab mbah dukun sambil mengatur nafasnya yang terasa sesak
    menahan gejolak nafsu. Di lubang kemaluan Vivi, jari tangan sang
    dukun terus mengorek-ngorek isi kemaluan Vivi sehingga Vivi
    merasakan ia akan menumpahkan air surgawinya saat itu. Sambil
    membuka kain sarung yang melilit tubuh Vivi sang dukun lalu
    menurunkan CD yang menutup lubang kemaluan Vivi itu. Lalu ia
    letakkan CD Vivi di samping dipan yang beralaskan bludru usang
    itu. Sesaat kemudian Vivi telah telanjang bulat dan jari tangan
    sang dukun tidak henti-hentinya beraksi di sekitar daerah sensitif
    tubuh Vivi. Sedang jimatnya telah dioleskan pada seluruh
    bagian-bagian tubuh Vivi.



    Lalu tibalah saat untuk memasukkan keampuhan jimatnya, maka sang
    dukun minta kepada Vivi untuk mau bersengggama karena jimat itu
    tidak akan bisa dipakai jika Vivi tidak melakukan senggama dengan
    dukun itu. Karena Vivi telah merasa kepalang basah dan ingin
    niatnya kesampaian maka ia ijinkan sang dukun melakukan
    persenggamaan. Lalu tangan sang dukun membuka paha Vivi yang
    mulus terawat itu. Lalu ia buka lubang kemaluan Vivi dengan
    tangannya dan memainkan klitoris Vivi dan kembali Vivi histeris
    ingin dituntaskan nafsu yang telah sampai di kepalanya, ditambah
    telah beberapa bulan tidak berhubungan seks dengan suaminya. Mbah
    dukun yang telah sama-sama-sama bugil dengan Vivi lalu memasukkan
    batang kemaluannya yang cukup besar itu dan kuat ke dalam lubang
    kemaluan Vivi yang telah dibasahi air kewanitaan Vivi yang
    tampaknya siap untuk melakukan penetrasi ke dalam lubang kemaluan
    yang telah basah itu. Setelah dipaksakan agak keras lalu batang
    kemaluan yang tegak menantang masuk seluruhnya ke dalam lubang
    kemaluan Vivi, dan Mbah Dudu melakukan gerakan maju mundur,
    sedang tangannya tidak henti-hentinya memilin dan menekan pinggul
    padat Vivi itu. Buah dada Vivi tidak luput dari jelajahan tangan
    sang dukun.
    Lebih kurang 30 menit lubang kemaluan Vivi digenjot dengan paksa
    lalu sang dukun barulah sampai klimaks dengan menumpahkan air
    maninya ke dalam lubang kemaluan itu sebanyak-banyaknya.
    Sedangkan air yang keluar dari lubang kemaluan Vivi itu ia
    oleskan ke lidah Vivi untuk kasiat bahwa Vivi tidak bisa
    dilupakan suaminya. Dalam persenggamaan itu Vivi sempat orgasme 3
    kali, itu pun saat ia terengah-engah di saat batang kemaluan sang
    dukun mengaduk-aduk isi kemaluanya tadi. Sejam kemudian barulah
    permainan itu selesai setelah sang dukun minta permainan dilakukan
    2 kali. Setelah itu Vivi minta diri pulang dan membawa yang akan
    ia pakaikan di rumahnya saat mandi. Mbah dukun mengatakan ada
    jimat yang akan dipasang di dalam kamar Vivi namun belum siap,
    dan mbah dukun berjanji akan mengantarkannya ke rumah Vivi 2 hari
    lagi.
    Tepat 2 hari kemudian sang dukun mendatangi rumah Vivi yang megah.
    Saat itu suami Vivi belum pulang dari luar kota dan di rumah saat
    itu hanya ada ia dan seorang pembantunya yang sedang menjaga
    anak-anaknya. Sang dukun berkata, “Bu Vivi, jimat ini akan saya
    pasangkan pada kamar Ibu nanti malam,” sedangkan Vivi merasa
    khawatir, bagaimana jika suaminya pulang. Namun karena kesaktiannya,
    sang dukun berkata, “Bu Vivi nggak usah khawatir, suami Ibu pulang
    lusa, sedang ia sekarang menurut penglihatan saya sedang di
    Lampung,” kata sang dukun. Lalu bagaimana ia menerangkan kepada
    pembantunya karena adanya kehadiran dukun tua itu? Lalu ia hanya
    berkata bahwa familinya dari kampung dan menumpang barang 1 hari
    di rumahnya. Lalu Vivi mempersilakan sang dukun untuk istirahat
    di sebuah kamar yang memang diperuntukkan untuk tamu. Lalu sang
    dukun memasuki kamar yang telah disediakan.
    Malam harinya saat akan memasangkan jimat di kamar Vivi, dilakukan
    pada pukul 9.00 malam, sedang pembantunya telah tidur di kamar
    belakang, tempat kamar tidur pembantu memang jauh di belakang dan
    tidak mengganggu ke rumah induk tempat kamar Vivi berada. Di dalam
    kamar itu sang dukun melakukan ritualnya dengan membaca mantera,
    lalu ia membakar menyan, sedang Vivi duduk diam melihat apa yang
    dilakukan sang dukun dari atas tempat tidurnya. Lalu sang dukun
    berkata, “Sebaiknya jimat ini kita pasangkan pada saat tepat jam
    12.00 malam nanti, berarti masih ada waktu 3 jam lagi, Bu Vivi..”
    katanya. “Sekarang sebaiknya kita ngomong-ngomong saja dulu
    menunggu waktu,” kata sang dukun. “Baiklah Mbah,” lalu Vivi
    mempersilakan sang dukun keluar kamar. Bagaimanapun ia merasa
    berat hati untuk membawa dukun itu ke dalam kamar pribadinya.
    Sang dukun berkata, “Tidak usah keluar… Bu Vivi… di sini
    saja.” Lalu sang dukun berdiri dari duduknya dan menuju ke arah
    Vivi duduk dan mbah dukun itu juga duduk di samping Vivi. Lalu
    tangannya menggapai tangan Vivi dan berkata, “Sebaiknya kita
    berdua melakukan seperti saat Ibu di gubuk saya, sebab jika tidak
    para jin yang membantu saya akan lari dan tidak mau menolong
    Ibu,” kata mbah dukun. Vivi hanya bergidik, bulu kuduknya
    merinding. Haruskah ia mengulangi kesalahan saat ia harus
    bersenggama dengan dukun itu di gubuknya? Namun karena adanya
    pengaruh dan keinginan Vivi maka ia biarkan sang dukun mengulangi
    perbuatan maksiat itu di kamarnya, saat itu Vivi memang merasa
    menjadi seorang wanita sempurna karena ia telah mendapatkan
    siraman batin dari dukun tua itu meskipun tidak ia dapatkan dari
    suaminya.
    Lebih kurang 2 jam mereka berdua mengayuh samudera kenikmatan
    bersama sang dukun dan membuat Vivi orgasme berulang-ulang dan
    membuat lubang kemaluannya sampai lecet karena kebuasan batang
    kemaluan dukun yang sangat besar itu. Lalu tepat pada jam 12
    malam barulah jimat itu terpasang pada bawah ranjang Vivi dan
    menjelang pagi mereka terus melakukan hubungan seksual dengan
    menggebu-gebu. Lalu Vivi tertidur dan tidak menyadari hari telah
    pagi dan sang dukun telah pergi, sedang Vivi merasa tubuhnya
    pegal-pegal dan tulangnya serasa mau lolos. Sejak saat itu memang
    jimat pemberian sang dukun ada perubahan pada diri suami Vivi
    dan ia sangat berterima kasih dan lalu ia mendatangi sang dukun.
    Sedang sang dukun cuma minta Vivi tidak melupakannya, dengan cara
    Vivi harus 2 kali dalam sebulan datang untuk memberikan jatah
    hubungan seks kepada sang dukun seperti Lusi juga melakukan hal
    yang sama. Memang setelah itu Vivi selalu rajin mendatangi sang
    dukun dan terkadang sang dukun yang datang ke rumah Vivi untuk
    minta jatah senggamanya. Memang sebagai dukun ilmu hitam, Mbah
    Dudu harus mensenggamai pasiennya, karena dengan demikian si
    pasien akan mampu disembuhkan dan ilmu sang dukun dapat
    dipelihara.

    TAMAT -- INIDEWA



    Link Alternatif :
    ♣ www.nanas5.com
    ♣ www.m4rilah.com

    Silahkan di Download aplikasi LiveChat kami di HP anda bosku :
    IOS
    bit.ly/ikingid ->inidewa

    ANDROID
    Link APK IniDewa : http://bit.ly/livechatinidewa

    Contact :
    ♥ LINE : inidewa
    ♥ Whats App : +85595658445
    ♥ WE-CHAT : ini_Dewa

    Leave a Reply

    Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

  • Copyright © - CeritaSex+Video

    CeritaSex+Video - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan